Saturday, August 24, 2019

Derita LGBT Yang Banyak Tak Diketahui

Dulu takut menjaga anak perempuan, tapi sekarang lebih takut lagi menjaga anak laki-laki.

Berikut tulisan dari dr. Ani Hasibuan, ahli syaraf di RSCM.

Sekedar berbagi cerita dari poli syaraf utk para orang tua, supaya kita semakin gencar menjaga lingkungan keluarga, lingkungan tempat tinggal dan sekolah.

Sejak 1997 saya berurusan dgn para gay. Sampai hari ini belum pernah absen. Mereka pasien terbanyak HIV yg saya tangani. Yang hidup tinggal beberapa sih. Barusan suster saya lapor ada lagi yg meninggal 3 hari lalu, dgn _kriptokokus meningitis (infeksi jamur di otak).

Dari pengamatan saya,  gay itu ada “kasta”nya.
- Ada yg dominan, biasanya yang punya uang dan lebih tua secara umur.
- Ada yg submissif; kalau saya perhatikan, semacam “piaraan”. Piaraan ini berkasta juga, ada anak muda putih bersih klimis dari kalangan keluarga menengah. Ada juga yg kelas sandal jepit (bukan yg harga 18 ribu ya...).

Perlakuan dari yang dominan pada piaraan juga berbeda, sesuai KW si piaraan.
Yang KW Ori diperlakukan sangat istimewa.

Waktu saya kerja di klinik HIV RSCM, pernah dpt pasien mahasiswa universitas swasta terkenal di Jakarta yg kena meningitis kriptokokus (jamur otak). Orang tuanya pekerja petrol, tinggal di Dallas, USA. Dia di sini tinggal sendiri. Anaknya tampan, klimis dan kelihatan anak baik. Sang dominan sering ikut mengantar kalau kontrol. Jangan kaget ya... dominannya ini seorang aktivitis LSM anti HIV! Itu kalau si pasien saya ini mengeluh sakit kepala, si dominan ini mengelus2 punggung si submissif sambil bilang, “Sakit ya sayang? Yang mana yg sakit? Sabar ya sayang..” (Untung saya masih setia pada sumpah hipocrates. Kalau saya berkhianat, si dominan itu mau saya suntik fentanyl 1000 cc biar mokat, mampus..!).

Tapi saya pernah juga dpt seorang dominan yg kena infeksi di medulla spinalis, spondilitis TB._ Jadi lumpuh kedua kakinya tiba2. Pas dirawat, submissifnya datang menemani. Itu dibentak2, gak ada sayang2nya. Si submissif ini tampilannya sih kelas sandal jepit, manggil dominannya "Abaaangg...”

Ada juga piaraan bayaran. Satu pasien saya asal Jogja (skrg sdh meninggal dgn toksoensefalitis, bisul di dalam otak, krn kuman tokso yg sering nempel di badan kucing, anjing). Mengaku dia bayaran,  dipiara seorang laki2 Cina utk bayaran 1000 sampai 2000 USD per bulan. Uangnya dia kirim ke Jogja utk anak dan istrinya.

Dia ini sejatinya bukan gay, jd semacam pelacur lelaki (gigolo)_ yg kerja sbg _caddy_ lelaki di satu lapangan golf di Tangerang. Waktu ketahuan HIV tokso,_ nangis meraung2. Selama dirawat baca Qur’an terus. Kalau saya periksa selalu terisak2, bilang menyesal. Pas ketemu bininya saya yg berkaca2. Sebab bininya perempuan berhijab rapi dgn dua balita yg juga berhijab.

Ada juga gay kakak adik. Sejak kecil dikasih satu kamar dan satu ranjang oleh emak bapaknya. Pas gede, tau2 yg kakak kena _kripto._ Dicek HIV positif. Ditanya pasangannya siapa? Dia bilang adiknya. Pas adiknya dicek, positif juga HIV-nya. Kedua2nya sdh meninggal, dlm satu ruang rawat yg sama. Ayahnya sampe anak2 itu dikubur pun gak pernah mau datang nengok.

Hati-hati dgn anak-anak..
- Ajarkan mereka utk bertindak agresif kalau ada yg coba2 menggoda (gay).
Jangan kasih ampun, langsung pukuli beramai2..!! Pengalaman saya dari anak2 yg kena goda para 'penyuka anus' ini,  _mereka makin agresif kalau yg digoda diam atau menunjukkan rasa takut. Tapi langsung berhenti kalau yg digoda langsung main fisik. (Beberapa anak muda yg digoda gay konsultasi ke saya bersama ortunya).

- Bila anak bepergian, jangan ijinkan kalau sendirian...!
Usahakan beramai2, spy nyalinya tidak ciut kalau ada gay yg datang menggoda. Mereka bisa tawarkan apa saja, bisa uang, bisa bujuk rayu, bahkan ancaman.

Dari wawancara dgn pasien2 gay, mereka ini tadinya _SEMUA pernah mengalami anal seks, sebagian besar secara paksa! Setelahnya mereka akan sangat dijaga, ditemani oleh kelompok gay. Pergaulannya diganti jd pergaulan gay, dst.

Cerita tentang gay semua berakhir TRAGIS...!!! Belum pernah saya dengar yg berakhir spt di cerita fairytopia... Misalnya berakhir kayak Cinderella, happily ever after... Kisah para gay berakhir dengan tokso, kripto, TB, pnemonia, kandida,_ dan _diujungnya mati sendirian tanpa didampingi kaumnya.

Semoga bermanfaat dan dapat membantu para org tua yg awam tentang LGBT.

Sunday, April 07, 2019

Kembali Ke Rumah

Copas ulang deui sae oge....

*Tulisan indah dari Ustadzah   :  "MENCARI JALAN PULANG"*☝☝☝

*Kita bukan penduduk bumi...*
*Kita adalah penduduk syurga...*
*Kita tidak berasal dari bumi...*
*Tapi kita berasal dari syurga...*

*Maka carilah bekal untuk kembali ke rumah...*
*Kembali ke kampung halaman...*

*Dunia bukan rumah kita...*
*Maka jangan cari kesenangan dunia...*

*Kita hanya pejalan kaki dalam perjalanan kembali ke rumah-NYA.*

*Bukankah mereka yang sedang dalam perjalanan pulang, selalu mengingat rumahnya dan mereka mencari buah tangan untuk kekasih hatinya yang menunggu di rumah.... ?*
.
*Lantas.... ???,*
*Apa yang kita bawa untuk penghuni rumah kita, Rabb yang mulia... ?.*

*DIA hanya meminta amal sholeh dan keimanan, serta rasa rindu padaNYA,  yang menanti di rumah.*

*Begitu beratkah memenuhi harapan-NYA.... ?.*

*Kita tidak berasal dari bumi...*
*Kita adalah penduduk syurga...*

*Rumah kita jauh lebih Indah di sana.*
*Kenikmatannya tiada terlukiskan...*
*Dihuni oleh orang-orang yang mencintai kita...*
*Serta tetangga dan kerabat yang menyejukkan hati.*
.
*Mereka rindu kehadiran kita...*
*Setiap saat menatap menanti kedatangan kita...*
*Mereka menanti kabar baik dari Malaikat Izrail...Kapan keluarga mereka akan pulang ... ?*

*Ikutilah peta (Al-Qur'an) yang Allah titipkan sebagai pedoman perjalanan...*
*Jangan sampai salah arah dan berbelok ke rumahnya Iblis Laknatullah yaitu jalan ke Neraka Jahannam.*

*Kita bukan penduduk bumi...*
*Kita penduduk syurga..*
*Bumi hanyalah dalam perjalanan...*

*Kembalilah kerumah.*

*Selamat berikhtiar saudaraku semua...untuk kembali kerumah kita

Monday, March 11, 2019

Penemuan Paling Luar Biasa Era Ini

Apa penemuan yang paling hebat luar biasa di era ini..?

Pesawat..? 
Mobil..?
TV...?
Komputer..?
Listrik.?   
                           
Ternyata tidak...!

Anda tahu penemuan yg paling hebat abad ini adalah : HANDPHONE,

Mengapa..?
  Ini alasannya :

HP Melenyapkan Televisi.

HP Melenyapkan Arloji.

HP Melenyapkan Komputer.

HP Melenyapkan Radio.

HP Melenyapkan Tape Recorder.

HP Melenyapkan Kamera.

HP Melenyapkan Game.

HP Melenyapkan Koran.

HP Melenyapkan Kalender.

HP Melenyapkan Kartu ATM.

HP Melenyapkan Dompet Uang.

Next yang akan datang, HP akan melenyapkan apa lagi..?
🚨📝

HP bisa melenyapkan mata kalian.

HP bisa melenyapkan tulang leher kalian.

HP bisa melenyapkan kesehatan kalian.

HP bisa melenyapkan perkawinan kalian.

HP bisa melenyapkan kasih sayang keluarga kalian.

HP bisa melenyapkan generasi penerus.

HP bisa melenyapkan waktu berharga kalian.

HP bisa melenyapkan masa depan anak anak kalian.

BAHKAN HP bisa melenyapkan masa depan kalian.

Mari kita ingatkan diri kita, anak2 kita dan keluarga kita agar bisa bersikap BIJAK dalam penggunaan HP

Agar HP
tdk melalaikan diri kita dan menjauhkan diri kita dari Allah , Keluarga, Tetangga dan Kesehatan 🙏🙏🙏

Silahkan copas bila bermanfa'at bagi anda dan orang lain...

Tuesday, January 22, 2019

Keadaan Hati di Dalam Dada

🌸🌾 *Keadaan Hati Di Dalam Dada*

✍ _Ustadz Abu Zubair Al Hawary,Lc_

_Perkataan yang indah oleh Ibnul Qoyyim :_

Keadaan seorang hamba di dalam kubur seperti keadaan hati di dalam dada, saat mendapat nikmat dan azab, saat ia terpenjara dan bebas.

Apabila engkau hendak mengetahui kondisimu kelak di dalam kuburmu maka lihatlah keadaan hati di dalam dadamu. Apabila hatimu penuh cahaya, tenang dan suci. Maka ini adalah keadaanmu di kuburmu bi idznillah, dan begitu juga sebaliknya.

Oleh karena itu, engkau dapatkan orang yang taat, berakhlak baik dan pemaaf adalah orang yg paling tentram..karena keimanan menghapuskan keresahan dan kegundahan. Ia adalah penyejuk mata orang-orang yang bertauhid serta hiburan ahli ibadah.

Saudaraku tercinta,
barangsiapa yang senantiasa bertasbih terlepaslah belenggunya.
Barangsiapa yang selalu memuji Allah tercurahlah atasnya kebaikan-kebaikan dan barangsiapa yang sering beristighfar dibukakan baginya segala yang terkunci!!!

http://www.salamdakwah.com/artikel/1147-keadaan-hati-di-dalam-dada

══ ¤❁✿❁¤ ══

🌎 www.salamdakwah.com
📺 http://bit.ly/salwatv
📲Twitter @salamdakwah
📸Instagram @salamdakwah

======🔅======

🍄🌷🥀🌹🍒🍂🌸

Wednesday, January 09, 2019

PARENTING Ini Jawaban dari ‘Pelarangan’ kata JANGAN dalam Pengasuhan Anak



Sumber : http://sayangianak.com/ini-jawaban-dari-pelarangan-kata-jangan-dalam-pengasuhan-anak-dalam-al-quran/
Menarik sekali bagaimana akhir2 ini tiba-tiba banyak orgtua menanyakan pada saya tentang ‘pelarangan’ kata JANGAN dalam pengasuhan anak.
Tampaknya ada artikel yg sedang beredar yg mengatakan bahwa para pakar parenting dan psikolog mengajarkan cara pengasuhan yg ‘kebarat-baratan’ dengan mengesampingkan ajaran quran.
Saya, tanpa mengatasnamakan psikolog dan pakar parenting manapun, merasa tergelitik utk meluruskan, BUKAN utk merespon artikel tersebut, hanya utk membantu teman-teman yg jadi bingung dalam mengasuh anaknya.


Sebagai yayasan parenting yg berbasis islam, kami tdk merasa pernah mengajarkan utk melarang menggunakan kata jangan dalam pengasuhan anak sehari-hari. tapi sebagai yayasan parenting yang juga berbasis science, kami juga memberikan pandangan lain yg lebih logis, karena tdk semua hrs dilihat dari satu sisi saja. lagipula pesan-pesan yang kami syiarkan berlaku utk semua orangtua, tanpa mengenal suku, ras, agama atau status sosial ekonomi.
Tapi, mari kita lihat fakta akan kata kontroversial ‘jangan’ ini dalam al-quran.
Ada 6.236 ayat dalam alquran. (tdk percaya, hitung sendiri. Dan kata ‘jangan’ tersebar di 368 ayat. lagi2, kl tdk percaya, silahkan hitung sendiri. Itu berarti ada sekitar 5.868 ayat yang TIDAK memiliki kata jangan. Untuk itu, berarti…kata ‘jangan’ bahkan tidak sampai 6% dalam ayat-ayat alquran
lalu apa di ayat-ayat sisanya???
  • dirikanlah shalat… bukan JANGAN tinggalkan shalat
  • tunaikalah zakat…bukan JANGAN lupa berzakat
  • rukuklah bersama orang-orang yg rukuk
  • ingatlah…..bukan JANGAN lupa
  • sembahlah…
  • peliharalah …
  • sujudlah….
  • penuhilah janji..bukan JANGAN ingkar janji
  • berimanlah..
  • makanlah makanan yg baik2…
  • peganglah teguh2..
  • dan masih banyak ‘lah-lah’ lain tersebar di lebih dari 368 ayat.
Lagipula, siapa sih yg mengharamkan kata jangan?
Kami (mengatasnamakan pakar parenting dan psikolog) hanya menyarankan utk tidak menggunakannya terlalu banyak. bukankah itu pula yg allah sarankan ketika hanya meletakkan kata jangan di 368 ayatnya?
Teori ‘kebarat-barat’an biasanya di dasari pada penelitian keilmuan yg biasanya jg di dasarkan pada temuan otak, yang juga ciptaan allah.
Jadi, JANGAN salah kaprah.
Janganlah ‘menunjuk-nunjuk, menuding-menuding, menyebut-nyebut’ profesi.
Jangan liat segala sesuatu dari sisi ‘jangan’nya saja. karena jika demikian, anda berarti hanya memahami 6% dr alquran.
Imbang sajalah. bukankah alquran menyebutkan kata hidup dan mati dalam jumlah yang sama? begitu pula kata keuntungan dan kerugian, panas dan dingin, kebajikan dan keburukan, kelapangan dan kesempitan, kufur dan iman semuaaa dalam jumlah yg sama (yg gk percaya lagi, itung lg sendiri :D)
Jadi saya himbau,..
asuhlah anak anda sesuai dengan kitab suci anda. Bagi yg muslim (krn sy tdk menguasai kitab suci lainnya), gunakanlah ‘metode’ allah…yg hanya 6% menggunakan kata JANGAN dalam buku pedomanNya bagi hambaNya.
Yang wajib jangan, HARUS tetap JANGAN.
  • Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, (2:11)
  • Janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang batil (2:60)
  • Janganlah kamu menyembah selain Allah,(2: 83)
  • Janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam (2:132)
  • Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan (2:168)
  • dan 363 ayat ‘jangan’ lainnya.
Jika anda mengasuh anak anda sesuai dengan metodeNya, tentunya akan tumbuh anak2 positif, shalih/shalihah dan menjadikan kitabNya jg sebagai pedoman.
Dan betul, dalam surat Luqman di sebutkan 7 kata jangan. Tapi Luqman juga mengatakan pada anaknya: bersyukurlah (bukan Jangan kufur nikmat), berbuat baiklah kepada kedua orang tua (bukan Jangan durhaka), dirikanlah shalat (bukan Jangan lupa shalat), suruhlah manusia mengerjakan yg baik (bukan Jangan mengajak dlm keburukan), bersabarlah terhadap apa yg menimpamu, sederhanakanlah dalam berjalan, dan lunakkanlah suara.
Benar, tidak ada psikolog atau pakar parenting pencetus aneka teori ‘modern’ yang melebihi kemuliaan dan senioritas Luqman dan di sebutkan dalam kitab suci itu
Namun, menggunakan kata lain selain jangan akan membuat anak kreatif, punya pilihan, dan melihat semua hal dalam sisi positifnya, termasuk memaknai ayat-ayat allah.
Dengan meminimalisir kata jangan, anak akan tidak memukul teman karena dalam quran dikatakan bahwa allah menyukai orang2 yg berbuat baik (2:195).
Dengan meminimalisir kata jangan, anak akan tidak sombong, karena allah mengatakan “Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati” (25:63)
Dan, kelak, ia tidak akan berzina BUKAN hanya karena quran mengatakan janganlah mendekati zina, tapi karena sesungguhnya beruntunglah orang2…. yang menjaga kemaluannya (23:1-5)
Mengasuh anak harus seimbang. ajarkan sukses dan happy di dunia, dengan kunci kuat atas dasar akhirat.Jika demikian, tidak mungkin anak positif tidak menebarkan energy positif kelingkungan mereka. mereka PASTI akan ammar ma’ruf nahi mungkar. jamin.
Jadi.. gunakan jangan dengan bijak. Wajib jangan. tapi 90% boleh. apalagi dlm pengasuhan anak sehari2..manjat? boleehh.. asal mama peganginidupin korek api? bolleeeh… jika mau memasak atau menghidupkan api unggunmain air? BOLLEEEH..di kolam renangpegang pisau? boleh, jika mau memasak’boleh’ yg bersyarat akan di terima otak dengan lebih baik dari pada jangan.
Jadi kesimpulannya: masuklah kamu ke dalam islam secara keseluruhannya.pahami quran secara total. jangan setengah-setengah, jangan dipotong-potong, jangan se-surat saja.
Semoga tulisan ini membantu para orangtua yg perlu peneguhan, bahwa BOLEH bilang jangan. tapi JANGAN banyak-banyak:)

Sunday, January 06, 2019

Jadilah Orang Baik

_Belajar Mengenal Aura Jiwa Manusia_..
*_CIRI-CIRI ORANG BAIK_*
_👉1. Orang Baik cenderung *LEBIH BANYAK TERSENYUM.*_ _Percaya atau tidak, kebaikan seseorang bisa ditunjukkan dari cara dia tersenyum._ _Mengapa? Karena semakin banyak orang tersenyum, maka *Hawa Positif akan bertebaran disekitarnya*_ _Selain itu, dengan tersenyum, orang akan terkesan *lebih ramah dan bisa dipercaya*_
_👉2. Pikiran-pikiran negatif seperti iri hati & dengki jarang menghinggapi orang baik._
_Orang Baik akan selalu_ *_MENANAMKAN PIKIRAN POSITIF_* _dalam hidupnya._ _Bahkan saat dia mengalami masa-masa sulit sekalipun sehingga akan menyebarkan suasana nyaman._
_👉3. Orang Baik biasanya lebih sering_ *_MENYAPA DULUAN._* _Orang baik tidak akan keberatan untuk menyapa semua orang, bahkan terhadap orang yg berbuat jahat padanya sekalipun._
_Orang baik selalu terhindar dari rasa *menjadi orang penting*, ingin dicari dan dibutuhkan_.
_Dia biasanya tidak membutuhkan pengakuan orang atas kinerjanya selama ini._
_👉4. Orang Baik *TIDAK INGIN MENUNJUKKAN BAHWA DIA BAIK.*_ _Tapi orang jahat akan selalu membangun citra baik untuk (kekurangan) dirinya._
_👉5. Orang Baik selalu *PINTAR MENGENDALIKAN EMOSI.* Mereka terlihat sangat sabar dan toleran._
_Tidak mengutamakan kepentingan diri sendiri._
_👉6. Orang Baik akan bercerita atau *MEMBAGIKAN HAL-HAL YG BERMANFAAT* dengan tujuan memberi tahu._
_Bukan untuk menggiring opini publik bahwa hanya dirinyalah yg benar._
_👉7. Orang Baik selalu menghafal 3 kata sakti. Yaitu *MAAF, TOLONG, & TERIMA KASIH.*_
_👉8. Orang Baik tidak akan keberatan untuk mengakui kelebihan orang lain._
_Apalagi jika dia merasa bersalah. Mereka tidak akan segan-segan untuk *MEMINTA MAAF & MEMPERBAIKI KESALAHAN.*_ _Berbeda dengan orang jahat yg memiliki gengsi tinggi & menganggap dirinya selalu benar._ _Jangankan mengaku salah, menganggap orang lain berprestasi saja gengsi, Ada saja alasan untuk mencari kesalahan serta untuk menjatuhkan orang lain._
_Semoga kita bisa melatih diri menjadi orang sabar dalam menghadapi setiap kejahatan & perilaku orang jahat._ _*"MEMANG BAIK MENJADI ORANG PENTING, TETAPI JAUH LEBIH PENTING MENJADI ORANG YG BAIK-*"
_Yuuuk ... Kita sama-sama berusaha dan belajar menjadi_
_*ORANG YG BAIK*_
😊👍🙏
_Aamiin_..
_Seperti saudaraku yg sedang baca postingan ini adalah orang baik & mulia hatinya_👍🙏😄
Mematahkan Mitos NEM, IPK dan Rangking
Oleh : Prof Agus Budiyono

Ada tiga konsep yang tidak saya percayai sepenuhnya dalam sistem pendidikan yaitu: NEM, IPK dan rangking.

Saya mengarungi sistem pendidikan selama 22 tahun (1 tahun TK, 6 tahun SD, 6 tahun SMP-SMA, 4 tahun S1, 5 tahun S2&3) dan kemudian dilanjut mengajar selama 15 tahun di universitas di tiga negara maju (AS, Korsel, Australia) dan tanah air.
Saya menjadi saksi betapa tidak relevannya ketiga konsep di atas dengan apa yang secara normal didefinisikan sebagai kesuksesan.
Ternyata sinyalemen saya ini didukung oleh riset yang dilakukan oleh Thomas J. Stanley yang memetakan 100 faktor yang akan berpengaruh terhadap tingkat kesuksesan seseorang berdasarkan survey terhadap 733 millioner di US.
Berdasarkan hasil penelitian beliau ternyata nilai yang baik (yakni NEM, IPK dan tentu saja rangking) hanyalah faktor sukses no ke 30! Sementara itu faktor IQ pada urutan ke-21 dan bersekolah ke universitas/sekolah favorit di urutan ke-23. Jadi saya ingin mengatakan secara sederhana:
▪ Anak anda nilai matematikanya 45 ? Tidak masalah.
▪ Tidak lulus ujian fisika ?
Bukan masalah besar.
▪  NEM tidak begitu sesuai harapan ?
Paling banter akibatnya adalah tidak bisa masuk sekolah favorit.
Yang memang, menurut hasil riset, tidak terlalu pengaruh ke kesuksesan aniwei.
▪  IPK termasuk golongan dua koma (baik dua koma sembilan….belas maupun dua koma pas) ?
Jangan sedih. IPK pan hanya mitos.
Paling banter adalah hanya alat ukur.
Yang tidak akurat aniwei.
▪  Anak anda sekolah di SMA 11 dan bukan SMA 3 Bandung ?

Lalu apakah faktor yang menentukan kesuksesan seseorang itu ?
Menurut riset Stanley berikut ini adalah sepuluh faktor teratas yang akan mempengaruhi kesuksesan:

1. Kejujuran (Being honest with all people)
2. Disiplin keras (Being well-disciplined)
3. Mudah bergaul (Getting along with people)
4. Dukungan pendamping (Having a supportive spouse)
5. Kerja keras (Working harder than most people)
6. Kecintaan pada yang dikerjakan (Loving my career/business)
7. Kepemimpinan (Having strong leadership qualities)
8. Kepribadian kompetitif (Having a very competitive spirit/personality)
9. Hidup teratur (Being very well-organized)
10. Kemampuan menjual ide (Having an ability to sell my ideas/products)

Hampir kesemua faktor ini tidak terjangkau dengan NEM dan IPK.
Dalam kurikulum ini kita kategorikan softskill.
Biasanya peserta didik memperolehnya dari kegiatan ekstra-kurikuler.yg semua itu ada di sepakbola..jadi jangan ragu kalau anak nya berolahraga .apalagi olahraga beregu seperti sepakbola.

ttd ZIP

Sunday, December 30, 2018

WISATA AKHIR TAHUN MURAH


Wisata ini ditujukan
di akhir jaman begini agar  jiwa jiwa lebih   bersyukur  ....

*Let's go to   Ruang ICU honey*
- Lihat pasien yang setengah sadar,
sedang berjuang mempertahankan
*nyawanya*,
mereka terlihat tak berdaya, lemah bahkan  dibantu berbagai macam alat
(alat monitor, selang dan mungkin alat bantuan lain untuk mempertahankan hidup)

*Yuhuuu..  Wisata berikutnya ke Ruang Kemoterapi*
Disana kita lihat orang tengah berjuang keras melawan penyakit terminal
*kanker dan tumor*,
lihat wajah mereka pucat
keceriaan telah berganti  dengan kondisi pucat pasi, terlihat kurus kulit mereka menghitam, akibat sinar radiasi, kadang rambut telah banyak rontok tak terkendali...

*Next journey ke Ruang Hemodialisa (cuci darah)*
Disana terbaring manusia dengan tangan terikat selang.
Mesin Hemodialisa sedang menggantikan
*Peran Ginjal*
yg sudah tdk berfungsi...

*Wisata belum berakhir, perjalanan dilanjutkan ke Ruang Rawat Inap*
Disana kita menemukan berbagai macam penyakit dari sesak nafas sampai susah BAB,
diabetes,
stroke,
jantung,
kecelakaan, dll...

*Perjalanan wisata harus diakhiri di Bagian Administrasi*
Ada nuansa hikmah yang bisa kita jumpai, kita melihat keluarga pasien membayar woow, jutaan rupiah bahkan puluhan juta rupiah bahkan mungkin bagi yg  punya kartu Jaminan Kesehatan Nasional dan asuransi sebagai biaya pengobatan ada biaya ini itu, apalagi jika tidak punya jaminan kesehatan. Biaya administrasi menunjukkan pasien harus pulang, baik karena sudah sembuh,
bahkan yang sudah meninggal pun tetap harus bayar biaya administrasinya..😭

*Bagaimana dengan diri kita yang Hidup Amat Sangat Nyaman di Rumah atau di tempat manapun dalam keadaan healthy ?*
Segala sesuatu tentang hidup kita, apapun itu,bebasss bergerak... bebas tanpa alat mekanis apapun ...

*luar biasa bukan ???*

- Bernafas di alam bebas tanpa perhitungan,
gratis tis tanpa dibantu tabung oksigen,

*enak kan ......*

- Makan dan minum tanpa infus dan sonde, memilih jenis makan dan minum tanpa menu khusus yang menyakitkan...

*lezat bukan ???*

- Maaf, Pergi buang hajat, apapun itu, bebas merdeka, tanpa bantuan orang,

*nikmat mana yang  disangsikan* ???

Apakah saat ini kita sudah

*Bersyukur??????*

Semoga selepas berwisata ini, membuat kita :
_Taat beribadah, berdoa_
_Saling cinta dan menyayangi....._
_Saling rukun dan damai....._
_Saling menghormati dan menghargai......_
_Saling mengalah untuk meraih kemuliaan....._
_Saling melepas Ego....._
_bersyukur dengan semua pemberian Nya_
_Jaga kesehatan tubuh_
_Tinggalkan kebiasaan untuk mencari kesalahan orang lain. Apalagi memfitnah_
_Saling berbuat baik walau tidak dihargai..._
_Karena kebaikan akan kembali kepada diri kita sendiri...._

*Semoga kita bisa pertahankan berbuat benar apapun tantangannya, karena Allah menyukai keistiqomahan, keteraturan perbuatan baik yang terus menerus tanpa batas selagi kita masih diberi Nafas oleh-Nya*
*🤝☀☕💐*
*Selamat menjelang tahun 2019 lebih amazing ,semoga kita selalu diberkahi Allah dalam kebaikan kebaikan itu.aamiin.

Saturday, December 29, 2018

KESYIRIKAN YG SERING TDK DISADARI OLEH PELAKUNYA.


Pesan SMS berantai dijatuhkan hukumnya SYIRIK karena sering manusia menentukan Qada dan Qadar yang telah ditetapkan Allah ﷻ.

CONTOH PESAN SMS KESYIRIKAN

1."Siapa yang tidak mengirim pesan SMS ini, akan ditimpa musibah" .

2."Siapa yang kirim SMS ini dalam waktu dua jam orang yang tersayang akan datang ke rumah anda".

3."Siapa yang mengabaikan pesan SMS ini, anda akan kehilangan orang yang tersayang".

4."Siapa yang mengirimkan pesan SMS ini kepada 4 orang, dalam masa 4 jam, anda akan mendapat rezeki yang melimpah ruah".

5."Kirimkan pesan SMS ini minimal 12 orang, anda akan mendapat berita yang baik dalam masa 2 jam",

dan macam-macam lagi pesan SMS dalam bantuk seperti itu perlu diabaikan.

Senang cerita, ia berkait dengan perjanjian bentuk ganjaran atau musibah yang ditetapkan oleh manusia sendiri.

Manusia tak layak menjatuhkan sesuatu hukum ke atas sesama manusia melainkan atas sebab tertentu.

Teguran untuk semua sahabat dan rakan-rakan. Untuk umat islam, pesan SMS berantai begini adalah HARAM !

BAHAYA PELAKU KESYIRIKAN

اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰ لِكَ لِمَنْ يَّشَآءُ    ؕ  وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلٰلًاۢ بَعِيْدًا

Allah tidak akan mengampuni dosa syirik (mempersekutukan Allah dengan sesuatu) dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sungguh, dia telah tersesat jauh sekali.
[QS. An-Nisa': Ayat 116]

حُنَفَآءَ لِلّٰهِ غَيْرَ مُشْرِكِيْنَ بِهٖ  ؕ  وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَكَاَنَّمَا  خَرَّ مِنَ السَّمَآءِ فَتَخْطَفُهُ الطَّيْرُ اَوْ تَهْوِيْ بِهِ الرِّيْحُ فِيْ  مَكَانٍ سَحِيْقٍ

(Beribadahlah) dengan ikhlas kepada Allah tanpa menyekutukan-Nya. Barang siapa menyekutukan Allah, maka seakan-akan dia jatuh dari langit lalu disambar oleh burung atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.
[QS. Al-Hajj: Ayat 31]

Kalau kita pernah melakukannya maka mintalah ampun kpd Allah Ta'ala. Takut nanti menjadi dosa jariyah sepanjang masa.

والله اعلم

-Dinukil dari hamba Allah (Grup WA)

Saturday, December 15, 2018

Amazing You


APA yang membuat saya dan membuat Anda berbeda ?

Jawabannya bergantung dengan apa yg :
- kita dengar (bodoh, bodoh, bodoh)
- kita lihat (gagal, gagal, gagal)
- kita rasa (down, down, down)
.
Itu yang harus kita HANCURKAN !

AGA
15 Dec 2018

Saturday, November 24, 2018

Kejarlah Akhirat

📜 KEJAR AKHIRAT, DUNIA MENGIKUTI

Menangkap Hikmah - Al Bashri rahimahullahu beliau berkata:

Wahai para pemuda, wajib bagi kalian untuk mengejar negeri akhirat.

Kami banyak melihat orang yang mengejar akhirat dia mendapatkan pula dunianya. Namun kami tidak melihat ada seseorang yang mengejar dunia tapi dia mendapat akhirat bersama dunianya.

📚 Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam kitab Az-Zuhd no.12.

@CSPeduli

Akhirat Tujuan Utama

Menangkap Hikmah - Hidup yang kita jalani ini adalah sebuah perjalanan. Setiap perjalanan ada awal dan pasti ada akhir. Kita berawal dari alam dzurriyyah dan kita akan berakhir di alam akhirat.

Hanya ada dua tempat kembali terakhir dari perjalanan kita, surga atau neraka.

Jika kita sudah mengetahui fase seluruh perjalanan hidup kita, maka sudah semestinya kita mempersiapkan perjalanan panjang ini dengan persiapan yang sebaik-baiknya.

Dan persiapan yang paling baik adalah ketika kita menancapkan semua niat kita dari ucapan dan perbuatan kita hanya berorientasi pada tenpat terakhir kita yaitu kebaikan di Akhirat.

Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda;
مَنْ كانت الدنيا هَمَّهُ فَرَّق الله عليه أمرَهُ وجَعَلَ فَقْرَهُ بين عينيه ولم يَأْتِه من الدنيا إلا ما كُتِبَ له، ومن كانت الآخرةُ نِيَّتَهُ جَمَعَ اللهُ له أَمْرَهُ وجَعَلَ غِناه في قَلْبِه وأَتَتْهُ الدنيا وهِيَ راغِمَةٌ
_“Barangsiapa yang (menjadikan) dunia tujuan utamanya maka Alloh akan mencerai-beraikan urusannya dan menjadikan tidak pernah merasa cukup (selalu ada) di hadapannya, padahal dia tidak akan mendapatkan (harta benda) duniawi melebihi dari apa yang Alloh tetapkan baginya. Dan barangsiapa yang (menjadikan) akhirat niat (tujuan utama)nya maka Alloh akan menghimpunkan urusannya, menjadikan selalu merasa cukup dalam hatinya, dan (harta benda) duniawi datang kepadanya dalam keadaan rendah (tidak bernilai di hadapannya).“[HR. Ibnu Majah, Ahmad, ad-Darimi, Ibnu Hibban dan lain-lain)_

Friday, November 23, 2018

Hadapi Era Disrupsi, PT perlu lakukan Transformasi Digital


Menangkap Hikmah Rontoknya banyak perusahaan besar ketika dihempaskan badai Disrupsi pelan tapi pasti arahnya mulai merambat ke Perguruan Tinggi. Hal ini diingatkan oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir agar perguruan tinggi merespon Era Disrupsi di revolusi industri 4.0.

Semua aspek kehidupan kampus perlu menerapkan teknologi informasi dan komunikasi, baik pada penerapan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) berbasis online atau pun blended learning sampai transformasi pada proses administrasi. Intinya, manajemen pendidikan tinggi berbasis TIK untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas.

Nasir menjelaskan mengatakan,
"Saya mendorong semua perguruan tinggi untuk meningkatan sistem pembelajaran daring ini, agar perguruan tinggi kita tidak tertinggal," kata Nasir di Jakarta, seperti dilansir republika.co.id, Kamis (18/10).

Dalam menerapkan pembelajaran jarak jauh, perguruan tinggi perlu mempersiapkan hal-hal berikut :
-      Infrastruktur jaringgan
-      Sarana dan prasarana
-      Tim atau unit khusus pengembang e-learning
-      Tim dosen untuk mengembangkan dan melaksanakan pembelajaran online (daring)
-      Mahasiswa yang sudah disiapkan untuk mampu belajar mandiri (self-directed learning)
-      Proses pembelajaran jarak jauh dilengkapi dengan sistem (kurikulum, materi ajar, proses pembelajran dan bahan ujian) yang memiliki standar kualitas untuk didistribusikan lintas ruang dan waktu

Nasir menambahkan bahwa dalam menghadapi revolusi industri 4.0, tantangan bangsa tidak mudah. Karena itu semua pihak harus memulai dengan cara open mind, open heart, dan open willing dalam membangun Indonesia.

Saat ini pembangunan ekonomi Indonesia mengalami transformasi dari ekonomi berbasis alam, menjadi ekonomi berbasi iptek.
Jadi perguruan tinggi di Indonesia wajib bertransformasi menyesuaikan perkembangan zaman, jika tidak ingin punah digilas disrupsi.

Ketumbar untuk atasi Penyumbatan Pembuluh Darah

Ternyata manfaat ketumbar luar biasa untuk jantung dan penyakit lainnya..

Berikut sekian banyak manfaat ketumbar :
===================
1. Anti rematik & radang sendi.
2. Mengatasi peradangan pada kulit.
3. Menurunkan kadar kolesterol.
4. Mengatasi keluhan pencernaan.
5. Mengatasi panas dalam.
6. Anti diabetes.
7. Meredakan nyeri haid.
8. Menyehatkan mata.
9. Anti oksidan.
10. Mengatasi perut kembung.
11. Menyembuhkan sembelit.
12. Anti kanker usus.
13. Mencegah hipertensi.
14. Menambah stamina pria.
15. Peluruh ASI.
16. Peluruh kentut.
17. Penambah nafsu makan.
18. Mengatasi wasir.
19. Mengatasi radang payudara.
20. Mengatasi influenza.
21. Mencegah animea.
22. Melindungi hati (liver).
23. Mencegah osteoporosis.
24. Mengatasi bau mulut & badan.

Ada pengalaman seorang yang Oom-nya ketika divonis pasang Cincin Untuk Jantung di RS. Pelamonia yang ditangani oleh Dr. Hafidz Spesialis Jantung. Namun Oom-nya meminta waktu untuk berpikir dulu... Suatu ketika Oom-nya  bertemu dgn temannya seorang ahli Farmasi di Jakarta lalu dia menyampaikan Vonis dari Dr.Jantung tersebut.

Teman Oom-nya  menyarankan untuk mengkonsumsi Ketumbar yang banyak dijual di pasar tradisional. Alhamdulillah, setelah 3 bulan mengkonsumsi Ketumbar Lalu Oom-nya kembali konsultasi dengan dokter spesialis Jantung di RS. PELAMONIA. Dari  hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa  penyumbatan-penyumbatan telah bersih.Insya Allah aman diminum segala usia.

CARA KONSUMSI 


Tuangkan ketumbar 1 atau 2 sendok teh, lalu diseduh dengan air panas. Setelah air mengeluarkan zat-zat nya sekitar 15-20 menit maka Ketumbar boleh disaring dan airnya diminum. Oom saya minum setiap hari di waktu subuh. Alhamdulillah, saya juga sudah konsumsi selama sebulan. Biasanya pagi-pagi kadang masih sering menguap, ngantuk, badan pada pegel, pada sakit, kepala agak pusing, malas, tapi setelah konsumsi KETUMBAR sudah tidak lagi. Kata Oom saya, ketumbar melancarkan penyumbatan-penyumbatan kolesterol yang ada di saluran peredaran darah.



CARA PENYAJIAN :
================
1. Ketumbar 1 sdt - 1 sdm.
2. Rebus air mendidih 1 gelas.
3. Letakan Ketumbar pada saringan lalu siram dgn 1 gelas air matang suhu normal agar bersih.
4. Setelah dibilas, letakan Ketumbar ke dalam gelas.
5. Setelah air mendidih, tuangkan ke dalam gelas yg berisi ketumbar.
6. Tunggu hingga hangat.
7. Saring air rendaman ketumbar.
8. Minum rutin setiap menjelang tidur malam, atau pagi hari setelah Shalat Subuh.
9. Minum cukup 1 kali sehari. Atau 2 hari sekali, dan atau bisa disesuaikan dgn kebutuhan Anda.
10. Bisa dicampur Madu, Jahe atau Kayu Manis.

Thursday, November 22, 2018

Merantaulah..

Menangkap Hikmah - Pesan dari Imam asy-Syafi’i:

Orang berilmu dan beradab tidak diam beristirahat di kampung halaman.
Tinggalkan negerimu dan hidup asing  (di negeri orang).#

#Merantaulah…

Kau akan dapatkan pengganti dari orang-orang yang engkau tinggalkan (kerabat dan kawan).
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.#

#Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan..
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, akan keruh menggenang.#

#Singa jika tak tinggalkan sarang, tak akan dapat mangsa..
Anak panah jika tak tinggalkan busur, tak akam kena sasaran.#

#Jika matahari di orbitnya tak bergerak dan terus berdiam..
tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang.#

#Bijih emas tak ada bedanya dengan tanah biasa di tempatnya (sebelum ditambang).
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan.#

#Jika gaharu itu keluar dari hutan, ia menjadi parfum yang tinggi nilainya.
Jika bijih memisahkan diri (dari tanah), barulah ia dihargai sebagai emas murni.#

Sumber: Diwan al-Imam asy-Syafi’i. Cet. Syirkah al-Arqam bin Abi al-Arqam. Beirut. Hal. 39

Kalaulah Sempat..

Menangkap Hikmah - Ketika seorang pakar dirgantara di Kairo, ia berpesan "Saya diberikan kenikmatan oleh Allah ilmu technology sehingga saya bisa membuat pesawat terbang, tapi sekarang saya tahu bahwa ilmu agama itu lebih manfaat untuk umat Islam. Kalo saya disuruh memilih antara keduanya maka saya akan memilih ilmu Agama.")_

Sepi penghuni... Istri sudah meninggal... 

Tangan menggigil karena lemah... Penyakit menggerogoti sejak lama... duduk tak enak, berjalan pun tak nyaman... Untunglah seorang kerabat jauh mau tinggal bersama menemani beserta seorang pembantu...

 Tiga anak, semuanya sukses... Berpendidikan tinggi sampai ke luar negeri... » Ada yang sekarang berkarir di luar negeri... » Ada yang bekerja di perusahaan asing dengan posisi tinggi... » dan ada pula yang jadi pengusaha ... Soal Ekonomi, saya angkat dua jempol  » semuanya kaya raya...

Namun.... Saat tua seperti ini dia 'Merasa Hampa', ada 'Pilu Mendesak' disudut hatinya......

Tidur tak nyaman... » dia berjalan memandangi foto-foto masa lalunya ketika masih perkasa & enegik yang penuh kenangan... »

🍁🍁🍁🍁🍁🍁

Di rumahnya yang besar dia merasa kesepian, tiada suara anak, cucu, hanya detak jam dinding yang berbunyi teratur...

Punggungnya terasa sakit, sesekali air liurnya keluar dari mulutnya....

Dari sudut mata ada air yang menetes..

Rindu dikunjungi anak2nya...

Tapi semua anaknya sibuk dan tinggal jauh di kota atau negara lain...

 Ingin pergi ke tempat ibadah namun badan tak mampu berjalan....

 Sudah terlanjur melemah.... Begitu lama waktu ini bergerak, tatapannya hampa, jiwanya kosong, hanya gelisah yang menyeruak ... Sepanjang waktu .... 


• Laki-laki renta itu, barangkali adalah Saya....

• Atau barangkali adalah Anda yang membaca tulisan ini suatu saat nanti......

• Hanya menunggu sesuatu yg tak pasti...

• Yang pasti hanyalah KEMATIAN.

» Rumah Besar tak mampu lagi menyenangkan hatinya... 

» Anak Sukses tak mampu lagi menyejukkan rumah mewahnya yang ber AC...

» Cucu-cucu yang hanya seperti orang asing bila datang... 

» Asset-asset produktif yang terus menghasilkan, entah untuk siapa .?

Kira-kira jika malaikat 'Datang Menjemput', akan seperti apakah kematiannya nanti

» Siapa yang akan memandikan ? 
» Dimana akan dikuburkan ?? 

» Sempatkah anak kesayangan dan menjadi kebanggaannya datang mengurus jenazah dan menguburkan?

» Apa amal yang akan dibawa ke akhirat nanti? 

» Rumah akan di tinggal, asset juga akan di tinggal pula... 

• Anak-anak entah apakah akan ingat berdoa untuk kita atau tidak ??? 

• Sedang ibadah mereka sendiri saja belum tentu dikerjakan ???

• Apa lagi jika anak tak sempat dididik sesuai tuntunan agama???
Ilmu agama hanya sebagai sisipan saja...

🍀 'Kalau lah Sempat' menyumbang yang cukup berarti di tempat ibadah, Rumah Yatim, Panti Asuhan atau ke tempat2 di Jalan Allah yang lainnya...

🍀 'Kalau lah Sempat' dahulu membeli sayur dan melebihkan uang pada nenek tua yang selalu datang...... 

🍀 'Kalau lah Sempat' memberikan sandal untuk disumbangkan ke tempat ibadah agar dipakai oleh orang yg memerlukan..... 

🍀 'Kalau lah Sempat' membelikan buah buat tetangga, kenalan, kerabat dan handai taulan...... 

🍀 Kalau lah kita tidak kikir kepada sesama, mungkin itu semua akan menjadi 'Amal Penolong' nya ......

🍀 Kalaulah dahulu anak disiapkan menjadi 'Orang yang Shaleh', dan 'Ilmu Agama' nya lebih diutamakan.... 

🍀 Ibadah dan sedekahnya di bimbing / diajarkan dan diperhatikan, maka mungkin senantiasa akan 'Terbangun Malam', 'Meneteskan Air Mata' medoakan orang tuanya.

🍀 Kalaulah sempat membagi ilmu dengan ikhlas pada orang sehingga bermanfaat bagi sesama .... 

 *"KALAULAH SEMPAT"*

 Mengapa kalau sempat ?
Mengapa itu semua tidak jadi perhatian utama kita ?  Sungguh kita tidak adil pada diri sendiri.  Kenapa kita tidak lebih serius 'Menyiapkan Bekal' untuk menghadap-NYA dan 'Mempertanggung Jawabkan' kepadaNya?

Jangan terbuai dengan 'Kehidupan Dunia' yang  bisa  melalaikan.......

🌸 Kita boleh saja giat berusaha di dunia....tapi jadikan itu untuk bekal kita pada perjalanan panjang dan kekal di akhir Hidup kita....

( yang menulis dan menyebarkan catatan ini semoga menjadi sodaqoh ilmu dan ladang amal Shaleh).

Teruslah menjadi Pejuang Dakwah dan menabur Kebajikan selama hayat masih dikandung badan meski hanya dgn sepotong Ayat Al-Quran atau Hadist...

Semoga Bermanfaat...!

Wednesday, November 21, 2018

Menulis, Kebiasan Sederhana yang Tak Sederhana

Menangkap Hikmah - Imam Asy Syafi'i Rahimahullah berkata.."Ilmu adalah buruan dan tulisan adalah ikatannya. Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat. Termasuk kebodohan jika engkau berburu kijang, setelah itu kamu tinggalkan terlepas begitu saja".

Demikianlah hebatnya kebiasaan menulis. Sekian banyak ilmu tidak akan terlepas dari diri kita jika kita mau menangkapnya dengan tulisan. Banyak orang yang mengandalkan dengan hapalannya untuk mengingat suatu ilmu, tapi percayalah itu hanya menempel sesaat saja. Tak lama setelah itu, ilmu yang diingatnya akan terlepas darinya.

Sejatinya kegiatan menulis adalah keterampilan yang sangat bermanfaat. 
Karena semua orang punya pengalaman dan cerita masing-masing dalam hidupnya. Pengalaman dan cerita itu sedikit banyak mengandung sesuatu yang bermanfaat, yang bisa berguna bagi dirinya dan orang lain di kemudian hari.



Begitu pun ketika kita berinteraksi dengan banyak orang, terutama orang-orang yang sudah dianggap berhasil oleh masyarakat. Pasti banyak ilmu dan pengalaman yang sudah dilaluinya selama ini. Kita bisa belajar dari mereka. Menimba ilmu dan pengalaman untuk kita terapkan di kehidupan kita.

Kita bisa belajar dari kesalahan-kesalahan mereka, agar kita tidak mengulangi lagi. Dan ketika kita tuliskan dan kita berbagi dengan yang lain, maka akan lebih banyak orang yang belajar dari mereka yang sudah berhasil tersebut.

Sehingga amat sayang jika mutiara-mutiara ilmu dan pengalaman sepanjang perjalanan kehidupan kita tidak pernah terekam dalam tulisan.

Menulis sebenarnya adalah sebuah kebiasaan yang sederhana. Ya sederhana. Karena setiap hari ada sekian banyak ide dan peristiwa yang melintas di pikiran kita. Tugas kita hanya memindahkannya ke dalam kata-kata. Ya, meskipun sederhanya, tetapi ternyata tak sederhana dalam pelaksanaanya. Dibutuhkan kemampuan berbahasa dalam menyusun kata demi kata, diksi demi diksi, yang tentunya jika ini tidak dibiasakan akan menjadi sesuatu yang tidak mudah.

Menulis sejatinya adalah memindahkan kehidupan ke dalam kata-kata. Menulis adalah pekerjaan keabadian. Kita boleh sudah tiada, namun tulisan kita bisa tetap abadi sepanjang usia dunia ini ada.

Hanya 9 Bulan, 500 Pembunuhan di Indonesia

Menangkap Hikmah - Dalam waktu 9 bulan, intensitas pembunuhan yang terjadi di Indonesia meningkat drastis. Penyebab yang paling dominan adalah karena tersinggung atau sakit hati. Seperti dilansir detikcom, menurut data kepolisian, hingga September 2018, ada sekitar 500 kasus pembunuhan yang di antaranya disebabkan oleh ketersinggungan.

"Sampai September kemarin, kasus pembunuhan sekitar 500, harus didalami dulu datanya," ucap Kepala Biiro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat dihubungi detikcom, Rabu (21/11/2018) malam.

Dari 500 kasus pembunuhan itu, Dedi masih belum memaparkan berapa banyak kasus pembunuhan yang disebabkan oleh sakit hati. Menurutnya, perlu ditinjau kembali apakah motif sakit hati atau tersinggung menjadi hal yang dominan. 

Dedi mengatakan pencegahan pembunuhan dengan motif sakit hati sulit untuk dihilangkan. Perlu pelibatan tokoh-tokoh selain dari Polri.

"Susah juga. Perlu pendekatan masyarakat bisa kendalikan emosi. Pendekatan agama, itu pendekatan efektif untuk pengendalian diri. Peran lingkungan, tokoh formal. Pendekatannya harus pendekatan agama," ucap Dedi.

Dalam dua minggu ini, terjadi dua kali pembunuhan atas dasar sakit hati. Polri pun akan menggerakkan Bina Masyarakat (Bimas) untuk terjun ke masyarakat guna mensosialisasi hidup rukun.

"Dari Bhabinkamtibmas, Kanit Bimas, Kasat Bimas akan banyak terjun ke RT/RW mensosialisasikan hidup rukun, tidak mudah terpancing emosi, dan mempererat tali silaturahmi," tuturnya.

Sumber berita : detik.com

Ini Tentang Hidup

Menangkap Hikmah - Dalam hidup ini, ada satu hal paling penting yang perlu kita lakukan, yaitu memperbaiki diri.


Kita sering terlalu asyik memperhatikan orang lain hingga lupa dengan diri sendiri. Asyik melihat pencapaian orang, hingga lupa dengan target pribadi.

Kita sering asyik melihat kekurangan orang, hingga lupa kekurangan diri sendiri.

Akibatnya, orang sudah melakukan banyak hal, kita belum melakukan apa-apa. Berfokuslah untuk memperbaiki diri, dari waktu ke waktu. Semakin baik kualitas diri kita dari waktu ke waktu, maka semakin banyak pencapaian yang kita dapatkan dalam hidup.

Tentukan target pribadi yang ingin dicapai dan berfokuslah untuk memperbaiki diri dalam proses mencapai target tersebut.

Setiap orang punya jalan hidupnya masing-masing, maka perhatikanlah jalan hidupmu sendiri. Jika hal ini kita lakukan terus, selalu memperbaiki diri, maka cepat atau lambat kita akan mendapatkan kesuksesan yang kita inginkan.


Sunday, November 18, 2018

Disrupsi Perguruan Tinggi Menuju Pendidikan Discovery dan Asembling

Menangkap Hikmah - Akhir-akhir ini di media sosial sedang hangat didiskusikan dan diperdebatkan perihal universities disruption yang dipicu artikel Jim Clifton, ”Universities: Disruption is Coming”.


Secara garis besar isinya adalah mempertanyakan dan mengkhawatirkan peran masa depan pendidikan tinggi dalam menyuplai tenaga kerja industri di dunia.

Artikel tersebut ditulis karena dipicu oleh iklan Google dan Ernst & Young yang akan menggaji siapa pun yang bisa bekerja dengannya tanpa harus memiliki ijazah apa pun, termasuk ijazah dari perguruan tinggi (PT).

Iklan dari Google dan Ernst & Young tersebut seperti halilintar di siang bolong.

Ia mengejutkan dan menyambar kemapanan yang telah dinikmati oleh PT di seluruh dunia dalam perannya sebagai penyuplai tenaga ahli, hasil riset, dan pemikiran-pemikiran yang dibutuhkan dunia industri.

Namun, peran penting PT saat ini seakan telah dinihilkan oleh Google dan Ernst & Young, yang sebentar lagi kemungkinan besar akan diikuti oleh perusahaan-perusahaan raksasa dunia yang lain.
Lonceng kematian PT seakan telah didentangkan oleh kedua perusahaan raksasa tersebut, menyusul artikel yang ditulis oleh Terry Eagleton, berjudul ”The Slow Death of the University” (2015).

Artikel Eagleton memberikan gambaran bahwa Perguruan Tinggi sedang melakukan bunuh diri massal melalui pengabaian pada tugas utamanya, yakni ”pendidikan”, karena telah bergeser lebih mengutamakan ”riset dan publikasi”. Lebih menyedihkan lagi, tradisi hubungan dosen dan mahasiswa yang seharusnya berbasis ”guru dan siswa” telah bergeser menjadi ”manager dan pelanggan”.

Khusus di Indonesia, fenomena bunuh diri massal ini ditambahkan oleh keluhan bahwa para dosen saat ini lebih mementingkan meng-update LKD (laporan kinerja dosen) karena berkaitan dengan tunjangan kinerja dosen daripada meng-update materi kuliah yang diampunya.

Pertanyaan menarik untuk diajukan adalah apakah eksistensi pendidikan tinggi akan segera berakhir ataukah tetap akan ada tetapi arahnya akan berbelok tajam tidak mengikuti garis linier lagi?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kiranya perlu:

(1) melihat lagi ke belakang sejarah kaitan antara pengetahuan, sains, dan teknologi;

(2) tahap-tahap perkembangannya;

(3) esensi dan sifat dasar kaitan ketiganya dalam perspektif kekinian; dan

(4) pengaruhnya pada arah pendidikan tinggi kita di masa depan.

Sejak kelahirannya pada abad ke-17, sains modern telah melahirkan tradisi berpikir yang mengikuti garis linier hubungan antara pengetahuan, sains, dan teknologi. Pengetahuan adalah basis dibangunnya premis-premis atau dalil-dalil umum sains, yang untuk selanjutnya sains akan berperan sebagai ibu kandung dari kelahiran teknologi.

Pengetahuan tentang benda-benda di langit yang didasarkan pada pengamatan yang berulang, pada akhirnya telah melahirkan prinsip-prinsip serta dalil-dalil di bidang sains. Kemudian disusul oleh terciptanya peralatan-peralatan yang mampu digunakan untuk membuktikan dengan akurat hipotesis yang dibangun oleh abstraksi sains.

Pendek kata, keberadaan dan perilaku-perilaku alam merupakan sumber berpikir atau guru bagi terbangunnya pengetahuan manusia. Kelak di kemudian hari, pengetahuan tersebut dapat digeneralisasi dalam formula-formula yang dapat menuntun manusia untuk menciptakan alat-alat bantu yang dapat memudahkannya melakukan kegiatan-kegiatan yang sulit dan rumit.

Puncak dari tradisi berpikir yang mengikuti garis linier ini adalah masa yang disebut dalam sejarah sebagai revolusi industri, yang usianya sampai saat ini baru sekitar 200 tahun, tetapi pengaruhnya pada perubahan alam dan perubahan perilaku manusia sungguh sangat luar biasa.


Perkembangan Selanjutnya


Revolusi industri ternyata bukan saja hasil puncak dari perkembangan sains modern, melainkan juga awal terciptanya alam (buatan) baru. Tradisi cara berpikir manusia kemudian berubah dari linier jadi siklikal karena produk-produk teknologi yang dihasilkan manusia tidak saja hanya dilihat sebagai ”hilir” dari pengetahuan dan sains, tetapi juga sebagai ”hulu” pengetahuan untuk melahirkan sains dan produk-produk teknologi baru.

Pergeseran cara berpikir ini dapat kita kenali dari berubahnya cara berpikir yang semula disebut sebagai discovery menjadi innovation.

Cara berpikir ”inovasi” telah meremas pengetahuan, sains, dan teknologi ke dalam satu genggaman tangan untuk kemudian dibentuk jadi bentukan-bentukan baru yang lebih mudah dipahami, lebih canggih, lebih mudah untuk memudahkan manusia, dan tentu saja lebih memesona.

Namun, yang sangat mengejutkan, ternyata dalam waktu hanya sekitar 15 tahun terakhir ini cara berpikir manusia modern sudah bergeser dari ”inovasi” menjadi ”hiper-inovasi” atau tepatnya ”hiper-siklikal”.

Artinya, inovasi tidak lagi sekadar dijalankan di atas ”produk tunggal” untuk menambah nilai kebaruan dari produk tersebut, tetapi inovasi dilakukan di atas ”banyak produk” (multiproduk) untuk dilipat jadi satu produk. Alhasil, ia bukan saja melahirkan nilai kebaruan pada produk lama, melainkan sekaligus melahirkan produk-produk baru atau benda-benda baru yang sebelumnya belum pernah ada.

Cara berpikir seperti ini kemudian melahirkan panggung-panggung perlagaan di dunia industri untuk saling bunuh dan saling mengalahkan.

Akhirnya, kita banyak menyaksikan perusahaan-perusahaan raksasa dunia terjungkal tanpa membuat kesalahan manajemen maupun produksi hanya karena munculnya benda-benda industri baru yang mengambil teritori pasarnya lantaran para pelanggannya dengan sukarela meninggalkan produk-produknya karena dianggap kuno alias tidak gaul lagi. Dalam payung berpikir seperti itu (hiper-inovatif), baik produsen maupun konsumen hidup dalam perlagaan-perlagaan yang sangat ketat, sibuk, dan cepat karena ”kegaulan” produk-produk teknologi saat ini jadi berusia amat pendek.


Cara Berpikir Asembling


Untuk melahirkan benda-benda baru serta jasa-jasa baru tersebut di atas dalam payung berpikir ”hiper-inovasi”, sesungguhnya kita telah mereduksi cara berpikir kita dari discovery ke innovation lalu ke asembling. Cara berpikir yang terakhir ini adalah cara berpikir yang menggunakan ilmu gathuk (Jawa). Meng-gathuk-kan orang yang punya sepeda motor atau mobil dengan orang yang memerlukan jasa transportasi melalui IT. Meng-gathuk-kan orang yang perutnya lapar dengan pemilik produk makanan dengan pemilik sepeda motor yang mau disuruh dengan upah melalui IT.

Dengan ”ilmu gathuk”, saat ini banyak orang bisa mendapatkan rezeki tanpa harus bekerja di kantor atau di pasar, dan juga banyak orang malas tetapi punya duit yang dimudahkan.

Saat ini, cara-cara berpikir dengan ”ilmu gathuk” telah tumbuh dengan pesat dan subur serta telah melahirkan karya-karya jasa ataupun produk benda-benda yang sangat nyata dan dibutuhkan oleh masyarakat. Ilmu semacam ini dapat dilakukan oleh siapa saja, tanpa harus memiliki ijazah apa pun, termasuk ijazah dari PT. Cara berpikir seperti inilah barangkali salah satu yang dibaca dan ditangkap Google dan Ernst & Young untuk berani merekrut siapa pun tanpa ijazah apa pun untuk bekerja dengannya.


Sistem Pendidikan Asembling


Atas dasar kondisi seperti itulah barangkali Jim Clifton merasa gelisah dan khawatir akan masa depan eksistensi PT dalam perannya sebagai penyedia tenaga kerja industri. Keahlian ilmu gathuk seperti itu ternyata ”tak pernah” dan ”tak perlu” diajarkan PT. Ilmu seperti itu dapat dipelajari siapa pun, di mana pun, dan kapan pun.

Kekhawatiran Jim Clifton barangkali ”sangat berguna” untuk mendefinisikan ulang peran pendidikan tinggi dalam perubahan-perubahan alam dan kehidupan manusia di masa depan. Paling tidak, ada dua arus utama pendidikan tinggi yang dapat ditawarkan kepada masyarakat.

Pertama, pendidikan tinggi yang diselenggarakan atas dasar semangat Discovery.

Artinya, pendidikan tinggi semacam ini mengorientasikan kegiatannya untuk dapat meraih ”penemuan-penemuan” besar yang berguna bagi perubahan-perubahan kehidupan manusia di masa depan. Riset-risetnya dilakukan atas dasar ”kerja kolektif” untuk diarahkan pada ”penyelesaian masalah-masalah besar” dan ”penemuan-penemuan besar” sehingga PT semacam ini jumlahnya memang harus dibatasi, termasuk jumlah mahasiswanya juga dibatasi pada mereka yang memang memiliki kemampuan dasar luar biasa (melalui seleksi yang ketat).

Untuk perguruan tinggi semacam ini, idealnya diselenggarakan atas basis subsidi, dalam arti mahasiswa tidak dipungut biaya alias gratis karena mereka kelak akan jadi pemandu perubahan kehidupan manusia. Setelah lulus mereka tidak dibiarkan mencari pekerjaannya sendiri, tetapi sudah dikaitkan dengan tugas-tugas besar yang harus dilakukan.

Kedua, pendidikan tinggi yang diselenggarakan atas semangat berpikir Asembling, atau pendidikan yang diselenggarakan untuk melembagakan cara berpikir ”perakit”, sehingga tugas utamanya melahirkan sebanyak-banyaknya tenaga ahli perakit yang sangat dibutuhkan oleh industri.

Pendidikan seperti ini mungkin mirip pendidikan vokasi, tetapi bedanya terletak pada ”cara berpikir” yang luas, melintas disiplin, dan kompetensi yang dihasilkannya mampu melahirkan produk-produk baru, baik berupa barang maupun jasa. Mungkin pendidikan semacam ini tepat disebut ”pendidikan vokasi plus”.

Taiwan, Korea, dan China tampaknya telah memberi perhatian besar terhadap pengembangan pendidikan semacam ini.

Dengan menyelenggarakan Dua Arus Utama pendidikan tinggi semacam itu (discovery dan asembling), kekhawatiran atas kemungkinan bangkrutnya pendidikan tinggi tidak beralasan lagi. Selain eksistensi pendidikan tinggi tetap dapat dipertahankan, maka pendidikan tinggi dikembalikan lagi perannya sebagai pemandu atau penuntun peradaban manusia, bukannya sebagai pembebek (pengekor) apa saja yang telah dilakukan oleh dunia industri.


Oleh: Sudaryono, Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada



Website counter