Saturday, April 21, 2012

3 Ciri Bangsa yang Cerdas



Hal yang utama saat ini dalam dunia pendidikan adalah pendidikan karakter. Amat sangat penting pendidikan karakter ditanamkan pada anak didik kita. Sebuah contoh paling baik tentang hilangnya karakter adalah sirkus. Di dalam sirkus, singa yang punya karakter garang menjadi jinak. Memang untuk hiburan dan permainan saja. Tetapi di dalam dunia nyata, banyak diantara kita yang juga kehilangan karakter. Kita mengharapkan bangsa ini memiliki karakter sebagai bangsa yang cerdas.

Pertanyaannya, ciri bangsa atau orang yang cerdas itu seperti apa ? Setidaknya ada tiga ciri sebuah bangsa atau orang yang cerdas :

Pertama, setiap ada masalah ia mencari solusi bukan mempermasalahkan masalah. Solutif non destruktif. Hidup kita ini kan seperti anak sekolah. Anak sekolah itu pasti akan diuji, misalnya ia diberi 10 soal, maka jika ia bisa mengerjakan soal demi soal ia akan tersenyum gembira ketika keluar dari kelas. Tapi kalau mentalnya bukan mencari solusi, maka ia pasti akan mempermasalahkan soal yang keluar. Kenapa soal ini yang keluar !!! Kalau bisa ia bahkan menambah soal-soal yang ada saking kesalnya ia tak bisa mengerjakan. Saat ia keluar kelas pun, ketika ditanya oleh guru atau temannya pasti ia bilang wah..berat, berat…sambil pegang kening.

Demikian juga dengan kehidupan kita, kalau kita bermental solutif non destruktif, maka kita bisa menyelesaikan masalah demi masalah dalam kehidupan. Dan ketika kita akan meninggalkan dunia ini kita akan tersenyum karena banyak masalah sudah kita selesaikan. Tapi kalau kita bermental mempermasalahkan masalah, maka ketika kita akan meninggal dunia, kita akan sulit tersenyum karena banyak masalah ketika kita hidup yang tidak terselesaikan.

Kedua, cost effectiveness. Jika ia menyelesaikan masalah, maka biaya menyelesaikan masalahnya rendah. Kalau masalah bisa diselesaikan seminggu, mengapa harus diselesaikan dua minggu. Berapa besar biayanya menunda keputusan untuk waktu seminggu. Negara ini banyak sekali biaya yang keluar dalam menyelesaikan masalah, padahal sebenarnya masalah tersebut bisa diselesaikan lebih cepat.

Ketiga, dalam menyelesaikan masalah, ia tetap menjaga harkat dan martabat, atau harga diri. Sebagai contoh sederhana seorang pengemis pergi meminta-minta kepada orang lain, memang ia dapat solusinya, ia dapat uang. Tapi ia mengorbankan harga dirinya. Sebagai bangsa, jangan sampai kita mengorbankan harga diri bangsa hanya agar bangsa lain membantu kita.

Demikianlah beberapa mutiara ilmu dan hikmah pelajaran yang sangat berharga dari Pak Nuh..Ingat, siapa yang diberikan hikmah, maka sungguh ia telah diberikan kebaikan yang banyak sekali.

No comments:




Website counter