Saturday, November 24, 2018

Kejarlah Akhirat

📜 KEJAR AKHIRAT, DUNIA MENGIKUTI

Menangkap Hikmah - Al Bashri rahimahullahu beliau berkata:

Wahai para pemuda, wajib bagi kalian untuk mengejar negeri akhirat.

Kami banyak melihat orang yang mengejar akhirat dia mendapatkan pula dunianya. Namun kami tidak melihat ada seseorang yang mengejar dunia tapi dia mendapat akhirat bersama dunianya.

📚 Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam kitab Az-Zuhd no.12.

@CSPeduli

Akhirat Tujuan Utama

Menangkap Hikmah - Hidup yang kita jalani ini adalah sebuah perjalanan. Setiap perjalanan ada awal dan pasti ada akhir. Kita berawal dari alam dzurriyyah dan kita akan berakhir di alam akhirat.

Hanya ada dua tempat kembali terakhir dari perjalanan kita, surga atau neraka.

Jika kita sudah mengetahui fase seluruh perjalanan hidup kita, maka sudah semestinya kita mempersiapkan perjalanan panjang ini dengan persiapan yang sebaik-baiknya.

Dan persiapan yang paling baik adalah ketika kita menancapkan semua niat kita dari ucapan dan perbuatan kita hanya berorientasi pada tenpat terakhir kita yaitu kebaikan di Akhirat.

Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda;
مَنْ كانت الدنيا هَمَّهُ فَرَّق الله عليه أمرَهُ وجَعَلَ فَقْرَهُ بين عينيه ولم يَأْتِه من الدنيا إلا ما كُتِبَ له، ومن كانت الآخرةُ نِيَّتَهُ جَمَعَ اللهُ له أَمْرَهُ وجَعَلَ غِناه في قَلْبِه وأَتَتْهُ الدنيا وهِيَ راغِمَةٌ
_“Barangsiapa yang (menjadikan) dunia tujuan utamanya maka Alloh akan mencerai-beraikan urusannya dan menjadikan tidak pernah merasa cukup (selalu ada) di hadapannya, padahal dia tidak akan mendapatkan (harta benda) duniawi melebihi dari apa yang Alloh tetapkan baginya. Dan barangsiapa yang (menjadikan) akhirat niat (tujuan utama)nya maka Alloh akan menghimpunkan urusannya, menjadikan selalu merasa cukup dalam hatinya, dan (harta benda) duniawi datang kepadanya dalam keadaan rendah (tidak bernilai di hadapannya).“[HR. Ibnu Majah, Ahmad, ad-Darimi, Ibnu Hibban dan lain-lain)_

Friday, November 23, 2018

Hadapi Era Disrupsi, PT perlu lakukan Transformasi Digital


Menangkap Hikmah – Rontoknya banyak perusahaan besar ketika dihempaskan badai Disrupsi pelan tapi pasti arahnya mulai merambat ke Perguruan Tinggi. Hal ini diingatkan oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir agar perguruan tinggi merespon Era Disrupsi di revolusi industri 4.0.

Semua aspek kehidupan kampus perlu menerapkan teknologi informasi dan komunikasi, baik pada penerapan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) berbasis online atau pun blended learning sampai transformasi pada proses administrasi. Intinya, manajemen pendidikan tinggi berbasis TIK untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas.

Nasir menjelaskan mengatakan,
"Saya mendorong semua perguruan tinggi untuk meningkatan sistem pembelajaran daring ini, agar perguruan tinggi kita tidak tertinggal," kata Nasir di Jakarta, seperti dilansir republika.co.id, Kamis (18/10).

Dalam menerapkan pembelajaran jarak jauh, perguruan tinggi perlu mempersiapkan hal-hal berikut :
-      Infrastruktur jaringgan
-      Sarana dan prasarana
-      Tim atau unit khusus pengembang e-learning
-      Tim dosen untuk mengembangkan dan melaksanakan pembelajaran online (daring)
-      Mahasiswa yang sudah disiapkan untuk mampu belajar mandiri (self-directed learning)
-      Proses pembelajaran jarak jauh dilengkapi dengan sistem (kurikulum, materi ajar, proses pembelajran dan bahan ujian) yang memiliki standar kualitas untuk didistribusikan lintas ruang dan waktu

Nasir menambahkan bahwa dalam menghadapi revolusi industri 4.0, tantangan bangsa tidak mudah. Karena itu semua pihak harus memulai dengan cara open mind, open heart, dan open willing dalam membangun Indonesia.

Saat ini pembangunan ekonomi Indonesia mengalami transformasi dari ekonomi berbasis alam, menjadi ekonomi berbasi iptek.
Jadi perguruan tinggi di Indonesia wajib bertransformasi menyesuaikan perkembangan zaman, jika tidak ingin punah digilas disrupsi.

Ketumbar untuk atasi Penyumbatan Pembuluh Darah

Ternyata manfaat ketumbar luar biasa untuk jantung dan penyakit lainnya..

Berikut sekian banyak manfaat ketumbar :
===================
1. Anti rematik & radang sendi.
2. Mengatasi peradangan pada kulit.
3. Menurunkan kadar kolesterol.
4. Mengatasi keluhan pencernaan.
5. Mengatasi panas dalam.
6. Anti diabetes.
7. Meredakan nyeri haid.
8. Menyehatkan mata.
9. Anti oksidan.
10. Mengatasi perut kembung.
11. Menyembuhkan sembelit.
12. Anti kanker usus.
13. Mencegah hipertensi.
14. Menambah stamina pria.
15. Peluruh ASI.
16. Peluruh kentut.
17. Penambah nafsu makan.
18. Mengatasi wasir.
19. Mengatasi radang payudara.
20. Mengatasi influenza.
21. Mencegah animea.
22. Melindungi hati (liver).
23. Mencegah osteoporosis.
24. Mengatasi bau mulut & badan.

Ada pengalaman seorang yang Oom-nya ketika divonis pasang Cincin Untuk Jantung di RS. Pelamonia yang ditangani oleh Dr. Hafidz Spesialis Jantung. Namun Oom-nya meminta waktu untuk berpikir dulu... Suatu ketika Oom-nya  bertemu dgn temannya seorang ahli Farmasi di Jakarta lalu dia menyampaikan Vonis dari Dr.Jantung tersebut.

Teman Oom-nya  menyarankan untuk mengkonsumsi Ketumbar yang banyak dijual di pasar tradisional. Alhamdulillah, setelah 3 bulan mengkonsumsi Ketumbar Lalu Oom-nya kembali konsultasi dengan dokter spesialis Jantung di RS. PELAMONIA. Dari  hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa  penyumbatan-penyumbatan telah bersih.Insya Allah aman diminum segala usia.

CARA KONSUMSI 


Tuangkan ketumbar 1 atau 2 sendok teh, lalu diseduh dengan air panas. Setelah air mengeluarkan zat-zat nya sekitar 15-20 menit maka Ketumbar boleh disaring dan airnya diminum. Oom saya minum setiap hari di waktu subuh. Alhamdulillah, saya juga sudah konsumsi selama sebulan. Biasanya pagi-pagi kadang masih sering menguap, ngantuk, badan pada pegel, pada sakit, kepala agak pusing, malas, tapi setelah konsumsi KETUMBAR sudah tidak lagi. Kata Oom saya, ketumbar melancarkan penyumbatan-penyumbatan kolesterol yang ada di saluran peredaran darah.



CARA PENYAJIAN :
================
1. Ketumbar 1 sdt - 1 sdm.
2. Rebus air mendidih 1 gelas.
3. Letakan Ketumbar pada saringan lalu siram dgn 1 gelas air matang suhu normal agar bersih.
4. Setelah dibilas, letakan Ketumbar ke dalam gelas.
5. Setelah air mendidih, tuangkan ke dalam gelas yg berisi ketumbar.
6. Tunggu hingga hangat.
7. Saring air rendaman ketumbar.
8. Minum rutin setiap menjelang tidur malam, atau pagi hari setelah Shalat Subuh.
9. Minum cukup 1 kali sehari. Atau 2 hari sekali, dan atau bisa disesuaikan dgn kebutuhan Anda.
10. Bisa dicampur Madu, Jahe atau Kayu Manis.

Thursday, November 22, 2018

Merantaulah..

Menangkap Hikmah - Pesan dari Imam asy-Syafi’i:

Orang berilmu dan beradab tidak diam beristirahat di kampung halaman.
Tinggalkan negerimu dan hidup asing  (di negeri orang).#

#Merantaulah…

Kau akan dapatkan pengganti dari orang-orang yang engkau tinggalkan (kerabat dan kawan).
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.#

#Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan..
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, akan keruh menggenang.#

#Singa jika tak tinggalkan sarang, tak akan dapat mangsa..
Anak panah jika tak tinggalkan busur, tak akam kena sasaran.#

#Jika matahari di orbitnya tak bergerak dan terus berdiam..
tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang.#

#Bijih emas tak ada bedanya dengan tanah biasa di tempatnya (sebelum ditambang).
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan.#

#Jika gaharu itu keluar dari hutan, ia menjadi parfum yang tinggi nilainya.
Jika bijih memisahkan diri (dari tanah), barulah ia dihargai sebagai emas murni.#

Sumber: Diwan al-Imam asy-Syafi’i. Cet. Syirkah al-Arqam bin Abi al-Arqam. Beirut. Hal. 39

Kalaulah Sempat..

Menangkap Hikmah - Ketika seorang pakar dirgantara di Kairo, ia berpesan "Saya diberikan kenikmatan oleh Allah ilmu technology sehingga saya bisa membuat pesawat terbang, tapi sekarang saya tahu bahwa ilmu agama itu lebih manfaat untuk umat Islam. Kalo saya disuruh memilih antara keduanya maka saya akan memilih ilmu Agama.")_

Sepi penghuni... Istri sudah meninggal... 

Tangan menggigil karena lemah... Penyakit menggerogoti sejak lama... duduk tak enak, berjalan pun tak nyaman... Untunglah seorang kerabat jauh mau tinggal bersama menemani beserta seorang pembantu...

 Tiga anak, semuanya sukses... Berpendidikan tinggi sampai ke luar negeri... » Ada yang sekarang berkarir di luar negeri... » Ada yang bekerja di perusahaan asing dengan posisi tinggi... » dan ada pula yang jadi pengusaha ... Soal Ekonomi, saya angkat dua jempol  » semuanya kaya raya...

Namun.... Saat tua seperti ini dia 'Merasa Hampa', ada 'Pilu Mendesak' disudut hatinya......

Tidur tak nyaman... » dia berjalan memandangi foto-foto masa lalunya ketika masih perkasa & enegik yang penuh kenangan... »

🍁🍁🍁🍁🍁🍁

Di rumahnya yang besar dia merasa kesepian, tiada suara anak, cucu, hanya detak jam dinding yang berbunyi teratur...

Punggungnya terasa sakit, sesekali air liurnya keluar dari mulutnya....

Dari sudut mata ada air yang menetes..

Rindu dikunjungi anak2nya...

Tapi semua anaknya sibuk dan tinggal jauh di kota atau negara lain...

 Ingin pergi ke tempat ibadah namun badan tak mampu berjalan....

 Sudah terlanjur melemah.... Begitu lama waktu ini bergerak, tatapannya hampa, jiwanya kosong, hanya gelisah yang menyeruak ... Sepanjang waktu .... 


• Laki-laki renta itu, barangkali adalah Saya....

• Atau barangkali adalah Anda yang membaca tulisan ini suatu saat nanti......

• Hanya menunggu sesuatu yg tak pasti...

• Yang pasti hanyalah KEMATIAN.

» Rumah Besar tak mampu lagi menyenangkan hatinya... 

» Anak Sukses tak mampu lagi menyejukkan rumah mewahnya yang ber AC...

» Cucu-cucu yang hanya seperti orang asing bila datang... 

» Asset-asset produktif yang terus menghasilkan, entah untuk siapa .?

Kira-kira jika malaikat 'Datang Menjemput', akan seperti apakah kematiannya nanti

» Siapa yang akan memandikan ? 
» Dimana akan dikuburkan ?? 

» Sempatkah anak kesayangan dan menjadi kebanggaannya datang mengurus jenazah dan menguburkan?

» Apa amal yang akan dibawa ke akhirat nanti? 

» Rumah akan di tinggal, asset juga akan di tinggal pula... 

• Anak-anak entah apakah akan ingat berdoa untuk kita atau tidak ??? 

• Sedang ibadah mereka sendiri saja belum tentu dikerjakan ???

• Apa lagi jika anak tak sempat dididik sesuai tuntunan agama???
Ilmu agama hanya sebagai sisipan saja...

🍀 'Kalau lah Sempat' menyumbang yang cukup berarti di tempat ibadah, Rumah Yatim, Panti Asuhan atau ke tempat2 di Jalan Allah yang lainnya...

🍀 'Kalau lah Sempat' dahulu membeli sayur dan melebihkan uang pada nenek tua yang selalu datang...... 

🍀 'Kalau lah Sempat' memberikan sandal untuk disumbangkan ke tempat ibadah agar dipakai oleh orang yg memerlukan..... 

🍀 'Kalau lah Sempat' membelikan buah buat tetangga, kenalan, kerabat dan handai taulan...... 

🍀 Kalau lah kita tidak kikir kepada sesama, mungkin itu semua akan menjadi 'Amal Penolong' nya ......

🍀 Kalaulah dahulu anak disiapkan menjadi 'Orang yang Shaleh', dan 'Ilmu Agama' nya lebih diutamakan.... 

🍀 Ibadah dan sedekahnya di bimbing / diajarkan dan diperhatikan, maka mungkin senantiasa akan 'Terbangun Malam', 'Meneteskan Air Mata' medoakan orang tuanya.

🍀 Kalaulah sempat membagi ilmu dengan ikhlas pada orang sehingga bermanfaat bagi sesama .... 

 *"KALAULAH SEMPAT"*

 Mengapa kalau sempat ?
Mengapa itu semua tidak jadi perhatian utama kita ?  Sungguh kita tidak adil pada diri sendiri.  Kenapa kita tidak lebih serius 'Menyiapkan Bekal' untuk menghadap-NYA dan 'Mempertanggung Jawabkan' kepadaNya?

Jangan terbuai dengan 'Kehidupan Dunia' yang  bisa  melalaikan.......

🌸 Kita boleh saja giat berusaha di dunia....tapi jadikan itu untuk bekal kita pada perjalanan panjang dan kekal di akhir Hidup kita....

( yang menulis dan menyebarkan catatan ini semoga menjadi sodaqoh ilmu dan ladang amal Shaleh).

Teruslah menjadi Pejuang Dakwah dan menabur Kebajikan selama hayat masih dikandung badan meski hanya dgn sepotong Ayat Al-Quran atau Hadist...

Semoga Bermanfaat...!

Wednesday, November 21, 2018

Menulis, Kebiasan Sederhana yang Tak Sederhana

Menangkap Hikmah - Imam Asy Syafi'i Rahimahullah berkata.."Ilmu adalah buruan dan tulisan adalah ikatannya. Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat. Termasuk kebodohan jika engkau berburu kijang, setelah itu kamu tinggalkan terlepas begitu saja".

Demikianlah hebatnya kebiasaan menulis. Sekian banyak ilmu tidak akan terlepas dari diri kita jika kita mau menangkapnya dengan tulisan. Banyak orang yang mengandalkan dengan hapalannya untuk mengingat suatu ilmu, tapi percayalah itu hanya menempel sesaat saja. Tak lama setelah itu, ilmu yang diingatnya akan terlepas darinya.

Sejatinya kegiatan menulis adalah keterampilan yang sangat bermanfaat. 
Karena semua orang punya pengalaman dan cerita masing-masing dalam hidupnya. Pengalaman dan cerita itu sedikit banyak mengandung sesuatu yang bermanfaat, yang bisa berguna bagi dirinya dan orang lain di kemudian hari.



Begitu pun ketika kita berinteraksi dengan banyak orang, terutama orang-orang yang sudah dianggap berhasil oleh masyarakat. Pasti banyak ilmu dan pengalaman yang sudah dilaluinya selama ini. Kita bisa belajar dari mereka. Menimba ilmu dan pengalaman untuk kita terapkan di kehidupan kita.

Kita bisa belajar dari kesalahan-kesalahan mereka, agar kita tidak mengulangi lagi. Dan ketika kita tuliskan dan kita berbagi dengan yang lain, maka akan lebih banyak orang yang belajar dari mereka yang sudah berhasil tersebut.

Sehingga amat sayang jika mutiara-mutiara ilmu dan pengalaman sepanjang perjalanan kehidupan kita tidak pernah terekam dalam tulisan.

Menulis sebenarnya adalah sebuah kebiasaan yang sederhana. Ya sederhana. Karena setiap hari ada sekian banyak ide dan peristiwa yang melintas di pikiran kita. Tugas kita hanya memindahkannya ke dalam kata-kata. Ya, meskipun sederhanya, tetapi ternyata tak sederhana dalam pelaksanaanya. Dibutuhkan kemampuan berbahasa dalam menyusun kata demi kata, diksi demi diksi, yang tentunya jika ini tidak dibiasakan akan menjadi sesuatu yang tidak mudah.

Menulis sejatinya adalah memindahkan kehidupan ke dalam kata-kata. Menulis adalah pekerjaan keabadian. Kita boleh sudah tiada, namun tulisan kita bisa tetap abadi sepanjang usia dunia ini ada.

Hanya 9 Bulan, 500 Pembunuhan di Indonesia

Menangkap Hikmah - Dalam waktu 9 bulan, intensitas pembunuhan yang terjadi di Indonesia meningkat drastis. Penyebab yang paling dominan adalah karena tersinggung atau sakit hati. Seperti dilansir detikcom, menurut data kepolisian, hingga September 2018, ada sekitar 500 kasus pembunuhan yang di antaranya disebabkan oleh ketersinggungan.

"Sampai September kemarin, kasus pembunuhan sekitar 500, harus didalami dulu datanya," ucap Kepala Biiro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat dihubungi detikcom, Rabu (21/11/2018) malam.

Dari 500 kasus pembunuhan itu, Dedi masih belum memaparkan berapa banyak kasus pembunuhan yang disebabkan oleh sakit hati. Menurutnya, perlu ditinjau kembali apakah motif sakit hati atau tersinggung menjadi hal yang dominan. 

Dedi mengatakan pencegahan pembunuhan dengan motif sakit hati sulit untuk dihilangkan. Perlu pelibatan tokoh-tokoh selain dari Polri.

"Susah juga. Perlu pendekatan masyarakat bisa kendalikan emosi. Pendekatan agama, itu pendekatan efektif untuk pengendalian diri. Peran lingkungan, tokoh formal. Pendekatannya harus pendekatan agama," ucap Dedi.

Dalam dua minggu ini, terjadi dua kali pembunuhan atas dasar sakit hati. Polri pun akan menggerakkan Bina Masyarakat (Bimas) untuk terjun ke masyarakat guna mensosialisasi hidup rukun.

"Dari Bhabinkamtibmas, Kanit Bimas, Kasat Bimas akan banyak terjun ke RT/RW mensosialisasikan hidup rukun, tidak mudah terpancing emosi, dan mempererat tali silaturahmi," tuturnya.

Sumber berita : detik.com

Ini Tentang Hidup

Menangkap Hikmah - Dalam hidup ini, ada satu hal paling penting yang perlu kita lakukan, yaitu memperbaiki diri.


Kita sering terlalu asyik memperhatikan orang lain hingga lupa dengan diri sendiri. Asyik melihat pencapaian orang, hingga lupa dengan target pribadi.

Kita sering asyik melihat kekurangan orang, hingga lupa kekurangan diri sendiri.

Akibatnya, orang sudah melakukan banyak hal, kita belum melakukan apa-apa. Berfokuslah untuk memperbaiki diri, dari waktu ke waktu. Semakin baik kualitas diri kita dari waktu ke waktu, maka semakin banyak pencapaian yang kita dapatkan dalam hidup.

Tentukan target pribadi yang ingin dicapai dan berfokuslah untuk memperbaiki diri dalam proses mencapai target tersebut.

Setiap orang punya jalan hidupnya masing-masing, maka perhatikanlah jalan hidupmu sendiri. Jika hal ini kita lakukan terus, selalu memperbaiki diri, maka cepat atau lambat kita akan mendapatkan kesuksesan yang kita inginkan.


Sunday, November 18, 2018

Disrupsi Perguruan Tinggi Menuju Pendidikan Discovery dan Asembling

Menangkap Hikmah - Akhir-akhir ini di media sosial sedang hangat didiskusikan dan diperdebatkan perihal universities disruption yang dipicu artikel Jim Clifton, ”Universities: Disruption is Coming”.


Secara garis besar isinya adalah mempertanyakan dan mengkhawatirkan peran masa depan pendidikan tinggi dalam menyuplai tenaga kerja industri di dunia.

Artikel tersebut ditulis karena dipicu oleh iklan Google dan Ernst & Young yang akan menggaji siapa pun yang bisa bekerja dengannya tanpa harus memiliki ijazah apa pun, termasuk ijazah dari perguruan tinggi (PT).

Iklan dari Google dan Ernst & Young tersebut seperti halilintar di siang bolong.

Ia mengejutkan dan menyambar kemapanan yang telah dinikmati oleh PT di seluruh dunia dalam perannya sebagai penyuplai tenaga ahli, hasil riset, dan pemikiran-pemikiran yang dibutuhkan dunia industri.

Namun, peran penting PT saat ini seakan telah dinihilkan oleh Google dan Ernst & Young, yang sebentar lagi kemungkinan besar akan diikuti oleh perusahaan-perusahaan raksasa dunia yang lain.
Lonceng kematian PT seakan telah didentangkan oleh kedua perusahaan raksasa tersebut, menyusul artikel yang ditulis oleh Terry Eagleton, berjudul ”The Slow Death of the University” (2015).

Artikel Eagleton memberikan gambaran bahwa Perguruan Tinggi sedang melakukan bunuh diri massal melalui pengabaian pada tugas utamanya, yakni ”pendidikan”, karena telah bergeser lebih mengutamakan ”riset dan publikasi”. Lebih menyedihkan lagi, tradisi hubungan dosen dan mahasiswa yang seharusnya berbasis ”guru dan siswa” telah bergeser menjadi ”manager dan pelanggan”.

Khusus di Indonesia, fenomena bunuh diri massal ini ditambahkan oleh keluhan bahwa para dosen saat ini lebih mementingkan meng-update LKD (laporan kinerja dosen) karena berkaitan dengan tunjangan kinerja dosen daripada meng-update materi kuliah yang diampunya.

Pertanyaan menarik untuk diajukan adalah apakah eksistensi pendidikan tinggi akan segera berakhir ataukah tetap akan ada tetapi arahnya akan berbelok tajam tidak mengikuti garis linier lagi?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kiranya perlu:

(1) melihat lagi ke belakang sejarah kaitan antara pengetahuan, sains, dan teknologi;

(2) tahap-tahap perkembangannya;

(3) esensi dan sifat dasar kaitan ketiganya dalam perspektif kekinian; dan

(4) pengaruhnya pada arah pendidikan tinggi kita di masa depan.

Sejak kelahirannya pada abad ke-17, sains modern telah melahirkan tradisi berpikir yang mengikuti garis linier hubungan antara pengetahuan, sains, dan teknologi. Pengetahuan adalah basis dibangunnya premis-premis atau dalil-dalil umum sains, yang untuk selanjutnya sains akan berperan sebagai ibu kandung dari kelahiran teknologi.

Pengetahuan tentang benda-benda di langit yang didasarkan pada pengamatan yang berulang, pada akhirnya telah melahirkan prinsip-prinsip serta dalil-dalil di bidang sains. Kemudian disusul oleh terciptanya peralatan-peralatan yang mampu digunakan untuk membuktikan dengan akurat hipotesis yang dibangun oleh abstraksi sains.

Pendek kata, keberadaan dan perilaku-perilaku alam merupakan sumber berpikir atau guru bagi terbangunnya pengetahuan manusia. Kelak di kemudian hari, pengetahuan tersebut dapat digeneralisasi dalam formula-formula yang dapat menuntun manusia untuk menciptakan alat-alat bantu yang dapat memudahkannya melakukan kegiatan-kegiatan yang sulit dan rumit.

Puncak dari tradisi berpikir yang mengikuti garis linier ini adalah masa yang disebut dalam sejarah sebagai revolusi industri, yang usianya sampai saat ini baru sekitar 200 tahun, tetapi pengaruhnya pada perubahan alam dan perubahan perilaku manusia sungguh sangat luar biasa.


Perkembangan Selanjutnya


Revolusi industri ternyata bukan saja hasil puncak dari perkembangan sains modern, melainkan juga awal terciptanya alam (buatan) baru. Tradisi cara berpikir manusia kemudian berubah dari linier jadi siklikal karena produk-produk teknologi yang dihasilkan manusia tidak saja hanya dilihat sebagai ”hilir” dari pengetahuan dan sains, tetapi juga sebagai ”hulu” pengetahuan untuk melahirkan sains dan produk-produk teknologi baru.

Pergeseran cara berpikir ini dapat kita kenali dari berubahnya cara berpikir yang semula disebut sebagai discovery menjadi innovation.

Cara berpikir ”inovasi” telah meremas pengetahuan, sains, dan teknologi ke dalam satu genggaman tangan untuk kemudian dibentuk jadi bentukan-bentukan baru yang lebih mudah dipahami, lebih canggih, lebih mudah untuk memudahkan manusia, dan tentu saja lebih memesona.

Namun, yang sangat mengejutkan, ternyata dalam waktu hanya sekitar 15 tahun terakhir ini cara berpikir manusia modern sudah bergeser dari ”inovasi” menjadi ”hiper-inovasi” atau tepatnya ”hiper-siklikal”.

Artinya, inovasi tidak lagi sekadar dijalankan di atas ”produk tunggal” untuk menambah nilai kebaruan dari produk tersebut, tetapi inovasi dilakukan di atas ”banyak produk” (multiproduk) untuk dilipat jadi satu produk. Alhasil, ia bukan saja melahirkan nilai kebaruan pada produk lama, melainkan sekaligus melahirkan produk-produk baru atau benda-benda baru yang sebelumnya belum pernah ada.

Cara berpikir seperti ini kemudian melahirkan panggung-panggung perlagaan di dunia industri untuk saling bunuh dan saling mengalahkan.

Akhirnya, kita banyak menyaksikan perusahaan-perusahaan raksasa dunia terjungkal tanpa membuat kesalahan manajemen maupun produksi hanya karena munculnya benda-benda industri baru yang mengambil teritori pasarnya lantaran para pelanggannya dengan sukarela meninggalkan produk-produknya karena dianggap kuno alias tidak gaul lagi. Dalam payung berpikir seperti itu (hiper-inovatif), baik produsen maupun konsumen hidup dalam perlagaan-perlagaan yang sangat ketat, sibuk, dan cepat karena ”kegaulan” produk-produk teknologi saat ini jadi berusia amat pendek.


Cara Berpikir Asembling


Untuk melahirkan benda-benda baru serta jasa-jasa baru tersebut di atas dalam payung berpikir ”hiper-inovasi”, sesungguhnya kita telah mereduksi cara berpikir kita dari discovery ke innovation lalu ke asembling. Cara berpikir yang terakhir ini adalah cara berpikir yang menggunakan ilmu gathuk (Jawa). Meng-gathuk-kan orang yang punya sepeda motor atau mobil dengan orang yang memerlukan jasa transportasi melalui IT. Meng-gathuk-kan orang yang perutnya lapar dengan pemilik produk makanan dengan pemilik sepeda motor yang mau disuruh dengan upah melalui IT.

Dengan ”ilmu gathuk”, saat ini banyak orang bisa mendapatkan rezeki tanpa harus bekerja di kantor atau di pasar, dan juga banyak orang malas tetapi punya duit yang dimudahkan.

Saat ini, cara-cara berpikir dengan ”ilmu gathuk” telah tumbuh dengan pesat dan subur serta telah melahirkan karya-karya jasa ataupun produk benda-benda yang sangat nyata dan dibutuhkan oleh masyarakat. Ilmu semacam ini dapat dilakukan oleh siapa saja, tanpa harus memiliki ijazah apa pun, termasuk ijazah dari PT. Cara berpikir seperti inilah barangkali salah satu yang dibaca dan ditangkap Google dan Ernst & Young untuk berani merekrut siapa pun tanpa ijazah apa pun untuk bekerja dengannya.


Sistem Pendidikan Asembling


Atas dasar kondisi seperti itulah barangkali Jim Clifton merasa gelisah dan khawatir akan masa depan eksistensi PT dalam perannya sebagai penyedia tenaga kerja industri. Keahlian ilmu gathuk seperti itu ternyata ”tak pernah” dan ”tak perlu” diajarkan PT. Ilmu seperti itu dapat dipelajari siapa pun, di mana pun, dan kapan pun.

Kekhawatiran Jim Clifton barangkali ”sangat berguna” untuk mendefinisikan ulang peran pendidikan tinggi dalam perubahan-perubahan alam dan kehidupan manusia di masa depan. Paling tidak, ada dua arus utama pendidikan tinggi yang dapat ditawarkan kepada masyarakat.

Pertama, pendidikan tinggi yang diselenggarakan atas dasar semangat Discovery.

Artinya, pendidikan tinggi semacam ini mengorientasikan kegiatannya untuk dapat meraih ”penemuan-penemuan” besar yang berguna bagi perubahan-perubahan kehidupan manusia di masa depan. Riset-risetnya dilakukan atas dasar ”kerja kolektif” untuk diarahkan pada ”penyelesaian masalah-masalah besar” dan ”penemuan-penemuan besar” sehingga PT semacam ini jumlahnya memang harus dibatasi, termasuk jumlah mahasiswanya juga dibatasi pada mereka yang memang memiliki kemampuan dasar luar biasa (melalui seleksi yang ketat).

Untuk perguruan tinggi semacam ini, idealnya diselenggarakan atas basis subsidi, dalam arti mahasiswa tidak dipungut biaya alias gratis karena mereka kelak akan jadi pemandu perubahan kehidupan manusia. Setelah lulus mereka tidak dibiarkan mencari pekerjaannya sendiri, tetapi sudah dikaitkan dengan tugas-tugas besar yang harus dilakukan.

Kedua, pendidikan tinggi yang diselenggarakan atas semangat berpikir Asembling, atau pendidikan yang diselenggarakan untuk melembagakan cara berpikir ”perakit”, sehingga tugas utamanya melahirkan sebanyak-banyaknya tenaga ahli perakit yang sangat dibutuhkan oleh industri.

Pendidikan seperti ini mungkin mirip pendidikan vokasi, tetapi bedanya terletak pada ”cara berpikir” yang luas, melintas disiplin, dan kompetensi yang dihasilkannya mampu melahirkan produk-produk baru, baik berupa barang maupun jasa. Mungkin pendidikan semacam ini tepat disebut ”pendidikan vokasi plus”.

Taiwan, Korea, dan China tampaknya telah memberi perhatian besar terhadap pengembangan pendidikan semacam ini.

Dengan menyelenggarakan Dua Arus Utama pendidikan tinggi semacam itu (discovery dan asembling), kekhawatiran atas kemungkinan bangkrutnya pendidikan tinggi tidak beralasan lagi. Selain eksistensi pendidikan tinggi tetap dapat dipertahankan, maka pendidikan tinggi dikembalikan lagi perannya sebagai pemandu atau penuntun peradaban manusia, bukannya sebagai pembebek (pengekor) apa saja yang telah dilakukan oleh dunia industri.


Oleh: Sudaryono, Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Wednesday, January 03, 2018

ESQ, Visi Besar Membangun Manusia Menuju Indonesia Emas

“Membangun sebuah gedung pencakar langit membutuhkan waktu 3-4 tahun. Sedangkan membangun manusia membutuhkan waktu 30 – 40 tahun. Namun satu manusia yang berhasil dibangun, mampu mendirikan satu kota yang berisi ratusan gedung pencakar langit.”

Menangkap Hikmah - Sebegitu vitalnya membangun manusia, karena manusialah yang sesungguhnya akan mengelola bumi. Begitu pun kemajuan suatu negara sangat ditentukan pada sumber daya manusianya. Jika sumberdaya manusianya dikelola dengan baik, maka akan menjadi berkah dan negara tersebut akan menjadi negara maju. Namun jika sumber dayanya tidak dikelola dengan baik, maka akan menjadi musibah dan negara tersebut akan menjadi negara tertinggal.

Melihat amat pentingnya pembangunan sumber daya manusia ini, maka sudah semestinya hal ini menjadi prioritas utama di dalam membangun negeri ini. Begitu pun di Indonesia. Kurangnya sumber daya berkualitas menjadikan daya saing Indonesia lemah dibandingkan negara-negara lainnya. Indonesia membutuhkan manusia-manusia berkualitas yang mampu membangun negerinya.

Inilah yang menjadi kegalauan dari seorang Ary Ginanjar Agustian hingga mendirikan sebuah lembaga training Pembentukan Karakter yang ia beri nama ESQ, kepanjangan dari Emotional Spiritual Quotient atau kecerdasan Spiritual dan Emosional.

Ary melihat bahwa pembangunan manusia hari ini lebih banyak difokuskan kepada membangun aspek fisik atau intelektual dan mengabaikan aspek emosi dan spiritual. Sehingga krisis multidimensi terjadi di negeri ini. Maka Ary menggagas sebuah training yang dikemas khusus untuk membangun karakter berdasarkan nilai-nilai Ihsan, 6 rukun Iman dan 5 rukun Islam atau disederhanakan dengan 165.

Training ESQ telah berjalan selama 17 tahun dan menyebarkan nilai-nilai 165 ke seluruh Nusantara termasuk ke negara tetangga, Malaysia, Singapura bahkan Amerika dan Eropa. Perjalanan membangun karakter bangsa ini tidak ditempuh dengan mudah. Banyak rintangan dan hambatan yang dihadapi oleh Ary. Salah satunya adalah serangan-serangan dimana ia dianggap sesat dan menyimpang di dalam training yang ia selenggarakan. Serangan-serangan ini pun ditindaklanjuti oleh Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia yang pada akhirnya mengeluarkan sertifikat lulus syariah.

Sebenarnya apa yang dilakukan Ary adalah menerjemahkan ayat-ayat di dalam Al Qur’an dan Hadist agar tidak menjadi ajaran yang dibaca di masjid saja, namun dibumikan ke dalam berbagai aktivitas dunia. Salah satunya adalah dengan menerjemahkan ilmu 5 jari yang Ary ambil dari 5 Rukun Islam. Dimana rukun yang pertama adalah syahadat artinya orang hidup harus punya visi, punya tujuan. Dan tujuan utama kita adalah Allah.

Sunday, December 10, 2017

Fokus Pada Kekuatan

Menangkap Hikmah - Otak kita ibarat hamparan tanah yang luas. Sebagiannya adalah tanah yang gersang, tanah seperti ini kurang subur untuk ditanam. Perlu usaha keras untuk membuat tanaman agar tumbuh baik di tanah seperti ini. 
.
Namun sebagian hamparan itu adalah tanah yang subur. Tanah seperti ini sangat baik untuk bercocok tanam. Buah-buahan dan sayur mayur akan tumbuh dengan subur di atas tanah ini.

Tanah yang subur itu bisa kita sebut dengan bakat dan itulah kekuatan kita. Sedangkan tanah yang kurang subur itu adalah kelemahan atau kekurangan kita.

Jika hamparan tanah yang luas itu adalah milik kita, sebagian ada yang subur dan sebagian ada yang gersang, maka apa yang kita lakukan dengan tanah tersebut ? Apakah kita menghabiskan waktu untuk bercocok tanam di atas tanah yang gersang dan berharap agar tanamannya tumbuh subur ?

Ataukah kita habiskan waktu untuk bercocok tanam di atas tanah subur yang diatasnya tumbuh dengan mudah berbagai tumbuhan ?

Jika kita seorang petani, maka kita akan fokuskan perhatian kita kepada tanah yang subur. Kita akan tanam buah-buahan dan sayur mayur yang akan tumbuh dengan subur dan kita bisa nikmati hasilnya dengan maksimal. Hasilnya bisa kita makan sendiri atau kita jual sehingga mendapatkan keuntungan yang banyak.

Allah telah memberikan kepada setiap diri kita tanah yang subur. Itulah bakat. Itulah kekuatan kita. Namun tidak banyak orang yang menyadari memiliki kekuatan. Banyak yang hanya terfokus pada kelemahan mereka dan dengan kelemahan itulah mereka hidup.

Ibarat orang yang menanam di tanah gersang, ia berusaha payah untuk menanam tetapi yang tumbuh tidak seperti diharapkan. Ia lupa, bahwa ia juga punya tanah yang subur dan di tanah itu ia lebih mudah bercocok tanam.
.
Setiap orang, pasti Allah berikan kekuatan dan kelemahan. Temukan kekuatan kita dan berfokuslah pada kekuatan tersebut, dan jangan fokus pada kelemahan.
.
Dengan fokus pada kekuatan, kita dapat mengenali bakat kita dan membangunnya menjadi sesuatu yang bernilai produktif dan bermanfaat. Sehingga kita bisa menikmati apa yang kita kerjakan, karena yang kita kerjakan adalah sesuatu yang “gue banget’.

Reinventing Your Self Again

Menangkap Hikmah - Masih ingat dengan Nokia? Gadget yang pernah dijuluki dengan HP sejuta umat ini.. Apakah kita pikir mereka sudah tamat ?
.
Coba pikirkan lagi..
.
Pada saat bisnis handphone mereka menurun drastis, mereka jual bisnis itu ke Microsoft, dan mereka fokus ke infrastruktur jaringan (BTS, Switching dsb).
.
Sekarang Nokia network infrastructure berjaya, menjadi one of the market leader, bahkan membeli Motorola, Siemens, Alcatel dan Lucent!
.
Mereka berhasil menemukan diri mereka, re-invent themselves!
.
Sebenarnya itu bukan pertama kalinya mereka melakukan itu. Nokia dulunya adalah perusahaan yang memproduksi kayu dan hasil hutan, karet, ban mobil, kemudian mereka reinvent dan memproduksi kertas, kemudian kabel, kemudian TV, handphone dan sekarang mereka berjaya dengan network infrastructure!
Bagaimana dengan kita ?
Apakah kita siap untuk reinvent diri kita ?
Saya punya teman yang berijazah S1 di bidang arsitektur. Ia mereinvent dirinya sendiri menjadi People Development Expert. Akhirnya sekarang ia dipercaya menjadi Vice President di perusahaan tempatnya berkarir.
.
Ada lagi teman yang lulus sarjana komputer. Ia mereinvent dirinya bukan di bidang komputer tapi di konveksi. Orderannya laris dari mana2..Ia berhasil mereinvent dirinya.
.
Itu adalah beberapa contoh orang yang berhasil reinvent dirinya sendiri dan reinvent kariernya.
.
Apapun yang anda kerjakan sekarang, perusahaan apapun di mana anda bekerja sekarang, industri di mana anda bekerja sekarang, tidak ada yang akan terhindar dari disruption yang akan mengganggu bisnis anda, dan kalau anda tidak bersiap2 karier atau usaha anda bisa seperti Kodak.
.
Namun kalau anda bersiap-siap dan ready to reinvent yourself, anda bisa menjadi Fuji atau Nokia yang terus menerus sukses.
.
Jadi, apa yang anda bisa lakukan untuk reinvent yourself?
.
Ikuti kelima langkah di bawah ini ...
1. Analisa apa saja yang menjadi Kekuatan2mu saat ini.
Analisa, kenali dan catat, sebenarnya kekuatanmu itu di bidang apa? Apakah yang anda mampu lakukan dan lebih jago daripada yang lain?
Apakah itu desain ? Ataukah menjual? Meyakinkan customer? Presentasi? Berkomunikasi? atau apa? Identifikasi 3 Kekuatanmu.
.
2. Tentukan "Bidang Baru" apa yang ingin kamu tekuni.
.
Cari bidang baru atau industri baru yang kamu akan tekuni. Keluarlah dari comfort zone (zona nyaman).
Ingat comfort dan progress tidak selalu bisa berjalan bersama. Kalau kita mau comfortable (nyaman), siap siap, kita tidak akan maju.
Kalau kita mau progress (maju), siap siap, perjalanan hidup kita tidak akan comfortable (nyaman).
3. Temukan Kekuatanmu yang bisa kamu gunakan di Bidang Barumu.
.
Mungkin selama ini kamu suka menjual apa saja dan mudah dibeli orang. Berarti kamu punya kekuatan sebagai influencer, atau orang yang memiliki kemampuan mempengaruhi orang.
.
Jika selama ini kemampuan sales kamu lakukan dgn cara tradisional, dari pintu ke pintu, kamu mungkin bisa mulai mempeluaskan wilayah salesmu dg menggunakan teknologi internet.
.
Dengan belajar hal yang baru dan bidang yang baru, maka kemampuan kamu akan bertambah dan bertambah juga penghasilan kamu.
4. Pelajari ilmu dan skill yang dibutuhkan di Bidang Barumu.
.
Ingatlah, kita telah berpindah dari era senioritas atau era umur ke era agility. Sekarang bukan lagi kompetensi tentang umur atau pengalaman anda.
Sekarang adalah tentang kompetisi di mana siapa yang lebih banyak belajar dan bekerja keras yang akan memenangkan kompetisi di masa depan.
5. TERUSLAH tekuni bidang barumu dan BERANILAH menghadapi rintangan.
.
Ok, sekarang kita sudah siap melangkah, aset kita sudah cukup. Ambil resiko, galilah peluang2 yang terkubur selama ini dan beranilah mencoba.
.
Hidup adalah tentang menangkap peluang dan mengelola resiko..Beranilah untuk mencoba hal2 baru dalam bidang baru..
.
Jadi untuk menemukan dirimu kembali, to reinvent yourself and your career, coba terapkan kelima langkah di bawah ini ...
.
1. Analisa apa saja Kekuatan2mu saat ini.
2. Tentukan "bidang baru" yang ingin kamu tekuni.
3. Temukan kekuatanmu yang dapat kamu gunakan di bidang barumu.
4. Pelajari ilmu dan skill apa yg dibutuhkan di bidang barumu itu.
5. TERUSLAH tekuni bidang barumu dan BERANILAH menghadapi rintangan.
.
Selamat menemukan dirimu yang baru..Have a nice reinventing your self..
.
Semoga Allah membimbing kita semua. Aamiin.

Reinventing Your Self, Menemukan Kembali Dirimu

Menangkap Hikmah - Ada pepatah mengatakan ,"Kita tak bisa mengendalikan badai yang akan menyerang kapal kita, tapi kita bisa menyesuaikan layar yang kita punya".
.
Pelan atau lambat, gangguan pasti akan datang. Bisnis anda akan terganggu, itu pasti, dan anda tidak bisa mencegah, mengontrol atau mengendalikan itu.
.
Gangguan itu dikenal dengan istilah populernya sebagai Disruption.
.
Dengan keadaan seperti ini, yang bisa kita kontrol adalah bagaimana kita menghadapi disruption tersebut.
.
Masih ingat produk foto dengan merek Kodak dan Fuji Film ?
.
Kodak, sebuah perusahaan yang gagal re-invent (menemukan) dirinya sendiri, dan nasib tragis dialami perusahaan besar tersebut.
.
Ternyata besarnya perusahaan, banyaknya uang yang dimiliki, dan kesuksesan masa lalu sebuah perusahaan sama sekali tidak menjamin kesuksesan dan keberlangsungan sebuah perusahaan di masa depan!
.
Bagaimana dengan Fuji Film ?
.
Bagi orang2 yang lahir di tahun 1970 dan 1980-an semua sih tahu bahwa dulu Fuji Film juga berjaya. Bahkan pada tahun 1980-an hampir di banyak sudut di kota2 selalu ada toko berwarna hijau bernama Fuji Image Plaza, tempat kita mencetak foto foto kita.
.
Kebayang gak, profit yang mereka hasilkan dari situ?
.
Cuma ternyata orang lama2 tidak mencetak lagi. Di Indonesia kita tidak lagi melihat banyak toko Fuji Image Plaza, pelan2 mulai tutup satu per satu.
.
Tetapi bagaimana dengan Fuji Film di Jepang? Apakah mereka bangkrut? Ternyata tidak! Profit mereka masih tinggi!
.
Bagaimana mereka bisa tetap untung ? Mereka melakuka "re-invent themselves", menemukan diri mereka sendiri.
.
Mereka tahu mereka punya produk andalan, tinta kimia untuk mencetak foto. Tetapi mereka juga melakukan penelitian yang terus menerus agar foto2 itu tahan lama.
.
Ada sebuah cairan kimia yang mampu mengawetkan foto2 itu. Dan ternyata dengan sedikit modifikasi, zat kimia itu bisa untuk mengawetkan kulit dan menjadi bahan untuk produk kosmetika.
.
Dan hebatnya sekarang profit Fuji berkembang terus karena mereka menjadi pemasok utama perusahaan-perusahaan kosmetik dunia.
.
Ini adalah sebuah contoh bagaimana sebuah perusahaan bisa "re-inventing itself". Dan sekarang mereka sukses dan berjaya.
.
Inilah bedanya antara perusahaan yang hebat dengan perusahaan lainnya. Mereka mampu menemukan dirinya sendiri, "Re-invent themselves".
.
Dalam contoh di atas, Fuji mampu re-invent themselves dan akhirnya mereka mampu survive dan sukses terus!
.
Ingatlah..gangguan di atas bukan hanya terjadi pada sebuah perusahaan. Bahkan gangguan itu bisa terjadi pada diri kita sendiri, pada usaha kita atau pada karir kita..
.
Bisa jadi produk kita sudah tak lagi sesuai dengan kebutuhan konsumen hari ini. Atau cara menjualnya yang sudah tidak relevan atau mungkin hal2 lainnya yang sudah ketinggalan zaman (jadul)..
.
Sehingga untuk memastikan keberhasilan bisnis atau karir kita di masa depan, salah satu caranya adalah dengan kita menemukan diri kita kembali..
.
Bagaimana caranya kita menemukan diri kita kembali ? InsyaAllah posting besok akan menjawabnya..
(Ide dan tulisan diatas diambil dari group WA yang beredar yg tidak disebutkan nama penulisnya. Telah saya edit dan sesuaikan konteks bahasanya agar bisa bermanfaat bagi banyak pembaca. Terima kasih.)

Thursday, October 12, 2017

Jangan Ikuti Langkahnya

Menangkap Hikmah - Sudah kita sadari bahwa setan adalah musuh yang nyata bagi kita. 
Namun sayangnya, masih banyak diantara kita yang mengabaikan perilaku sehari-hari yang justru menunjukkan bahwa setan adalah teman kita.

Diantaranya kebiasaan makan dengan tangan kiri. Padahal Rasulullah sudah mengingatkan kebiasaan ini untuk dihindari dalam sebuah hadist :

Dari Ibnu 'Umar radhiyallahu Ta'ala 'anhuma bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam bersabda :
"Jika salah seseorang dari kalian makan, maka makanlah dengan tangan kanannya dan jika minum maka minumlah dengan tangan kanannya. Sesungguhnya syaithan makan dengan tangan kirinya dan syaithan minum dengan tangan kirinya pula."  (HR Imam Muslim)

Salah satu sifat setan adalah makan dan minum dengan tangan kiri, maka kita diperintahkan untuk menyelisihi setan. Ini sebagai tanda bahwa kita menjadikan setan sebagai musuh kita.

Pernah juga Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam mendoakan keburukan bagi orang yang makan dengan tangan kiri. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Salamah bin Al Akwa radhiyallahu ta'ala 'anhu, Rasulullah bersabda :
.
"Ada seorang yang makan di sisi Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam dengan tangan kiri, maka Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mengatakan, "Makanlah dengan tangan kananmu." Kata orang tersebut: "Saya tidak bisa makan dengan tangan kanan."
Maka Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam mendoakan keburukan bagi orang ini, Beliau mengatakan: "Engkau tidak akan mampu, sesungguhnya tidak menghalanginya kecuali karena kesombongan."


Maka orang ini pun tidak mampu mengangkat tangan kanannya untuk makan setelah itu, dia selalu menggunakan tangan kirinya."
(HR Muslim no. 2021)

Marilah kita mulai memperhatikan kebiasaan-kebiasaan kecil yang selama ini kita abaikan. Meskipun dalam pandangan manusia ini masalah kecil, tapi pengabaian ini bisa menjauhkan kita dari rahmat Allah.

Kalau kita mengaku hamba Allah dan ummat Rasulullah, kerjakan perintah-Nya walau sekecil apapun, semoga  rahmat Allah selalu dicurahkan kepada orang-orang yang mengikuti petunjuk-Nya. Selamat makan dan minum dengan tangan kanan ya..

Monday, October 09, 2017

Musuh yang Nyata

Menangkap Hikmah - Setiap orang yang mengaku muslim maka hendaklah ia jangan menjadi muslim yang setengah-setengah. Seorang muslim adalah orang yang sudah menyerahkan hidupnya untuk menjadi hamba Allah dan umat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Bersamaan dengan itu, ketika seorang mengikrarkan Tuhannya adalah Allah, maka ia juga mengikrarkan bahwa musuhnya adalah setan La'natullah 'alaihi. Karena Allah sendiri yang menjelaskan bahwa setan itu musuh yang nyata bagi seorang muslim.



Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Wahai orang-orang yang beriman, masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguhsetan itu musuh yang nyata bagimu. (QS. Al Baqarah : 208)

Sungguh 
setan sudah menyiapkan langkah-demi langkah untuk menarik kita menjadi teman-temannya di neraka. Dan orang yang setengah-setengah keimanannya, menjadi sasaran empuk setan untuk menjadi teman mereka.
.
Maka solusi agar kita tidak menjadi teman-teman setan adalah jangan sekali-kali kita mengikuti langkah-langkah setan. Selalu deklarasikanlah dalam hidup kita bahwa : " Setan itu adalah musuh yang nyata bagiku !".
.
Dengan kita menyadari "Setan adalah Musuh" maka kita akan menghindari segala jalan-jalan dan sarana yang mendekatkan kita kepada setan. Dan pada saat yang sama tanpa kita sadari, kita akan semakin dekat kepada Allah subhanahu wata'ala.

Wednesday, May 18, 2016

Kemana Para Orang Tua Hari ini ?

Menangkap Hikmah - Miris rasanya membaca berita-berita mengerikan hari ini. Kriminalitas bukan lagi dilakukan oleh orang-orang dewasa. Sekarang anak-anak usia tanggung pun sudah berani melakukan tindakan kriminal diluar batas kemanusiaan. Bahkan binatang pun tidak melakukan hal itu kepada binatang sejenisnya.
.
Banyak hujatan diarahkan kepada anak-anak yang melakukan tindak kekerasan tersebut. Makian, cacian, umpatan sahut menyahut di berbagai sosial media melaknat perbuatan mereka.
.
Tentu bukan salah yang mengumpat juga..karena kelakuan mereka memang sudah di luar batas perikemanusiaan. Tapi pernahkah kita bertanya..bahwa sesungguhnya mereka, para pelaku yang usianya masih belia itu juga korban..ya mereka juga korban..
.
Korban orang tua mereka yang tidak mendidik mereka semestinya. Korban lingkungan yang membentuk tabiat mereka. Korban kemajuan teknologi, gadget, youtube, tayangan televisi, content-content porno media cetak dan elektronik yang mengumbar nafsu..
.
Mereka juga adalah korban...
Wahai para orang tua..Kemana kalian hari ini ? Tegakah kalian melihat anak-anak kalian yang masih berumur 13 tahun, 14 tahun menjadi pemerkosa, pembunuh ?
.
Mereka mestinya masih belajar matematika, fisika, kimia dan pelajaran lainnya. Mereka mestinya masih menyusun langkah demi langkah untuk meraih masa depan mereka.
.
Tapi kini masa depan mereka hancur berantakan karena kelakuanmu wahai para orang tua. Kau tak sadar hancurkan masa depan anakmu dengan membiarkan mereka melakukan apa saja..
.
Wahai para orang tua...kau biarkan anak-anakmu menonton tayangan televisi yang belum waktunya, content pornografi di internet, dan kau biarkan anak-anakmu bermain game pembunuh, game pencuri mobil dan game-game kekerasan lainnya.
.
Kini...apa yang kau tanam, kau tuai hasilnya...Wahai para orang tua..kemanakah kalian hari ini ?
.
Kalian tak rela uang kalian yang jumlahnya tak seberapa, anggaplah 10 juta atau 15 juta kalian titipkan ke orang lain. Tapi kalian tega menitipkan anak kalian yang tak ternilai harganya kepada orang lain yang tidak kalian kenal baik di rumah.
.
Wahai para orang tua...anak-anak yang Allah berikan kepada kita adalah amanah. Mengapa mereka kini kau sia-siakan ?
.
Mungkin hari ini bukan anak-anak kalian yang melakukan kekerasan. Tapi kalau kalian tidak mengambil pelajaran mulai hari ini, bisa jadi pelaku kekerasan itu adalah anak-anakmu sendiri.
.
Wahai para orang tua...ada dimana kalian hari ini ?

Friday, September 19, 2014

Mau Anak Kita Sukses..Mulailah dari Kebiasaan Bangun Pagi

Mendambakan anak-anak yang rajin dan sukses adalah harapan dari semua orang tua. Namun di zaman yang serba bersentuhan dengan internet dan gadget saat ini, bukan urusan mudah untuk membentuk kebiasaan sukses untuk anak-anak kita.

Tapi itu bukan alasan kita sebagai orang tua untuk menyerah. Setiap orang tua, hendaklah memulai membangun sejak dini kebiasaan-kebiasaan yang dapat membentuk anak-anak menjadi pribadi yang rajin.

Berikut ini beberapa tips yang bisa kita lakukan untuk membentuk anak-anak kita menjadi generasi yang rajin..

1| Perbaikan kualitas generasi selayaknya dimulai dgn kebiasaan bangun di pagi hari. Sebab generasi unggul bermula dari pagi yg masygul (sibuk)
2| Kebiasaan bangun pagi hendaklah dimulai dari usia dini. Peran Ayah amat dinanti. Ayah yg peduli tak abai dalam urusan bangun pagi buah hati
3| Jika anak terbiasa bangun siang. Maka keberkahan hidup melayang. Aktivitas ruhani menjadi jarang. Perilaku menjadi jalang
4| Mulailah dengan malam yang berkualitas. Anak tidak terjaga di ambang batas. Harus buat peraturan tegas. Kapan terjaga dan kapan pulas
5| Sehabis isya jangan ada aktivitas fisik berlebihan. Upayakan aktivitas yang menenangkan. Membaca atau bercerita yg berkesan
6| Biasakan berbagi perasaan. Mulai dengan cerita aktivitas harian. Evaluasi jika ada yang tidak berkenan. Sekaligus sarana pengajaran
7| Buat kesepakatan bangun jam berapa. Lantas anak mau dibangunkan bagaimana. Jadikan ini sebagai modal membangunkan di pagi harinya
 Tutuplah aktivitas malam dengan dengarkan tilawah. Agar anak tidur membawa kalimat Allah Pemberi Rahmah. Terekam dalam memorinya sepanjang hayah
9| Pagi pun datang. Jalankan kesepakatan yang dibuat sebelum tidur menjelang. Bangunkan anak penuh kasih sayang. Bangunkan dengan cara yg ia bilang
10| Jika anak menolak tuk beranjak, ingatkan akan kesepakatan semalam. Anak siap terima konsekuensi tanpa diancam. Batasi kesenangan yg ia idam
11| Bangunkan anak dengan kalimat Ilahi. Agar paginya diberkahi. Jika perlu adzan di telinga kanan dan kiri. Bisikan dengan lembut tembus ke hati
12| Jika ia segera bangun, jangan lupa apresiasi. Hadiahi dengan doa dan kecupan di pipi. Tak lupa bertanya tentang mimpi. Anak butuh transisi
13| Jika anak telah terjaga, siapkan aktivitas olah jiwa dan raga. Agar fisik anak bergerak tak kembali ke kasur yg menggoda. Mudah-mudahan jadi pola
14| Jalankan pola ini minimal 2 pekan. Agar lama-lama jadi kebiasaan. InsyaAllah anak bangun pagi dengan kesadaran. Sebab tubuhnya telah menyesuaikan
15| Jika ayah tak sempat membangunkan, karena harus segera ke kantor kejar setoran, mintalah ibu berganti peran. Agar anak tak merasa diabaikan
16| Jangan sampai anak tumbuh remaja, punya kebiasaan yg tidak mulia. Bangun pagi selalu tertunda. Sholat shubuh di waktu dhuha. Banyak melamun tak ada guna
17| Jika terlanjur anak bangun kesiangan. Buatlah rencana bersama pasangan. Konsisten dan tidak saling menyalahkan. Fokus kepada upaya perbaikan
18| Sebelum terlambat, segera bertindak cepat. Agar masa depan anak selamat. Fokuslah kepada perbaikan pola tidur yg sehat
19| Jika anak terbiasa bangun pagi sedari dini, itu ciri anak berprestasi. Tak mudah dipengaruhi berbagai pergaulan yg tidak islami
20| So, tunggu apalagi. Jangan cuma bisa marah dan mencaci. Segera bertindak untuk buah hati. Fokuslah kepada bangun pagi. Selamat beraksi.

Oleh :
Bendri Jaisyurrahman

Saturday, April 19, 2014

Semua Bagian dari Kehidupan ini adalah Kesempatan, Bukan Masalah.

Opportunity Series, April 2014, Muhammad Nussyirwan


Buat sebagian orang tidak mudah menghadapi kehidupan. Begitu banyak masalah dalam hidup yang datang silih berganti. Buat sebagian orang lagi, kehidupan begitu menyenangkan. Sesuatu yang dianggap banyak orang masalah, bagi ia justru dianggap kesempatan. Kejadiannya sama, tapi responnya berbeda. Yang satu menganggap masalah, yang lain menganggap kesempatan. Mengapa kejadian yang sama direspon berbeda ?

Perbedaan ini sedikit banyak dipengaruhi oleh beragam faktor seperti latar belakang pendidikan, pengalaman hidup, pekerjaan, pergaulan dan faktor-faktor lainnya.

Perbedaan ini sekaligus menunjukkan kelompok orang-orang yang berfikir positif dan negatif. Bukan jaminan orang yang pendidikannya tinggi berpikir positif. Tidak jaminan juga orang yang pendidikannya lebih rendah berpikir negatif. Memang idealnya, orang yang punya pendidikan lebih tinggi akan berpikir lebih luas, mereka yang punya track record kerja panjang punya banyak pengalaman, yang pergaulannya luas lebih bisa membangun jaringan dan semua itu akan membentuk pola pikir kesempatan bukan masalah.

Dikisahkan dua orang sales yang ditugaskan untuk menjual sepatu di sebuah daerah pedalaman. Sales pertama ditugaskan lebih dulu. Ketika ia sampai di daerah tersebut, ia melihat tidak ada orang yang pakai alas kaki. Kemudian ia mengeluh “ Bagaimana bisa laku produk ini disini, tidak ada yang pakai sepatu”.

Kemudian ia melaporkan keadaan tersebut kepada kantor pusat dan minta dikembalikan ke tempat ia sebelumnya bertugas.

Setelah itu, sales kedua ditugaskan ke daerah tersebut dengan harapan ada informasi lain yang bisa didapatkan oleh perusahaan tersebut untuk memasarkan produk mereka. Ketika sales kedua sampai di daerah yang dituju, ia berseru “Wow...it’s great ! Tidak ada orang yang pakai alas kaki disini. Berarti produk kita akan laku karena ini barang baru disini dan lebih hebatnya lagi kita tidak memiliki pesaing disini !
Tentu saja kedua sales itu bisa berdebat untuk menentukan apakah keadaan itu adalah masalah atau kesempatan. Terlepas dari pendapat mana  yang benar, yang menarik adalah cara melihat keadaan yang sangat berbeda diantara keduanya. Itulah yang sering kita temukan di dunia nyata kita.

Kadang kita melihat ada seorang karyawan yang mengeluh kita diberi tugas oleh atasannya. Padahal sebenarnya dengan tugas itu ia punya kesempatan untuk dipromosikan di tempat yang lebih tinggi. Ada juga karyawan yang bersemangat ketika diberikan  tugas oleh atasannya, karena ia tahu ia sedang diberikan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan dirinya. Ia sadar, ketika ia diberikan jabatan yang lebih tinggi, artinya ia akan punya tanggungjawab lebih besar. Dan tanggungjawab yang besar itu tidak akan bisa ia selesaikan tanpa kemampuan yang besar juga. Tapi jangan khawatir..ia sejalan dengan itu, ia akan mendapatkan apresiasi yang besar juga..

“Aciiiim...!!!”, saat saya sedang menulis artikel ini, saya bersin. Ketika saya bersin dan mengucapkan Alhamdulillah..saya bersyukur bahwa ini adalah kesempatan untuk mendapatkan doa dari istri saya yang mendengar bersin saya kemudian mengucap “Yarhamukallah..semoga Allah merahmatimu..”. Ketika itu juga saya kembali bersyukur bahwa ini adalah kesempatan bagi saya untuk mendoakan kembali istri saya dengan mengucapkan “ Yahdikumullah wa yushlihu baalakum..semoga Allah memberikanmu petunjuk dan memperbaiki keadaanmu”.

Bagaimana ? Indah bukan jika segala yang lewat dalam hidup kita ini kita lihat sebagai kesempatan dan bukan masalah..Semoga Allah membimbing kita untuk selalu menyadari betapa berartinya setiap kesempatan yang kita lalui dalam hidup ini. (13/4/14)

Sunday, February 10, 2013

Rokok, Dicintai sekaligus dibenci..

Dalam banyak hal, manusia cenderung mengerjakan sesuatu yang menurutnya logis, masuk akal. Tapi tanpa kita sadari, ternyata sering juga manusia melakukan hal yang tidak logis.

Pernah lihat orang merokok ? Sering kali..bukan pernah lagi ya..
Ya, merokok bagi saya adalah sebuah perbuatan yang tidak logis. Bayangkan, mau-maunya orang menghisap sesuatu yang mengandung racun yang mematikan dan bukannya dibayar, malah mereka rela membayar untuk racun yang mereka hisap.

Logis ga ya ? Tapi itu yang terjadi!!
mulai dari anak selepas balita sampai orang manula merokok,
mulai dari yang tidak terpelajar sampai yang sangat terpelajar merokok,
mulai dari yang sangat miskin sampai yang sangat kaya merokok,
mulai dari orang yang tak tahu bahaya rokok sampai orang yang tahu bahayanya merokok,dan mulai dari orang yang tidak beragama sampai yang ngerti agama merokok..

Memang, rokok membuat orang jadi tidak logis..

Sajak dari Bapak Taufik Ismail ini semoga menggugah kita untuk merenungkan kembali perbuatan kita yang tidak logis ini..


Tuhan 9 cm oleh Taufik Ismail

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,
Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,

Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,

Negeri kita ini sungguh nirwana
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut
dan hidungnya mirip asbak rokok,

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya
ketimbang HIV-AIDS,

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu,
Bisa ketularan kena,

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,

Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,

Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya,
pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya,
putih warnanya,
ke mana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka
memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum.

Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr.
Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,
jangan,

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,

Pada saat sajak ini dibacakan,
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,

Rabbana,
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini






                                                                  



Website counter