Sunday, February 10, 2013

Rokok, Dicintai sekaligus dibenci..

Dalam banyak hal, manusia cenderung mengerjakan sesuatu yang menurutnya logis, masuk akal. Tapi tanpa kita sadari, ternyata sering juga manusia melakukan hal yang tidak logis.

Pernah lihat orang merokok ? Sering kali..bukan pernah lagi ya..
Ya, merokok bagi saya adalah sebuah perbuatan yang tidak logis. Bayangkan, mau-maunya orang menghisap sesuatu yang mengandung racun yang mematikan dan bukannya dibayar, malah mereka rela membayar untuk racun yang mereka hisap.

Logis ga ya ? Tapi itu yang terjadi!!
mulai dari anak selepas balita sampai orang manula merokok,
mulai dari yang tidak terpelajar sampai yang sangat terpelajar merokok,
mulai dari yang sangat miskin sampai yang sangat kaya merokok,
mulai dari orang yang tak tahu bahaya rokok sampai orang yang tahu bahayanya merokok,dan mulai dari orang yang tidak beragama sampai yang ngerti agama merokok..

Memang, rokok membuat orang jadi tidak logis..

Sajak dari Bapak Taufik Ismail ini semoga menggugah kita untuk merenungkan kembali perbuatan kita yang tidak logis ini..


Tuhan 9 cm oleh Taufik Ismail

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,
Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,

Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,

Negeri kita ini sungguh nirwana
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut
dan hidungnya mirip asbak rokok,

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya
ketimbang HIV-AIDS,

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu,
Bisa ketularan kena,

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,

Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,

Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya,
pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya,
putih warnanya,
ke mana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka
memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum.

Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr.
Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,
jangan,

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,

Pada saat sajak ini dibacakan,
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,

Rabbana,
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini






                                                                  

Rezeki tak sebatas hanya berbentuk uang, uang dan uang !


Siapa bilang rezeki itu hanya berbentuk uang ?
Setiap hembusan nafas yang kita hirup ini adalah rezeki juga.

Mari kita renungkan betapa sayangnya Allah dengan kita..

Berapa harga Oksigen di RS ? anggap saja sekitar Rp 25rb/­liter.
Berapa harga Nitrogen di RS ? anggap saja Rp 10rb/­liter.

Sadarakah kita bahwa dalam sehari kita menghirup
2880 liter Oksigen dan 11.376 liter Nitrogen ?

Jika harus dihargai dengan rupiah, Oksigen & Nitrogen yg kita hirup akan mencapai Rp.185jt/hari .

Kalo dikalikan sebulan Rp. 185jt x 30hr = Rp. 5,5 Milyar

Apabila Tuhan mau hitung-hitungan dengan rumus dagang seperti itu, siapa orang yang bisa membayarnya ? Bahkan orang terkaya sekalipun tak sanggup membayar.

Masihkah kita katakan rezeki itu hanya berbentuk uang ?



Sumber ilustrasi gambar : paguyubansiluman.wordpress.com

Wednesday, February 06, 2013

Tak Usah Semuanya, Satu Saja Cukup


Dulu saya pernah aktif di berbagai MLM. Meskipun tak satu pun dari MLM itu memberikan hasil secara materi yang memuaskan, namun saya bisa mendapat banyak pelajaran. Terutama pelajaran bagaimana berkomunikasi dengan orang dan fokus pada tujuan.

Nah, suatu hari upline saya mengirimkan kepada saya sebuah posting entah dari mana asalnya..Isinya tentang keberhasilan itu akan mudah kita dapatkan jika kita fokus pada suatu hal, bukan semua hal. Posting itu sudah saya terima sejak 7 tahun-an yang lalu. Baru belakangan ini setelah rapi-rapi dokumen, saya kembali menemukan posting tersebut. Karena saya khawatir posting dalam bentuk print out kertas tersebut dimakan rayap atau hilang, maka saya niatkan untuk menuliskan kembali posting tersebut dalam terjemahan bahasa Indonesia versi saya :-).

Untuk mendapatkan keberhasilan dengan singkat (maksudnya dapat uang dengan cepat) Wes Blaylock (c2001) mengatakan dengan singkat : "Find it ! Master It ! Duplicate It!"


Temukan, Kuasai dan Duplikasi.

Cara tercepat untuk beralih dari orang yang tidak punya apa-apa menjadi orang yang punya banyak uang adalah dengan tetap fokus. Apa yang saya maksudkan adalah sesuatu yang sederhana. Banyak pendatang baru di internet mencoba untuk mempelajari segalanya dengan semua cara untuk mendapatkan uang.

Mereka membaca semua pelajaran dan newsletter yang bisa mereka dapatkan, mencoba untuk menguasai semuanya. Ini hanya buang-buang waktu kamu saja. Saya pernah mendapatkan sebuah sistem sederhana yang saya gunakan untuk mengajarkan orang-orang dengan cara yang lebih cepat dan lebih efektif. Kamu bisa lihat, kamu tidak harus mengetahui SEGALANYA untuk tahu tentang marketing dan mendapatkan uang secara online.

Yang sejujurnya adalah, ada terlalu banyak informasi di luar sana dan kamu menjadi pusing dengan informasi yang terlalu banyak (overload) yang pada akhirnya kamu tidak kemana-mana. Ini sudah lazim terjadi.

Saya menerima ribuan email dari newbie dan pemula yang tidak tahu harus mulai dari mana. Terlalu banyak cara, apakah aku harus melakukan cara ini atau melakukan cara itu ? Apa cara terbaik yang mesti aku lakukan ? Baiklah, ini adalah proses sederhana yang bisa dilakukan setiap orang agar keluar dari overload itu.

Satu hal yang dapat kamu lakukan hari ini adalah Temukan (bidang yang kamu ingin geluti) ! Kuasai ! dan Duplikasikan ! Itu saja! Yang saya maksudkan disini adalah :

- Temukan media advertising yang menurut kamu bisa kamu nikmati, atau yang bisa kamu gunakan
- Kuasai iklan dengan gaya tersebut sampai benar-benar menguntungkan kamu
- Duplikasikan ke situs atau produk lain untuk seterusnya pemasukan kamu semakin berkembang

Itu yang perlu kamu lakukan!
Terbukti, Sebuah sistem mudah yang dapat diikuti oleh semua orang untuk menghasilkan berton-ton dana cair.

Baiklah..ayo kita lebih dalam lagi !
Saya tidak tahu seseorang yang luar biasa diluar sana yang secara efektif  dapat menggunakan semua teknik marketing.

Saya tahu banyak orang yang mencoba melakukannya, tetapi mereka berhenti menggunakan banyak waktu mereka untuk belajar, dan tidak cukup untuk melakukannya. Mereka akhirnya berhenti dengan sedikit keuntungan bersih yang diperoleh, dan yang pasti waktu mereka habis. Siapa yang menginginkan hal tersebut ? Dan kemudian, saya tahu orang-orang yang hanya melakukan satu teknik, dan mereka sangat mengetahui teknik tersebut dengan baik! Sangat baik!

Mereka menggunakan keterampilan mereka denmgan hanya satu taktik marketing dan mereka membuat keberuntungan! Saya tahu seseorang yang hanya melakukan "search-engine positioning". Ia selalu bisa secara virtual menempatkan situs apa saja di posisi paling atas search engine.

Tetapi, dia tidak bisa menulis email ads (iklan dalam bentuk email), atau membuat (banner ads) iklan banner dan lain sebagainya. Dia hanya bisa bagaimana meletakkan posisi di bagian atas search engine. Itu saja !

Tapii..dia bisa mendapatkan sekitar $20 ribu perminggu. Saya tahu seseorang  yang bisa melakukan opt~in email marketing. Dia tidak melakukan yang lain. Dia juga tidak bisa meletakkan situs di bagian paling atas search engine. Tapi dia bisa mendapatkan lebih dari $100 ribu dalam satu bulan dengan strategi email marketing. Sebagai contoh lainnya, saya kenal dengan seseorang  yang bisa menjual produk senilai $ 1 juta dengan menggunakan banner advertising.

Sekali lagi, ini adalah soal specialty atau keahlian khusus dan inilah yang mereka fokuskan. Ketiga orang tersebut hanya menguasai satu teknik. Mereka tidak mencoba untuk menjadi segalanya untuk semua orang, atau mencoba menjadi guru yang paling hebat yang mengerti segalanya tentang online marketing.

Mereka hanya menemukan satu teknik yang mereka suka, mereka pelajari, dan tidak ada lagi yang mereka lakukan. Dan sekarang ketika mereka membutuhkan lebih banyak uang, mereka tinggal menduplikasi saja. Mereka melakukan duplikasi dengan menggunakan banner ads mereka, atau opt~in email mereka, atau keterampilan search engine mereka untuk mempromosikan produk lainnya.

Mereka hanya mengambil satu program afiliasi yang mereka suka, dan melakukannya. Sekali saja kita menemukan sistem advertising yang teruji, kita dapat melakukannya juga untuk produk baru dan secara instan ia akan menghasilkan uang lebih banyak.

Ada begitu banyak taktik marketing yang bisa kamu dapatkan untuk dikuasai. Ambil satu saja yang kamu suka.

Ada opt~in email campaigns atau ezine advertising, banner ad, pay-per-click ad, search-engine-placement, etc.

Atau jika kamu ingin sedikit memperluas sebuah bidang, kamu dapat mengkhususkan dalam membangun beberapa hal. Menjadi seorang yang ahli dalam membangun kelompok afiliasi yang besar dan bekerja keras, atau membangun daftar opt~in email yang merespon dalam jumlah besar, dan seterusnya.

Jadi ambil satu saja, hanya satu hal dan kamu akan mendapatkan uang, letakkan semua usaha kamu ke dalamnya dan kuasai, selanjutnya duplikasi (istilah kita copy paste) pada produk-produk yang berbeda lainnya. Itulah semua hal yang perlu kamu lakukan.

Sebagai penutup, jika kamu mencoba menguasai segala hal, maka tidak ada yang menghasilkan secara maksimal kepada kamu. Sekali saja kamu betul menguasai satu cara yang kamu terapkan pada produk kamu, dan cara itu menghasilkan uang, MAKA kamu tinggal berpikir untuk menguasai yang lainnya. Tetapi untuk memulai menghasilkan uang dengan cepat, ambil satu saja dan berlarilah bersamanya !

Sampat bertemu di Bank...hehehe :-). Bisa aja nih si Wes Blaylock.

Sepertinya itu berlaku secara universal untuk hal lainnya ya..Kebanyakan kita ingin mempelajari banyak hal, tapi akhirnya tidak ada yang dikuasai sungguh-sungguh. Lebih baik fokus ke satu hal, kuasai dan terapkan di bidang lainnya.

Terim kasih Wes untuk nasehatnya !

Rahasia Sukses TDW

Apa rahasia suksesnya? Salah satunya, kata Tung, menunda kesenangan. "Mental orang miskin itu ingin senang di depan. Belum apa-apa sudah kredit rumah, kredit mobil, mencicil ini, mencicil itu. Akhirnya hidupnya mencicil terus," ujarnya dengan ekspresi membelalakkan mata.

Menurut sahabat penulis buku pengembangan diri Robert T. Kiyosaki ini, orang-orang kaya bersedia prihatin sampai benar-benar bebas secara finansial. "Saya membeli semuanya hanya dari bagi hasil keuntungan berinvestasi," ujarnya. Selain menjadi pembicara, Tung memang pebisnis ulung.

Dalam sebulan terakhir, dia baru saja membuka tiga perusahaan baru. "Satu bikin tabung gas, yang kedua di bidang trading batik tulis dengan teknologi tiga menit jadi. Selain itu, perusahaan software Innertalk," katanya.Tung saat ini juga menginvestasikan kekayaannya di luar negeri. Salah satunya membuka resor baru di La Paz, sebuah kota di Meksiko yang dekat dengan Negara Bagian California, Amerika Serikat. "Luasnya 500 hektare. Saya berbagi saham dengan Michael Hammer, sutradara film Shakespeare in Love," katanya.Tung juga punya pabrik motor Torindo, pengembang 1.000 rumah TNI Angkatan Udara di Mekarsari, Bogor, dan mendirikan BPR di Tangerang.

Selain menunda kesenangan, kata Tung, orang kaya selalu berpikir positif. "Beda dengan orang miskin yang di otak selalu negatif. Lihat orang pindah rumah baru, bilang pasti hasil korupsi, beli mobil bagus, bilang pasti hasil berjudi. Selamanya orang seperti itu tak bakal sukses," katanya. Sikap mental itu bisa dibiasakan dengan menggunakan kata-kata bermakna baik dalam setiap pembicaraan dengan orang lain. "Setiap bangun tidur, keluarga saya membiasakan langsung tersenyum lebar sambil bilang terima kasih Tuhan," ujarnya.Tung yang baru saja dinobatkan menjadi pembicara favorit dalam seminar The World Greatest Guru di Malaysia dan Singapura 21-25 Mei lalu itu optimistis setiap orang Indonesia bisa kaya dan bahagia. "Saya menargetkan tahun depan sudah dua juta orang yang berubah hidupnya dari seminar saya, siaran radio saya, atau buku saya," katanya. Buku Financial Revolution karya Tung sudah cetak ulang lima kali.

Pada hari pertama penjualan buku itu terjual 10.517 secara eceran. "Itu masuk rekor Muri," ujarnya.Saat Jawa Pos pamit pulang, Tung mengantarnya menuju shelter bus eksekutif jurusan Lippo Karawaci-Jakarta. Dia menyopiri sendiri mobil Alphard yang dilengkapi dengan GPS (geo positioning system) itu. "Kalau Anda ingin lebih kaya, tak perlu keluar dari profesi sekarang. Kuncinya miliki nilai tambah," ujarnya sambil terus menyetir.

Sumber : http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail&id=8923
Keterangan gambar : Tung Desem Waringin menyebarkan uang sebesar Rp. 100 juta, gambar diambil dari 
http://www.telegraph.co.uk

Sunday, February 03, 2013

Alangkah beruntungnya orang yang tahu “Peta Jalan Hidupnya”


Seorang mantan staf  mengundangku untuk menghadiri pernikahannya. Undangan pernikahan itu sebenarnya sudah dikirim sejak seminggu yang lalu. Namun karena tidak ku simpan di laci, undangan tersebut tidak kutemukan lg di tempat terakhir aku melihatnya. Terus terang aku belum lihat dimana lokasi pernikahan tersebut !

Akhirnya datang juga hari pernikahan stafku tersebut. Aku masih blm tahu dimana dan kemana aku akan pergi nanti. Ku hubungi teman-teman yg aku kira tahu lokasinya. Syukurlah, akhirnya aku dapatkan juga alamatnya.

Singkat cerita, sepanjang perjalanan aku selalu bertanya tentang alamat tsb kepada banyak org di tepi jalan. Waktuku tak banyak, hanya beberapa saat lg pesta resepsi itu akan berakhir. Akhirnya aku sampai juga ke lokasi tersebut.

Tak lama aku disana, setelah mencicipi hidangan yg ada, aku bergegas mengejar sholat dzuhur. Syukurlah lokasi resepsi berada di satu bangunan dg masjid. Masjid diatas, resepsi di bawah.

Sholat zuhur pun usai, aku merenung sejenak sambil menunggu hujan yang cukup lebat reda. Aku membayangkan kembali jalan yang tadi ku tempuh dan jalan yang akan aku lalui saat pulang nanti. Aku membayangkan keseluruhan "peta jalan" yang telah dan akan aku lalui. Sekilas aku bergumam, wah..kalau tadi aku lewat jalan ini dan ini, pasti aku sampai lebih cepat.

Aku bisa mengambil kesimpulan itu karena aku sudah melewati jalan tersebut. Dan aku bisa sampai ke tujuan karena aku bertanya dg orang-orang di sepanjang perjalanan.  Aku yakin orang-orang itu memiliki pengetahuan tentang alamat yg aku tuju makanya aku bertanya pada mereka.

Aku kemudian berpikir, demikian halnya kehidupan. Seandainya kita tahu persis kemana tujuan kita, kemudian kita melewati jalan demi jalan, dan bertanya dg orang-orang yg memiliki pengetahuan tentang jalan yang kita tuju, maka insya Allah kita akan sampai pada tujuan kita.

Kadang dalam kehidupan ini, banyak diantara kita yg tidak tahu mau kemana kita nanti, tidak tahu persis jalan mana yg mau di tempuh dan juga tidak bertanya dg org yg memiliki pengetahuan ttg jalan itu. Merasa pintar shg tidak perlu bertanya. Maka, tinggal tunggu saja akhir perjalanannya. Bisa saja ia tersesat, salah jalan dan bahkan bisa tidak kemana-mana, disitu-situ saja.

Sehingga perlu bagi kita untuk memastikan dalam hidup ini, mau kemana kita nanti, jalan mana yang harus kita tempuh (peta jalan) dan siapa yang bisa membantu kita menunjukkan jalan utk sampai ke tujuan tersebut.

Suatu saat nanti, saya ingin sharing ttg kemana tujuan kita kelak, apa peta hidupnya dan siapa yg bisa membantu menunjukkan jalannya.

Semoga kita menjadi orang-orang yg tahu arah mana yg akan kita tuju dan mengetahui jalan mana yg akan ditempuh. Dan semoga yang sedikit ini bisa menginspirasi.


Sabtu, 2 Februari 2013.


Meminta Bunga Kehidupan


Hari ini istriku mengirimkan sms dengan nada yang agak surprise "Mas, bunga di taman kita hari ini mekar empat buah!".

Aku teringat, baru beberapa hari yang lalu, istriku berkata, bunganya kok mekarnya satu-satu ya..kok tidak mekar bareng ? Aku hanya diam saja, karena ga tahu banyak tentang ilmu tumbuhan. Meskipun begitu, aku suka sekali berkebun dan merawat bunga.

Sejak saat itu, hari demi hari berlalu..kami tetap merawat taman dan bunga kami. Hingga hari ini aku dengar istriku mengatakan hal yang sangat ingin ia lihat, bunganya tumbuh sekaligus banyak.

Sejenak aku terdiam, seolah Allah sedang mengajarkan kepadaku. "Mintalah kepada-Ku apa saja yg engkau mau, tapi tunaikan kewajibanmu dan percayalah kepada-Ku (QS.)"

Aku juga teringat ucapan Mario Teguh, orang yang aku anggap guru motivatorku meskipun aku blm pernah bicara dg-nya, ia selalu mengatakan bahwa ada 2 paruh dalam hidup ini. Paruh yg pertama adalah meminta sesuatu yang kita harapkan. Paruh kedua adalah memantaskan diri untuk mendapatkan apa yg kita minta.

Benar saja ! Baru beberapa hari yang lalu kami meminta bunganya mekar banyak tidak mekar satu-satu, terus kami pantaskan diri dg merawat bunga-bunga itu dan kami percaya itu akan terjadi. Dan akhirnya terjadi!

Cerita ini memang sederhana. Tapi ini juga berlaku untuk permintaan kita yang lain, terutama yang besar-besar. Percayalah bahwa apa yg kita minta pada Allah, pasti dikabulkan Allah. Kapan Ia akan memberikannya pada kita ? Ya, sampai kita pantas mendapatkannya. Lihatlah, berapa banyak org2 baik yang rusak hidupnya karena mendapatkan harta yg banyak. Berarti ia belum pantas untuk mendapatkan harta sebanyak itu.

Percayalah Allah Maha Tahu apa yg terbaik buat kita..

Jadi kalau kita punya mimpi, kebutuhan atau keinginan yang kita sangat ingin mendapatkannya, maka resepnya adalah :
(1) Mintalah kepada Allah (sesuatu yg punya kebaikan)
(2) Pantaskan diri untuk mendapatkan apa yg kita minta (bekerja dan beribadah)
(3) Percaya, niscaya akan jadi kenyataan.

Semoga yg sedikit ini bisa menginspirasi.

Jumat, 1 Februari 2013

sumber image flower : http://www.northcreeknurseries.com

Wednesday, January 02, 2013

Ternyata hidup kita benar-benar singkat

Selamat Datang Tahun Baru 2013 !!

Tahun ini, harus lebih baik buat kita dari tahun-tahun sebelumnya.

Ga tahu kenapa, dua teman yang berbeda mengirim posting yang sama..
Takut posting ini terlewat begitu saja, maka tak ada salahnya jika saya abadikan di blog saya.

Ternyata hidup kita di dunia ini benar-benar sangat singkat.

"HANYA 1,5 JAM SAJA"

Ternyata cuma 1,5 jam saja umur kita hidup di dunia ini, mari kita simak beberapa uraian di bawah ini :

Mari kita lihat berdasarkan Al Qur'an sebagai sumber kebenaran absolut.

1 hari akhirat = 1000 tahun.
24 jam akhirat = 1000 tahun.
3 jam akhirat = 125 tahun.
1,5 jam akhirat = 62,5 tahun.


Apabila umur manusia itu rata-rata 60-70 tahun, maka hidup manusia ini jika dilihat dari langit hanyalah 1,5 jam saja. Pantaslah kita selalu diingatkan masalah waktu.

Ternyata hanya satu setengah jam saja yang akan menentukan
kehidupan abadi kita kelak, hendak di Surga atau Neraka. (QS 35:15, 4:170).

Cuma satu setengah jam saja cobaan hidup, maka bersabarlah (QS 74:7,52:48,39:10).

Demikian juga hanya satu setengah jam saja kita harus
menahan nafsu dan mengganti dgn sunnahNya (QS 12:53, 33:38).

"Satu Setengah Jam" sebuah perjuangan yg teramat singkat dan Allah akan mengganti dengan surga Ridha Allah (QS 9:72, 98:8, 4:114).

Maka berjuanglah untuk mencari bekal perjalanan panjang nanti (QS 59:18, 42:20, 3:148, 28:77).

Allah berfirman: " Kamu tidak tinggal ( dibumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui" (QS 23:114)

Semoga bermanfaat bagi kita semua untuk meniti perjalanan hidup kita menuju kehidupan yg kekal & abadi (akhirat).


Courtesy images from : http://sweetdiii.tumblr.com

Tuesday, April 24, 2012

Hidup itu seperti pengumpul mutiara


Di sebuah daerah yang terletak di pinggir laut, hiduplah sekumpulan penyelam profesional yang bekerja mengumpulkan mutiara. Mereka sudah terbiasa menyelam hingga ke dasar laut sambil membawa tabung oksigen di punggung mereka. Tentu saja untuk tugasnya tersebut mereka dibayar oleh seorang tuan.

Suatu hari mereka dibawa ke sebuah tempat yang belum pernah mereka kunjungi. Menurut orang sekitar, tempat ini sangat banyak mutiaranya. Setelah sampai di titik yang ditentukan, mulailah mereka menceburkan diri satu persatu ke dalam air.

Bluk..bluk..bluk…suara gelembung oksigen keluar dari mulut mereka. Seperti biasa, dengan modal oksigen di punggung dan kantong besar yang dililitkan di pinggang mereka meluncur ke dasar laut. Namun ada satu penyelam yang termangu. Ia melihat begitu indahnya pemandangan di dalam laut. Ia terpesona melihat bunga karang yang beraneka bentuk. Wow..indah sekali ia berbisik pelan..Lalu ia mengitari bunga karang itu..dan ia tak bisa menyembunyikan kekagumannya dengan apa yang baru ia lihat. Amazing..!!

Tak sadar ia sudah menghabiskan sekian lama untuk menikmati indahnya terumbu karang, ia baru tersentak..wah, waktuku tak banyak lagi, oksigenku sudah mulai menipis. Sedangkan tak satu mutiara pun yang sudah kukumpulkan.

Setengah panik ia meluncur semakin dalam ke dasar laut. Ia kumpulkan sejauh yang bisa ia jangkau. Tak peduli apakah mutiara itu sudah matang atau belum. Ia masukkan ke dalam kantong semua yang bisa disentuhnya.

Oksigen kian menipis di tabungnya..ia bersegera kembali ke permukaan. Saking buru-burunya..ia lupa mengikat kantong di pinggangnya. Ketika ia akan naik ke permukaan, ia menabrak lumba-lumba yang sedang berenang. Berserakanlah mutiara-mutiara yang berada di kantongnya. Ia semakin panik dan mencoba mengumpulkan mutiara-mutiara itu. Tapi ia merasakan oksigen semakin menipis. Terpaksa ia kembali ke permukaan.

Sesampainya di permukaan, ia beranjak menuju kapal yang membawanya. Tuannya sudah menunggu di kapal dengan penuh harap. Melihat si penyelam kembali bertangan hampa, menjadi murkalah si tuan. “Mana mutiaranya..ngapain aja kau disana!”, kata si tuan. Si penyelam hanya tertunduk, perasaannya bercampur takut dan malu. “Maaf tuan, saya tadi belum sempat mengumpulkan mutiara, dan ada lumba-lumba yang menabrak saya..tolong beri saya oksigen lagi tuan..saya janji akan mengumpulkan mutiara!”. Penyelam itu mengiba-iba minta dikasihani..Meskipun penyelam itu mengiba, tetap saja si tuan tak peduli. Bahkan tuan itu tidak memberinya imbalan apa-apa karena ia tidak menjalankan tugasnya.

Persis..hidup itu seperti pengumpul mutiara. Allah telah memberikan kita oksigen, yang bisa kita sebut waktu. Tugas kita adalah untuk mengumpulkan mutiara-mutiara, yang bisa kita sebut amal kebaikan. Suatu saat oksigen kita akan habis dan itulah saatnya kita kembali kepada tuan kita (Allah) dengan membawa amal-amal kita.

Namun tidak sedikit manusia yang lalai dengan tugasnya, ia terpesona dengan kehidupan dunia hingga lupa beribadah. Hingga waktunya telah tiba, ia panik dan terlambat sudah. Ketika ia berjumpa Allah, ia meminta untuk dikembalikan lagi ke dunia dan berjanji akan melakukan amal kebaikan. Namun, waktunya telah habis, dan pada saat itu tak ada lagi yang bermanfaat. Tidak anak, tidak harta..yang bermanfaat hanyalah mereka yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih, yang membawa amal kebaikan, dan yang tidak lupa tugas mereka sebagai pengumpul mutiara.

Terinspirasi dari nasehat Bapak Afif Hamka..
Gambar-gambar diambil dari akuhebat.com, lolamutiara.wordpress.com, syahruramadhani.wordpress.com

Saturday, April 21, 2012

3 Ciri Bangsa yang Cerdas



Hal yang utama saat ini dalam dunia pendidikan adalah pendidikan karakter. Amat sangat penting pendidikan karakter ditanamkan pada anak didik kita. Sebuah contoh paling baik tentang hilangnya karakter adalah sirkus. Di dalam sirkus, singa yang punya karakter garang menjadi jinak. Memang untuk hiburan dan permainan saja. Tetapi di dalam dunia nyata, banyak diantara kita yang juga kehilangan karakter. Kita mengharapkan bangsa ini memiliki karakter sebagai bangsa yang cerdas.

Pertanyaannya, ciri bangsa atau orang yang cerdas itu seperti apa ? Setidaknya ada tiga ciri sebuah bangsa atau orang yang cerdas :

Pertama, setiap ada masalah ia mencari solusi bukan mempermasalahkan masalah. Solutif non destruktif. Hidup kita ini kan seperti anak sekolah. Anak sekolah itu pasti akan diuji, misalnya ia diberi 10 soal, maka jika ia bisa mengerjakan soal demi soal ia akan tersenyum gembira ketika keluar dari kelas. Tapi kalau mentalnya bukan mencari solusi, maka ia pasti akan mempermasalahkan soal yang keluar. Kenapa soal ini yang keluar !!! Kalau bisa ia bahkan menambah soal-soal yang ada saking kesalnya ia tak bisa mengerjakan. Saat ia keluar kelas pun, ketika ditanya oleh guru atau temannya pasti ia bilang wah..berat, berat…sambil pegang kening.

Demikian juga dengan kehidupan kita, kalau kita bermental solutif non destruktif, maka kita bisa menyelesaikan masalah demi masalah dalam kehidupan. Dan ketika kita akan meninggalkan dunia ini kita akan tersenyum karena banyak masalah sudah kita selesaikan. Tapi kalau kita bermental mempermasalahkan masalah, maka ketika kita akan meninggal dunia, kita akan sulit tersenyum karena banyak masalah ketika kita hidup yang tidak terselesaikan.

Kedua, cost effectiveness. Jika ia menyelesaikan masalah, maka biaya menyelesaikan masalahnya rendah. Kalau masalah bisa diselesaikan seminggu, mengapa harus diselesaikan dua minggu. Berapa besar biayanya menunda keputusan untuk waktu seminggu. Negara ini banyak sekali biaya yang keluar dalam menyelesaikan masalah, padahal sebenarnya masalah tersebut bisa diselesaikan lebih cepat.

Ketiga, dalam menyelesaikan masalah, ia tetap menjaga harkat dan martabat, atau harga diri. Sebagai contoh sederhana seorang pengemis pergi meminta-minta kepada orang lain, memang ia dapat solusinya, ia dapat uang. Tapi ia mengorbankan harga dirinya. Sebagai bangsa, jangan sampai kita mengorbankan harga diri bangsa hanya agar bangsa lain membantu kita.

Demikianlah beberapa mutiara ilmu dan hikmah pelajaran yang sangat berharga dari Pak Nuh..Ingat, siapa yang diberikan hikmah, maka sungguh ia telah diberikan kebaikan yang banyak sekali.

3 Modalitas Kita Untuk Menghadapi Masa Depan



Masa depan sudah di depan mata kita. Dan menjalani masa depan yang penuh tantangan bukanlah sesuatu yang mudah. Setidaknya kita harus memiliki tiga modalitas untuk mempersiapkan masa depan dengan baik. Tiga Modalitas itu adalah :

Pertama adalah  Modal Ilmu. Tanpa ilmu, baik sebagai bangsa maupun sebagai pribadi, kita tidak  akan bisa maju. Hanya mereka yang punya ilmu yang memiliki kehidupan dengan kualitas yang tinggi. Syair masyhur Arab tentang ilmu mengatakan :


“Ta’allam! Fainnal ilma zainun liahlihi. Wa fadhlun wa unwanun likulli mahamidi. Wa kun mustafiidan kulla yaumin ziyadatan minal ilmi, wasbah fii bukhhuril fawaidi.

Belajarlah ! (nek wong jowo ngarani sinauo), Sesungguhnya ilmu itu perhiasan bagi pemiliknya, dan ilmu itu bisa jadi kelebihan serta jadi tanda-tanda bagi setiap hal yang terpuji. Dan setiap hari hendaklah kamu berusaha agar bisa menambah ilmu, dan berenanglah di atas samudera manfaat.  “


Kedua adalah Modal Kesempurnaan Kepribadian. Pelatihan semacam Emotional dan Spiritual Achievement (ESA) ini dapat berperan untuk membentuk kepribadian. Di pelatihan ini tidak akan diajarkan teori relativitas Einstein E=MC2 atau hukum ohm V=I.R. Tapi akan diajarkan bagaimana kita mengasah kecerdasan emosional dan spiritual kita, dan menerapkannya dalam kehidupan kita.


Ketiga adalah Modal Jejaring. Modalitas ini memungkinkan kita untuk dapat bekerjasama dan bersinergi dengan pihak lain, sehingga kita bisa maju lebih cepat. Karena kita tidak mungkin mengerjakan semuanya sendiri, sedangkan ada pihak lain yang punya kelebihan dari kita.

Dengan memiliki tiga modalitas ini, maka kita dapat lebih siap memasuki masa depan dan tentunya dengan sumber daya manusia yang mampu bersaing dengan negara lain.

Sudahkah kita bersyukur sebagai orang Indonesia ?




Kita harus bersyukur menjadi orang Indonesia, Setidaknya ada 20 alasan mengapa kita harus bersyukur. Masa’ dari 7 miliar penduduk Indonesia, kita  yang 240 juta orang ini yang ditakdirkan Allah jadi penduduk Indonesia. Pasti Allah sudah takdirkan, dan segala yang ditakdirkan Allah pasti ada rahasianya.

Banyak lho imigran gelap yang mempertaruhkan nyawanya untuk menjadi orang  Indonesia. Kita sudah jadi orang Indonesia kok ya tidak bersyukur. Bangsa ini adalah bangsa yang besar, kitanya saja yang kurang bersyukur. Paling-paling kita ngomong “penduduknya banyak aja kok bangga!” . Hei jangan lupa..Tidak mudah lho untuk menambah jumlah penduduk. Pak Nuh saja yang sepuluh bersaudara, sebenarnya ingin sekali punya anak sepuluh orang. Tapi hanya dianugerahi satu anak, mau nambah jadi dua aja susah banget. Jadi bukan perkara mudah lho menambah jumlah penduduk. Singapura saja yang mau menambah jumlah penduduknya menjadi 15 juta,  tidak akan bisa tercapai sampai hari kiamat !

Salah satu alasan mengapa kita harus bersyukur sebagai orang Indonesia sebagaimana disampaikan David Cameron, PM Inggris, pada bulan April 2012 ini saat berpidato di Universitas Al Azhar Indonesia bahwa Indonesia bisa memimpin dunia. Mengapa ? Tahun 2035 Indonesia akan mendapatkan sebuah berkah, berkah yang belum diterima sejak Indonesia merdeka sampai hari ini. Di tahun 2020-2030, Indonesia akan mendapatkan apa yang disebut dengan Bonus Demografi, dimana penduduk dengan umur produktif sangat besar  sekitar 70% dibanding dengan usia muda dan usia lanjut yang belum banyak. Jumlah penduduk produktif yang sangat besar itu akan menguntungkan dari sisi pembangunan sehingga dapat memacu pertumbuhan ekonomi ke angka yang lebih tinggi.


Tugas kita adalah mempersiapkan agar bonus itu tidak menjadi sia-sia. Jika kita mampu menyediakan lapangan kerja maka pertanyaan selanjutnya apakan kita memiliki sumber daya manusia yang siap bersaing di dunia kerja dan pasar internasional ?


Oleh karena itu, untuk memasuki masa depan itu, setiap pemuda hari ini harus mempersiapkan dengan tiga modalitas utama. Tiga modalitas itu akan dibahas pada tulisan selanjutnya. 

25 Tahun, Usia Emas Penentu Masa Depan


Sabtu ini (21/4) sambil bertugas, saya mendapatkan banyak pelajaran dari Pak Nuh, Bapak Menteri Pendidikan Nasional. Pak Nuh, demikian biasa dipanggil, hadir di Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) untuk membuka pelatihan Emotional dan Spiritual Achievement. Sebuah pelatihan bagi pelajar SMA yang terselenggara atas kerjasama Yayasan Al Kahfi dan UAI.


Oya..karena ada begitu banyak pelajaran dari beliau, aku bagi jadi beberapa tulisan ya..

Dalam pengalaman Pak Nuh, ada patokan utama yang bisa kita ambil pelajaran. Patokan itu adalah usia seseorang di saat ia mencapat 25 tahun. Usia 25 tahun adalah usia emas. Kalau orang sampai pada usia 25 tahun berhasil dilalui dengan baik, maka insyaAllah di tahun-tahun berikutnya ia akan berhasil. Tapi kalau usia dibawah 25 tahunnya berlalu begitu saja, kacau, berantakan, maka ia perlu effort (usaha) besar untuk menuju keberhasilan. Bukannya ia tidak bisa berhasil di masa depannya, tapi ia butuh usaha lebih besar untuk berhasil dibanding mereka yang telah sukses menapak usia 25 tahun dengan prestasi.

Oleh karena itu, anak-anak muda yang masih dalam usia belajar, anggap lulus SMA 18 tahun, lulus sarjana 22 tahun, 3 tahun untuk bekerja atau studi lanjut dan seterusnya harus mempersiapkan dengan baik masa-masa emas itu. Jika tidak, jangan harap bisa mencapai kesuksesan di usia yang lebih tinggi. Sayang sekali jika usia emas itu diisi dengan narkoba, tawuran, seks bebas dan kenakalan remaja lainnya karena mereka telah membuat noktah hitam dalam perjalanan hidupnya.

Monday, April 09, 2012

Ayah kembalikan tanganku, aku janji ga coret-coret mobil ayah lagi..

Hari ini seperti biasanya nina hanya ditemani pembantunya, mbak ana. Ayah ibunya sudah sejak pagi pergi bekerja ke kantor. Umurnya baru 3,5 tahun, masih suka usil dan bandel. Kalau dibilangin suka ga dengerin. 

Entah apa yang membuat nina susah sekali makan hari ini, mbak ana udah berulang kali menyuapkan nasi ke mulut nina..tapi nina hanya berlari kesana-kemari. Mungkin dia agak kesal, soalnya tadi malam ayah memarahinya karena tak sengaja mengganggu pekerjaan ayahnya.

Mbak ana tanpa lelah terus mengikuti nina, sambil menyuapinya. Nina mengambil spidol berwarna yang sering digunakannya untuk menggambar. Ia melompat-lompat sambil berlari menuju keluar rumah. Hari ini ayah ibu nina  sengaja tidak pakai mobil, karena khawatir terjebak macet ketika pulang. Maklum tiga hari ini Jakarta diguyur hujan lebat dan biasanya akan banjir dan macet dimana-mana.

Sambil berteriak, nina berlari menuju mobil ayahnya, dengan usilnya ia mencoret-coret mobil ayahnya. "Jangan dicoret nina! Nanti ayah marah lho!", kata mbak ana setengah berteriak. Mendengar suara tinggi mbak ana, nina menghentikan corat coretnya. Ia teringat suara dan wajah ayahnya saat marah. Hii..ngeri sekali. Akhirnya mbak ana mengajak nina masuk ke rumah.

Malam hari saat ayah dan ibu nina pulang, ayah melihat mobilnya dicorat coret. Ayah marah sekali dan berteriak memanggil mbak ana. "Mbak ana..!! Ini kenapa mobilnya jadi begini !". Mbak ana menjawab " O..tadi nina belajar menggambar pak..", mbak ana mencoba melindungi nina. Ayah nina kemudian masuk ke kamar nina dan melihat anaknya sedang ketakutan. Kemudian ayah menghampiri nina dan bersuara keras, "Kamu kan udah dibilangin jangan corat coret sembarangan, sekarang malah coretin mobil ayah!!!.", sambil memukul tangan nina.

Nina menangis, meringis karena kesakitan. Saking sakitnya, tangan nina sedikit tergores karena luka dan memar. Mungkin ayah tak sengaja memukul dan mengenai benda tajam di samping nina. Tak lama kemudian, ayah keluar. Mbak ana masuk ke kamar nina sambil mendiamkan nina. Kemudian mbak ana mengambil obat merah. Ibu nina bertanya "kenapa mbak ana ? Ada yang luka ya". "Iya bu, tangan nina sedikit luka". Ayah mendengar itu terus berkata "Udah..kasih aja obat merah, nanti juga sembuh".

Setelah beberapa hari berlalu, mbak ana datang lagi ke ibunya nina, "Ibu..tangan nina belum sembuh juga, sudah saya kasih obat merah, tapi ga ada sembuh-sembuh bu..". Ibu nina yang baru pulang dari kerja kelihatan sangat letih, kemudian mendengar itu berkata, "coba di bersihin pakai betadin atau pakai cairan pembersih deh mbak ana.."

Akhirnya setelah dua hari berlalu, mbak ana kelihatan panik sekali dan menelpon ibu nina yang sedang bekerja, "Ibu..nina dari tadi nangis terus..katanya tangannya sakit sekali. Saya ga tahu harus diapakan lagi bu". Mendengar pembantunya yang panik, ibu nina bilang "Iya mbak ana..saya hari ini pulang agak cepat, tolong ditenangkan aja si nina". Tak berapa lama, ibu nina menelpon suaminya untuk segera pulang.

Segera setelah ayah dan ibu nina sampai di rumah, mereka langsung membawa nina yang badannya sudah sangat panas ke rumah sakit. Kurang lebih satu jam menunggu, akhirnya dokter yang menangani nina keluar dan menemui kedua orang tua nina. Sedikit berbasa-basi, tak lama seorang suster memberikan sebuah map kuning kepada dokter tersebut.

"Bapak dan Ibu nina..saya mohon maaf sekali, saya sudah berusaha untuk menyelamatkan tangan nina, tapi rupanya terlambat. Tangan nina sudah terlanjur infeksi dan terlambat untuk ditangani. Ini surat persetujuan bapak ibu untuk tindakan amputasi tangan nina", begitu dokter menyampaikan kepada ayah ibu nina  dengan hati-hati.

Seakan tersengat setrum kedua orang tua nina kaget bukan kepalang. Namun karena tidak punya pilihan lain, ayah nina menandatangai juga surat persetujuan tersebut. Ayah ibu nina sangat menyesal sekali..tak menduga akibatnya akan sefatal itu.

Hari berganti, nina mulai pulih dari rasa sakit yang dideritanya. Ketika ia melihat tangannya setelah dilepas perban, nina terkejut sekali melihat tangannya sudah tak seperti dulu lagi. Melihat tangannya yang tak ada lagi, nina menangis dan berlari ke arah orang tuanya..sambil berkata. "ayah tolong kembalikan tangan aku, aku janji ga akan corat coret mobil ayah lagi..". Ayah hanya bisa menyesali dalam-dalam perbuatannya..

Semoga anak-anak kita tidak menjadi seperti nina.. 

Thanks to Dian Kusuma untuk ceritanya yang mengharukan..
Gambar : copyright Sartom

Thursday, April 05, 2012

3 Prinsip Utama Dalam Berjuang


Siang ini selepas sholat Dzuhur (5/4/12), kami menyempatkan untuk duduk sejenak sekitar 7 menit untuk mendengarkan petuah dari seorang guru. Guru tersebut mengingatkan kami bahwa setiap orang yang ingin menggapai cita-citanya harus melalui sebuah perjuangan. Dan dalam setiap perjuangan harus memiliki prinsip-prinsip perjuangan. Kalau ada satu dari prinsip perjuangan ini yang tidak dipenuhi, maka cita-cita tersebut "mustahil".

Prinsip pertama adalah kesungguhan. Sebuah kata mutiara arab yang masyhur berbunyi, "man jadda wa jadda" (siapa yang bersungguh-sungguh, pasti akan mendapatkan). Ibnu Hajar ketika sedang menempuh masa belajarnya, ia merasa sudah tak mampu untuk melakukannya. Akhirnya ia memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya. Namun di tengah jalan, dilihatnya sebuah batu yang keras menjadi cekung karena air yang menetes di atasnya. Air yang lembut itu jika terus menerus menetes di atas batu yang keras sekalipun akan menjadi cekung juga. Sama halnya dengan manusia, sebebal-bebalnya manusia jika ia tak pernah berhenti untuk belajar maka cepat atau lambat ia akan mendapatkan ilmu yang dipelajarinya.

Prinsip kedua adalah strategi. Kesungguhan saja belum cukup jika tidak memiliki strategi yang handal. Dalam sebuah perang dikisahkan Rasulullah memerintahkan pasukannya untuk berperang di arah timur. Otomatis, kalau begitu pihak musuh berada di arah barat. Strategi itu ampuh digunakan karena pihak lawan selain harus menghadapi kaum muslimin, mereka juga harus melawan silaunya sinar matahari. Akhirnya peperangan itu dimenangkan oleh kaum muslimin.


Prinsip ketiga adalah keikhlasan. Semua kesungguhan dan kerja keras kita tak akan ada hasilnya jika tidak didasari niat ikhlas. Karena kita bekerja dan berbuat hanya untuk Allah, maka kerja kita akan bernilai ibadah. Sebaliknya jika kerja kita untuk mengharapkan ridho orang lain, maka kita tidak akan mendapat apa-apa selain dari orang tersebut. Dan kalau kita banyak berharap kepada selain Allah, maka siap-siap kita akan kecewa!

Demikianlah tiga prinsip perjuangan yang harus kita pegang di dalam berjuang untuk meraih cita-cita yang kita impikan.

Monday, April 02, 2012

Begitu susahkah mencari nafkah ?


Tak sengaja sore ini, aku menemukan sebuah cerita yang sangat menginspirasi, tentang mencari rezeki. Tulisan ini aku temukan di blog Bapak Hamam Burhanuddin. Khawatir kehilangan hikmah, aku pasang juga di blogku. Berikut ini ceritanya..

Fadlan datang kepada seorang kyai di kampungnya. Ia merasa bingung. Sudah banyak cara telah ia tempuh, namun rezeki masih tetap sulit ia cari. Kata orang, rezeki itu bisa datang sendiri, apalagi kalau sudah menikah. Buktinya, sudah 3 tahun ia menikah dan dikarunia dua orang anak, ia masih tetap hidup luntang-lantung tak menentu. Benar, keluarganya tidak pernah kelaparan sebab tidak ada makanan. Namun kalau terus-terusan hidup kepepet dan tidak punya pekerjaan, rasanya tidak ada kebanggaan diri.
Ia pun datang kepada Kyai Ahmad untuk minta sumbang saran. Kalau boleh sekaligus minta do’a dan pekerjaan darinya. Terus terang, ia sendiri kagum dengan sosok Kyai Ahmad yang amat bersahaja. Tidak banyak yang ia kerjakan, namun dengan anak 9 orang, sepertinya mustahil bila ia tidak pusing memikirkan nafkah keluarga. Tapi nyatanya, sampai sekarang Kyai Ahmad tetap sumringah di mata Fadlan. Tidak pernah ia lihat Kyai Ahmad bermuka muram seperti dirinya. Makanya hari itu, Fadlan datang untuk meminta nasehat kyai tersebut.
“Hidup ini adalah adegan. Kita hanya wayang, sementara dalangnya adalah Gusti Allah! Jadi, manusia itu hidup karena disuruh ‘manggung’ oleh Dalangnya!” Kyai Ahmad membuka penjelasan dengan sebuah ilustrasi ringan.

“Gak mungkin… kalau wayang itu manggung sendiri. Pasti, ia dimainkan oleh Dalang. Sementara selama di panggung, pasti Dalang akan memperhatikan nasib wayang itu!
Begitu juga manusia… gak mungkin dia hidup di dunia, tanpa diperhatikan segala kebutuhannya oleh Gusti Allah! Sudah paham belum kamu, Fadhlan?!” Kyai Ahmad mengakhiri penjelasannya dengan sebuah pertanyaan.

“Tapi pak kyai…, kalau Gusti Allah benar menjamin hidup hamba-Nya…kenapa hidup saya seperti sia-sia begini ya… nyari nafkah saja kok susah!” Fadlan menyampaikan keluhnya.
“Oh… itu karena kamu belum datang kepada Gusti Allah. Kalau kamu datang kepada
Gusti Allah, hidupmu gak bakal sia-sia!” Kyai Ahmad menambahkan.

Fadhlan belum mengerti betul apa maksud sebenarnya dari kata ‘datang kepada
Allah’, ia pun menanyakan gambaran kongkrit tentang hal itu kepada Kyai Ahmad.
Dengan santai Kyai Ahmad menjelaskan, “Fadlan…, semua masalah di dunia ini
bakal selesai asal kita datang kepada Allah. Banyak di dunia ini orang yang bermasalah,
punya hutang segunung, rezeki sulit, ditimpa berbagai macam penyakit, kemiskinan,
kelaparan dan lain-lain… Itu disebabkan karena mereka tidak datang kepada Allah. Kalau
saja mereka datang kepada Allah, maka segala masalah mereka terselesaikan!”
“Apakah hanya sesederhana itu, pak Kyai?” Fadlan bertanya dengan nada penasaran.
“Ya, hanya sesederhana itu!” Pak kyai menegaskan.

Pak Kyai bercerita, “Pernah terjadi di Rusia di sebuah negeri yang terkenal atheis,
seorang pria pergi ke tukang cukur. Saat rambutnya dicukur, ia terserang kantuk. Kepalanya
mulai mengangguk-angguk karena kantuk. Tukang cukur merasa kesal, namun untuk
membangunkan pelanggannya, si tukang cukur mulai bicara:

‘Pak, apakah bapak termasuk orang yang percaya tentang adanya Tuhan?’
Pelanggan menjawab, ‘Ya, saya percaya adanya Tuhan!’
Agar pembicaraan tak terhenti, si tukang cukur menimpali,
‘Saya termasuk orang yang tidak percaya kepada Tuhan!’
‘Apa alasanmu?’ pelanggan melempar tanya.
‘Kalau benar di dunia ini ada Tuhan, dan sifat-Nya adalah Maha Pengasih dan Maha Penyayang, menurut saya tidak mungkin di dunia ada orang yang punya banyak masalah, terlilit hutang, terserang penyakit, kelaparan, kemiskinan dan lain-lain. Ini khan bukti sederhana bahwa di dunia ini tidak ada Tuhan!’ tukang cukur berbicara dengan cukup lantang.
Si pelanggan terdiam. Dalam hati, ia berpikir keras mencari jawaban.

Namun sayang, sampai cukuran selesai pun ia tetap tidak menemukan jawaban. Maka pembicaraan pun terhenti. Sementara si tukang cukur tersenyum sinis, seolah ia telah memenangkan perdebatan.

Akhirnya, saat cukuran itu selesai, si pelanggan bangkit dari kursi dan ia berikan ongkos yang cukup atas jasa cukuran. Tak lupa, ia berterima kasih dan pamit untuk meninggalkan tempat. Namun dalam langkahnya, ia masih tetap mencari jawaban atas perdebatan kecil yang baru ia jalani.

Saat berdiri di depan pintu barber shop, ia tarik tungkai pintu kemudian hendak melangkahkan kakinya keluar…. saat itu Allah Swt mengirimkan jawaban padanya. Matanya tertumbuk pada seorang pria gila yang berparas awut-awutan. Rambut panjang tak terurus, janggut lebat berantakan.

Demi melihat hal sedemikian, pintu barber shop yang tadi telah ia buka maka ditutup kembali. Ia pun datang lagi kepada tukang cukur dan berkata, ‘Pak, menurut saya yang tidak ada di dunia ini adalah TUKANG CUKUR!’ Merasa aneh dengan pernyataan itu, tukang cukur balik bertanya, ‘Bagaimana bisa Anda berkata demikian. Padahal baru saja rambut Anda saya pangkas!’

‘Begini pak, di jalan saya dapati ada orang yang kurang waras. Rambutnya panjang tak terurus, janggutnya pun lebat berantakan. Kalau benar di dunia ini ada tukang cukur, rasanya tidak mungkin ada pria yang berperawakan seperti itu!’ si pelanggan menyampaikan penjelasannya.
Tukang cukur tersenyum, sejenak kemudian dengan enteng ia berkata, ‘Pak… bukan Tukang Cukur yang tidak ada di dunia ini. Masalah sebenarnya adalah pria gila yang Anda ceritakan tidak mau hadir dan datang ke sini, ke tempat saya… Andai dia datang, maka rambut dan janggutnya akan saya rapihkan sehingga ia tidak berperawakan sedemikian!’

Tiba-tiba si pelanggan meledakkan suara, ‘Naaaahhhh…. itu dia jawabannya. Rupanya Anda juga telah menemukan jawaban dari pertanyaan yang Anda lontarkan!’ ‘Apa maksudmu?’ si tukang cukur tidak mengerti dengan pernyataan pelanggannya.
‘Anda khan bilang bahwa di dunia ini banyak manusia yang punya masalah. Kalau saja mereka datang kepada Tuhan, pastilah masalah mereka akan terselesaikan. Persis sama kejadiannya bila pria gila tadi datang kemari dan mencukurkan rambutnya kepada Anda!’”

Kyai Ahmad mengakhiri kisah yang ia sampaikan. Terlihat Fadlan menganggukkan kepala tanda mengerti.

“Jadi…, kamu hanya tinggal memohon saja apa yang kamu inginkan kepada Allah Swt., pasti Allah bakal berikan apa yang kamu pinta!” Kyai Ahmad berkata memberi garansi. Fadlan sudah mulai yakin, tapi ia masih mengejar dengan satu pertanyaan, “Pak Kyai, saya sudah niat untuk datang dan semakin mengakrabkan diri kepada Allah. Tapi bagaimana caranya ya pak Kyai agar saya bisa memohon nafkah yang cukup kepada Allah?”

Kemudian Pak Kyai membacakan ayat dalam Al Qur’an:

“Katakanlah: “Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup, dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)”. QS. Ali Imran : 26-27

“Bacalah ayat itu sesering mungkin dan perbanyak doa memohon nafkah serta rezeki yang halal dari Allah Swt. Yakinlah bahwa Allah Swt akan senantiasa menjamin penghidupanmu dan keluarga!” Kyai Ahmad mengakhiri pembicaraan dengan memberi pesan.

Usai pembicaraan dengan Kyai Ahmad, Fadlan merasa yakin bila dirinya hendak mencari nafkah, maka cara termudah yang dapat ia kerjakan hanyalah dengan ‘Datang dan Memohon kepada Pemilik Nafkah!’

Fadlan telah meyakini hal ini.




Website counter