Wednesday, January 02, 2013

Ternyata hidup kita benar-benar singkat

Selamat Datang Tahun Baru 2013 !!

Tahun ini, harus lebih baik buat kita dari tahun-tahun sebelumnya.

Ga tahu kenapa, dua teman yang berbeda mengirim posting yang sama..
Takut posting ini terlewat begitu saja, maka tak ada salahnya jika saya abadikan di blog saya.

Ternyata hidup kita di dunia ini benar-benar sangat singkat.

"HANYA 1,5 JAM SAJA"

Ternyata cuma 1,5 jam saja umur kita hidup di dunia ini, mari kita simak beberapa uraian di bawah ini :

Mari kita lihat berdasarkan Al Qur'an sebagai sumber kebenaran absolut.

1 hari akhirat = 1000 tahun.
24 jam akhirat = 1000 tahun.
3 jam akhirat = 125 tahun.
1,5 jam akhirat = 62,5 tahun.


Apabila umur manusia itu rata-rata 60-70 tahun, maka hidup manusia ini jika dilihat dari langit hanyalah 1,5 jam saja. Pantaslah kita selalu diingatkan masalah waktu.

Ternyata hanya satu setengah jam saja yang akan menentukan
kehidupan abadi kita kelak, hendak di Surga atau Neraka. (QS 35:15, 4:170).

Cuma satu setengah jam saja cobaan hidup, maka bersabarlah (QS 74:7,52:48,39:10).

Demikian juga hanya satu setengah jam saja kita harus
menahan nafsu dan mengganti dgn sunnahNya (QS 12:53, 33:38).

"Satu Setengah Jam" sebuah perjuangan yg teramat singkat dan Allah akan mengganti dengan surga Ridha Allah (QS 9:72, 98:8, 4:114).

Maka berjuanglah untuk mencari bekal perjalanan panjang nanti (QS 59:18, 42:20, 3:148, 28:77).

Allah berfirman: " Kamu tidak tinggal ( dibumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui" (QS 23:114)

Semoga bermanfaat bagi kita semua untuk meniti perjalanan hidup kita menuju kehidupan yg kekal & abadi (akhirat).


Courtesy images from : http://sweetdiii.tumblr.com

Tuesday, April 24, 2012

Hidup itu seperti pengumpul mutiara


Di sebuah daerah yang terletak di pinggir laut, hiduplah sekumpulan penyelam profesional yang bekerja mengumpulkan mutiara. Mereka sudah terbiasa menyelam hingga ke dasar laut sambil membawa tabung oksigen di punggung mereka. Tentu saja untuk tugasnya tersebut mereka dibayar oleh seorang tuan.

Suatu hari mereka dibawa ke sebuah tempat yang belum pernah mereka kunjungi. Menurut orang sekitar, tempat ini sangat banyak mutiaranya. Setelah sampai di titik yang ditentukan, mulailah mereka menceburkan diri satu persatu ke dalam air.

Bluk..bluk..bluk…suara gelembung oksigen keluar dari mulut mereka. Seperti biasa, dengan modal oksigen di punggung dan kantong besar yang dililitkan di pinggang mereka meluncur ke dasar laut. Namun ada satu penyelam yang termangu. Ia melihat begitu indahnya pemandangan di dalam laut. Ia terpesona melihat bunga karang yang beraneka bentuk. Wow..indah sekali ia berbisik pelan..Lalu ia mengitari bunga karang itu..dan ia tak bisa menyembunyikan kekagumannya dengan apa yang baru ia lihat. Amazing..!!

Tak sadar ia sudah menghabiskan sekian lama untuk menikmati indahnya terumbu karang, ia baru tersentak..wah, waktuku tak banyak lagi, oksigenku sudah mulai menipis. Sedangkan tak satu mutiara pun yang sudah kukumpulkan.

Setengah panik ia meluncur semakin dalam ke dasar laut. Ia kumpulkan sejauh yang bisa ia jangkau. Tak peduli apakah mutiara itu sudah matang atau belum. Ia masukkan ke dalam kantong semua yang bisa disentuhnya.

Oksigen kian menipis di tabungnya..ia bersegera kembali ke permukaan. Saking buru-burunya..ia lupa mengikat kantong di pinggangnya. Ketika ia akan naik ke permukaan, ia menabrak lumba-lumba yang sedang berenang. Berserakanlah mutiara-mutiara yang berada di kantongnya. Ia semakin panik dan mencoba mengumpulkan mutiara-mutiara itu. Tapi ia merasakan oksigen semakin menipis. Terpaksa ia kembali ke permukaan.

Sesampainya di permukaan, ia beranjak menuju kapal yang membawanya. Tuannya sudah menunggu di kapal dengan penuh harap. Melihat si penyelam kembali bertangan hampa, menjadi murkalah si tuan. “Mana mutiaranya..ngapain aja kau disana!”, kata si tuan. Si penyelam hanya tertunduk, perasaannya bercampur takut dan malu. “Maaf tuan, saya tadi belum sempat mengumpulkan mutiara, dan ada lumba-lumba yang menabrak saya..tolong beri saya oksigen lagi tuan..saya janji akan mengumpulkan mutiara!”. Penyelam itu mengiba-iba minta dikasihani..Meskipun penyelam itu mengiba, tetap saja si tuan tak peduli. Bahkan tuan itu tidak memberinya imbalan apa-apa karena ia tidak menjalankan tugasnya.

Persis..hidup itu seperti pengumpul mutiara. Allah telah memberikan kita oksigen, yang bisa kita sebut waktu. Tugas kita adalah untuk mengumpulkan mutiara-mutiara, yang bisa kita sebut amal kebaikan. Suatu saat oksigen kita akan habis dan itulah saatnya kita kembali kepada tuan kita (Allah) dengan membawa amal-amal kita.

Namun tidak sedikit manusia yang lalai dengan tugasnya, ia terpesona dengan kehidupan dunia hingga lupa beribadah. Hingga waktunya telah tiba, ia panik dan terlambat sudah. Ketika ia berjumpa Allah, ia meminta untuk dikembalikan lagi ke dunia dan berjanji akan melakukan amal kebaikan. Namun, waktunya telah habis, dan pada saat itu tak ada lagi yang bermanfaat. Tidak anak, tidak harta..yang bermanfaat hanyalah mereka yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih, yang membawa amal kebaikan, dan yang tidak lupa tugas mereka sebagai pengumpul mutiara.

Terinspirasi dari nasehat Bapak Afif Hamka..
Gambar-gambar diambil dari akuhebat.com, lolamutiara.wordpress.com, syahruramadhani.wordpress.com

Saturday, April 21, 2012

3 Ciri Bangsa yang Cerdas



Hal yang utama saat ini dalam dunia pendidikan adalah pendidikan karakter. Amat sangat penting pendidikan karakter ditanamkan pada anak didik kita. Sebuah contoh paling baik tentang hilangnya karakter adalah sirkus. Di dalam sirkus, singa yang punya karakter garang menjadi jinak. Memang untuk hiburan dan permainan saja. Tetapi di dalam dunia nyata, banyak diantara kita yang juga kehilangan karakter. Kita mengharapkan bangsa ini memiliki karakter sebagai bangsa yang cerdas.

Pertanyaannya, ciri bangsa atau orang yang cerdas itu seperti apa ? Setidaknya ada tiga ciri sebuah bangsa atau orang yang cerdas :

Pertama, setiap ada masalah ia mencari solusi bukan mempermasalahkan masalah. Solutif non destruktif. Hidup kita ini kan seperti anak sekolah. Anak sekolah itu pasti akan diuji, misalnya ia diberi 10 soal, maka jika ia bisa mengerjakan soal demi soal ia akan tersenyum gembira ketika keluar dari kelas. Tapi kalau mentalnya bukan mencari solusi, maka ia pasti akan mempermasalahkan soal yang keluar. Kenapa soal ini yang keluar !!! Kalau bisa ia bahkan menambah soal-soal yang ada saking kesalnya ia tak bisa mengerjakan. Saat ia keluar kelas pun, ketika ditanya oleh guru atau temannya pasti ia bilang wah..berat, berat…sambil pegang kening.

Demikian juga dengan kehidupan kita, kalau kita bermental solutif non destruktif, maka kita bisa menyelesaikan masalah demi masalah dalam kehidupan. Dan ketika kita akan meninggalkan dunia ini kita akan tersenyum karena banyak masalah sudah kita selesaikan. Tapi kalau kita bermental mempermasalahkan masalah, maka ketika kita akan meninggal dunia, kita akan sulit tersenyum karena banyak masalah ketika kita hidup yang tidak terselesaikan.

Kedua, cost effectiveness. Jika ia menyelesaikan masalah, maka biaya menyelesaikan masalahnya rendah. Kalau masalah bisa diselesaikan seminggu, mengapa harus diselesaikan dua minggu. Berapa besar biayanya menunda keputusan untuk waktu seminggu. Negara ini banyak sekali biaya yang keluar dalam menyelesaikan masalah, padahal sebenarnya masalah tersebut bisa diselesaikan lebih cepat.

Ketiga, dalam menyelesaikan masalah, ia tetap menjaga harkat dan martabat, atau harga diri. Sebagai contoh sederhana seorang pengemis pergi meminta-minta kepada orang lain, memang ia dapat solusinya, ia dapat uang. Tapi ia mengorbankan harga dirinya. Sebagai bangsa, jangan sampai kita mengorbankan harga diri bangsa hanya agar bangsa lain membantu kita.

Demikianlah beberapa mutiara ilmu dan hikmah pelajaran yang sangat berharga dari Pak Nuh..Ingat, siapa yang diberikan hikmah, maka sungguh ia telah diberikan kebaikan yang banyak sekali.

3 Modalitas Kita Untuk Menghadapi Masa Depan



Masa depan sudah di depan mata kita. Dan menjalani masa depan yang penuh tantangan bukanlah sesuatu yang mudah. Setidaknya kita harus memiliki tiga modalitas untuk mempersiapkan masa depan dengan baik. Tiga Modalitas itu adalah :

Pertama adalah  Modal Ilmu. Tanpa ilmu, baik sebagai bangsa maupun sebagai pribadi, kita tidak  akan bisa maju. Hanya mereka yang punya ilmu yang memiliki kehidupan dengan kualitas yang tinggi. Syair masyhur Arab tentang ilmu mengatakan :


“Ta’allam! Fainnal ilma zainun liahlihi. Wa fadhlun wa unwanun likulli mahamidi. Wa kun mustafiidan kulla yaumin ziyadatan minal ilmi, wasbah fii bukhhuril fawaidi.

Belajarlah ! (nek wong jowo ngarani sinauo), Sesungguhnya ilmu itu perhiasan bagi pemiliknya, dan ilmu itu bisa jadi kelebihan serta jadi tanda-tanda bagi setiap hal yang terpuji. Dan setiap hari hendaklah kamu berusaha agar bisa menambah ilmu, dan berenanglah di atas samudera manfaat.  “


Kedua adalah Modal Kesempurnaan Kepribadian. Pelatihan semacam Emotional dan Spiritual Achievement (ESA) ini dapat berperan untuk membentuk kepribadian. Di pelatihan ini tidak akan diajarkan teori relativitas Einstein E=MC2 atau hukum ohm V=I.R. Tapi akan diajarkan bagaimana kita mengasah kecerdasan emosional dan spiritual kita, dan menerapkannya dalam kehidupan kita.


Ketiga adalah Modal Jejaring. Modalitas ini memungkinkan kita untuk dapat bekerjasama dan bersinergi dengan pihak lain, sehingga kita bisa maju lebih cepat. Karena kita tidak mungkin mengerjakan semuanya sendiri, sedangkan ada pihak lain yang punya kelebihan dari kita.

Dengan memiliki tiga modalitas ini, maka kita dapat lebih siap memasuki masa depan dan tentunya dengan sumber daya manusia yang mampu bersaing dengan negara lain.

Sudahkah kita bersyukur sebagai orang Indonesia ?




Kita harus bersyukur menjadi orang Indonesia, Setidaknya ada 20 alasan mengapa kita harus bersyukur. Masa’ dari 7 miliar penduduk Indonesia, kita  yang 240 juta orang ini yang ditakdirkan Allah jadi penduduk Indonesia. Pasti Allah sudah takdirkan, dan segala yang ditakdirkan Allah pasti ada rahasianya.

Banyak lho imigran gelap yang mempertaruhkan nyawanya untuk menjadi orang  Indonesia. Kita sudah jadi orang Indonesia kok ya tidak bersyukur. Bangsa ini adalah bangsa yang besar, kitanya saja yang kurang bersyukur. Paling-paling kita ngomong “penduduknya banyak aja kok bangga!” . Hei jangan lupa..Tidak mudah lho untuk menambah jumlah penduduk. Pak Nuh saja yang sepuluh bersaudara, sebenarnya ingin sekali punya anak sepuluh orang. Tapi hanya dianugerahi satu anak, mau nambah jadi dua aja susah banget. Jadi bukan perkara mudah lho menambah jumlah penduduk. Singapura saja yang mau menambah jumlah penduduknya menjadi 15 juta,  tidak akan bisa tercapai sampai hari kiamat !

Salah satu alasan mengapa kita harus bersyukur sebagai orang Indonesia sebagaimana disampaikan David Cameron, PM Inggris, pada bulan April 2012 ini saat berpidato di Universitas Al Azhar Indonesia bahwa Indonesia bisa memimpin dunia. Mengapa ? Tahun 2035 Indonesia akan mendapatkan sebuah berkah, berkah yang belum diterima sejak Indonesia merdeka sampai hari ini. Di tahun 2020-2030, Indonesia akan mendapatkan apa yang disebut dengan Bonus Demografi, dimana penduduk dengan umur produktif sangat besar  sekitar 70% dibanding dengan usia muda dan usia lanjut yang belum banyak. Jumlah penduduk produktif yang sangat besar itu akan menguntungkan dari sisi pembangunan sehingga dapat memacu pertumbuhan ekonomi ke angka yang lebih tinggi.


Tugas kita adalah mempersiapkan agar bonus itu tidak menjadi sia-sia. Jika kita mampu menyediakan lapangan kerja maka pertanyaan selanjutnya apakan kita memiliki sumber daya manusia yang siap bersaing di dunia kerja dan pasar internasional ?


Oleh karena itu, untuk memasuki masa depan itu, setiap pemuda hari ini harus mempersiapkan dengan tiga modalitas utama. Tiga modalitas itu akan dibahas pada tulisan selanjutnya. 

25 Tahun, Usia Emas Penentu Masa Depan


Sabtu ini (21/4) sambil bertugas, saya mendapatkan banyak pelajaran dari Pak Nuh, Bapak Menteri Pendidikan Nasional. Pak Nuh, demikian biasa dipanggil, hadir di Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) untuk membuka pelatihan Emotional dan Spiritual Achievement. Sebuah pelatihan bagi pelajar SMA yang terselenggara atas kerjasama Yayasan Al Kahfi dan UAI.


Oya..karena ada begitu banyak pelajaran dari beliau, aku bagi jadi beberapa tulisan ya..

Dalam pengalaman Pak Nuh, ada patokan utama yang bisa kita ambil pelajaran. Patokan itu adalah usia seseorang di saat ia mencapat 25 tahun. Usia 25 tahun adalah usia emas. Kalau orang sampai pada usia 25 tahun berhasil dilalui dengan baik, maka insyaAllah di tahun-tahun berikutnya ia akan berhasil. Tapi kalau usia dibawah 25 tahunnya berlalu begitu saja, kacau, berantakan, maka ia perlu effort (usaha) besar untuk menuju keberhasilan. Bukannya ia tidak bisa berhasil di masa depannya, tapi ia butuh usaha lebih besar untuk berhasil dibanding mereka yang telah sukses menapak usia 25 tahun dengan prestasi.

Oleh karena itu, anak-anak muda yang masih dalam usia belajar, anggap lulus SMA 18 tahun, lulus sarjana 22 tahun, 3 tahun untuk bekerja atau studi lanjut dan seterusnya harus mempersiapkan dengan baik masa-masa emas itu. Jika tidak, jangan harap bisa mencapai kesuksesan di usia yang lebih tinggi. Sayang sekali jika usia emas itu diisi dengan narkoba, tawuran, seks bebas dan kenakalan remaja lainnya karena mereka telah membuat noktah hitam dalam perjalanan hidupnya.

Monday, April 09, 2012

Ayah kembalikan tanganku, aku janji ga coret-coret mobil ayah lagi..

Hari ini seperti biasanya nina hanya ditemani pembantunya, mbak ana. Ayah ibunya sudah sejak pagi pergi bekerja ke kantor. Umurnya baru 3,5 tahun, masih suka usil dan bandel. Kalau dibilangin suka ga dengerin. 

Entah apa yang membuat nina susah sekali makan hari ini, mbak ana udah berulang kali menyuapkan nasi ke mulut nina..tapi nina hanya berlari kesana-kemari. Mungkin dia agak kesal, soalnya tadi malam ayah memarahinya karena tak sengaja mengganggu pekerjaan ayahnya.

Mbak ana tanpa lelah terus mengikuti nina, sambil menyuapinya. Nina mengambil spidol berwarna yang sering digunakannya untuk menggambar. Ia melompat-lompat sambil berlari menuju keluar rumah. Hari ini ayah ibu nina  sengaja tidak pakai mobil, karena khawatir terjebak macet ketika pulang. Maklum tiga hari ini Jakarta diguyur hujan lebat dan biasanya akan banjir dan macet dimana-mana.

Sambil berteriak, nina berlari menuju mobil ayahnya, dengan usilnya ia mencoret-coret mobil ayahnya. "Jangan dicoret nina! Nanti ayah marah lho!", kata mbak ana setengah berteriak. Mendengar suara tinggi mbak ana, nina menghentikan corat coretnya. Ia teringat suara dan wajah ayahnya saat marah. Hii..ngeri sekali. Akhirnya mbak ana mengajak nina masuk ke rumah.

Malam hari saat ayah dan ibu nina pulang, ayah melihat mobilnya dicorat coret. Ayah marah sekali dan berteriak memanggil mbak ana. "Mbak ana..!! Ini kenapa mobilnya jadi begini !". Mbak ana menjawab " O..tadi nina belajar menggambar pak..", mbak ana mencoba melindungi nina. Ayah nina kemudian masuk ke kamar nina dan melihat anaknya sedang ketakutan. Kemudian ayah menghampiri nina dan bersuara keras, "Kamu kan udah dibilangin jangan corat coret sembarangan, sekarang malah coretin mobil ayah!!!.", sambil memukul tangan nina.

Nina menangis, meringis karena kesakitan. Saking sakitnya, tangan nina sedikit tergores karena luka dan memar. Mungkin ayah tak sengaja memukul dan mengenai benda tajam di samping nina. Tak lama kemudian, ayah keluar. Mbak ana masuk ke kamar nina sambil mendiamkan nina. Kemudian mbak ana mengambil obat merah. Ibu nina bertanya "kenapa mbak ana ? Ada yang luka ya". "Iya bu, tangan nina sedikit luka". Ayah mendengar itu terus berkata "Udah..kasih aja obat merah, nanti juga sembuh".

Setelah beberapa hari berlalu, mbak ana datang lagi ke ibunya nina, "Ibu..tangan nina belum sembuh juga, sudah saya kasih obat merah, tapi ga ada sembuh-sembuh bu..". Ibu nina yang baru pulang dari kerja kelihatan sangat letih, kemudian mendengar itu berkata, "coba di bersihin pakai betadin atau pakai cairan pembersih deh mbak ana.."

Akhirnya setelah dua hari berlalu, mbak ana kelihatan panik sekali dan menelpon ibu nina yang sedang bekerja, "Ibu..nina dari tadi nangis terus..katanya tangannya sakit sekali. Saya ga tahu harus diapakan lagi bu". Mendengar pembantunya yang panik, ibu nina bilang "Iya mbak ana..saya hari ini pulang agak cepat, tolong ditenangkan aja si nina". Tak berapa lama, ibu nina menelpon suaminya untuk segera pulang.

Segera setelah ayah dan ibu nina sampai di rumah, mereka langsung membawa nina yang badannya sudah sangat panas ke rumah sakit. Kurang lebih satu jam menunggu, akhirnya dokter yang menangani nina keluar dan menemui kedua orang tua nina. Sedikit berbasa-basi, tak lama seorang suster memberikan sebuah map kuning kepada dokter tersebut.

"Bapak dan Ibu nina..saya mohon maaf sekali, saya sudah berusaha untuk menyelamatkan tangan nina, tapi rupanya terlambat. Tangan nina sudah terlanjur infeksi dan terlambat untuk ditangani. Ini surat persetujuan bapak ibu untuk tindakan amputasi tangan nina", begitu dokter menyampaikan kepada ayah ibu nina  dengan hati-hati.

Seakan tersengat setrum kedua orang tua nina kaget bukan kepalang. Namun karena tidak punya pilihan lain, ayah nina menandatangai juga surat persetujuan tersebut. Ayah ibu nina sangat menyesal sekali..tak menduga akibatnya akan sefatal itu.

Hari berganti, nina mulai pulih dari rasa sakit yang dideritanya. Ketika ia melihat tangannya setelah dilepas perban, nina terkejut sekali melihat tangannya sudah tak seperti dulu lagi. Melihat tangannya yang tak ada lagi, nina menangis dan berlari ke arah orang tuanya..sambil berkata. "ayah tolong kembalikan tangan aku, aku janji ga akan corat coret mobil ayah lagi..". Ayah hanya bisa menyesali dalam-dalam perbuatannya..

Semoga anak-anak kita tidak menjadi seperti nina.. 

Thanks to Dian Kusuma untuk ceritanya yang mengharukan..
Gambar : copyright Sartom

Thursday, April 05, 2012

3 Prinsip Utama Dalam Berjuang


Siang ini selepas sholat Dzuhur (5/4/12), kami menyempatkan untuk duduk sejenak sekitar 7 menit untuk mendengarkan petuah dari seorang guru. Guru tersebut mengingatkan kami bahwa setiap orang yang ingin menggapai cita-citanya harus melalui sebuah perjuangan. Dan dalam setiap perjuangan harus memiliki prinsip-prinsip perjuangan. Kalau ada satu dari prinsip perjuangan ini yang tidak dipenuhi, maka cita-cita tersebut "mustahil".

Prinsip pertama adalah kesungguhan. Sebuah kata mutiara arab yang masyhur berbunyi, "man jadda wa jadda" (siapa yang bersungguh-sungguh, pasti akan mendapatkan). Ibnu Hajar ketika sedang menempuh masa belajarnya, ia merasa sudah tak mampu untuk melakukannya. Akhirnya ia memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya. Namun di tengah jalan, dilihatnya sebuah batu yang keras menjadi cekung karena air yang menetes di atasnya. Air yang lembut itu jika terus menerus menetes di atas batu yang keras sekalipun akan menjadi cekung juga. Sama halnya dengan manusia, sebebal-bebalnya manusia jika ia tak pernah berhenti untuk belajar maka cepat atau lambat ia akan mendapatkan ilmu yang dipelajarinya.

Prinsip kedua adalah strategi. Kesungguhan saja belum cukup jika tidak memiliki strategi yang handal. Dalam sebuah perang dikisahkan Rasulullah memerintahkan pasukannya untuk berperang di arah timur. Otomatis, kalau begitu pihak musuh berada di arah barat. Strategi itu ampuh digunakan karena pihak lawan selain harus menghadapi kaum muslimin, mereka juga harus melawan silaunya sinar matahari. Akhirnya peperangan itu dimenangkan oleh kaum muslimin.


Prinsip ketiga adalah keikhlasan. Semua kesungguhan dan kerja keras kita tak akan ada hasilnya jika tidak didasari niat ikhlas. Karena kita bekerja dan berbuat hanya untuk Allah, maka kerja kita akan bernilai ibadah. Sebaliknya jika kerja kita untuk mengharapkan ridho orang lain, maka kita tidak akan mendapat apa-apa selain dari orang tersebut. Dan kalau kita banyak berharap kepada selain Allah, maka siap-siap kita akan kecewa!

Demikianlah tiga prinsip perjuangan yang harus kita pegang di dalam berjuang untuk meraih cita-cita yang kita impikan.

Monday, April 02, 2012

Begitu susahkah mencari nafkah ?


Tak sengaja sore ini, aku menemukan sebuah cerita yang sangat menginspirasi, tentang mencari rezeki. Tulisan ini aku temukan di blog Bapak Hamam Burhanuddin. Khawatir kehilangan hikmah, aku pasang juga di blogku. Berikut ini ceritanya..

Fadlan datang kepada seorang kyai di kampungnya. Ia merasa bingung. Sudah banyak cara telah ia tempuh, namun rezeki masih tetap sulit ia cari. Kata orang, rezeki itu bisa datang sendiri, apalagi kalau sudah menikah. Buktinya, sudah 3 tahun ia menikah dan dikarunia dua orang anak, ia masih tetap hidup luntang-lantung tak menentu. Benar, keluarganya tidak pernah kelaparan sebab tidak ada makanan. Namun kalau terus-terusan hidup kepepet dan tidak punya pekerjaan, rasanya tidak ada kebanggaan diri.
Ia pun datang kepada Kyai Ahmad untuk minta sumbang saran. Kalau boleh sekaligus minta do’a dan pekerjaan darinya. Terus terang, ia sendiri kagum dengan sosok Kyai Ahmad yang amat bersahaja. Tidak banyak yang ia kerjakan, namun dengan anak 9 orang, sepertinya mustahil bila ia tidak pusing memikirkan nafkah keluarga. Tapi nyatanya, sampai sekarang Kyai Ahmad tetap sumringah di mata Fadlan. Tidak pernah ia lihat Kyai Ahmad bermuka muram seperti dirinya. Makanya hari itu, Fadlan datang untuk meminta nasehat kyai tersebut.
“Hidup ini adalah adegan. Kita hanya wayang, sementara dalangnya adalah Gusti Allah! Jadi, manusia itu hidup karena disuruh ‘manggung’ oleh Dalangnya!” Kyai Ahmad membuka penjelasan dengan sebuah ilustrasi ringan.

“Gak mungkin… kalau wayang itu manggung sendiri. Pasti, ia dimainkan oleh Dalang. Sementara selama di panggung, pasti Dalang akan memperhatikan nasib wayang itu!
Begitu juga manusia… gak mungkin dia hidup di dunia, tanpa diperhatikan segala kebutuhannya oleh Gusti Allah! Sudah paham belum kamu, Fadhlan?!” Kyai Ahmad mengakhiri penjelasannya dengan sebuah pertanyaan.

“Tapi pak kyai…, kalau Gusti Allah benar menjamin hidup hamba-Nya…kenapa hidup saya seperti sia-sia begini ya… nyari nafkah saja kok susah!” Fadlan menyampaikan keluhnya.
“Oh… itu karena kamu belum datang kepada Gusti Allah. Kalau kamu datang kepada
Gusti Allah, hidupmu gak bakal sia-sia!” Kyai Ahmad menambahkan.

Fadhlan belum mengerti betul apa maksud sebenarnya dari kata ‘datang kepada
Allah’, ia pun menanyakan gambaran kongkrit tentang hal itu kepada Kyai Ahmad.
Dengan santai Kyai Ahmad menjelaskan, “Fadlan…, semua masalah di dunia ini
bakal selesai asal kita datang kepada Allah. Banyak di dunia ini orang yang bermasalah,
punya hutang segunung, rezeki sulit, ditimpa berbagai macam penyakit, kemiskinan,
kelaparan dan lain-lain… Itu disebabkan karena mereka tidak datang kepada Allah. Kalau
saja mereka datang kepada Allah, maka segala masalah mereka terselesaikan!”
“Apakah hanya sesederhana itu, pak Kyai?” Fadlan bertanya dengan nada penasaran.
“Ya, hanya sesederhana itu!” Pak kyai menegaskan.

Pak Kyai bercerita, “Pernah terjadi di Rusia di sebuah negeri yang terkenal atheis,
seorang pria pergi ke tukang cukur. Saat rambutnya dicukur, ia terserang kantuk. Kepalanya
mulai mengangguk-angguk karena kantuk. Tukang cukur merasa kesal, namun untuk
membangunkan pelanggannya, si tukang cukur mulai bicara:

‘Pak, apakah bapak termasuk orang yang percaya tentang adanya Tuhan?’
Pelanggan menjawab, ‘Ya, saya percaya adanya Tuhan!’
Agar pembicaraan tak terhenti, si tukang cukur menimpali,
‘Saya termasuk orang yang tidak percaya kepada Tuhan!’
‘Apa alasanmu?’ pelanggan melempar tanya.
‘Kalau benar di dunia ini ada Tuhan, dan sifat-Nya adalah Maha Pengasih dan Maha Penyayang, menurut saya tidak mungkin di dunia ada orang yang punya banyak masalah, terlilit hutang, terserang penyakit, kelaparan, kemiskinan dan lain-lain. Ini khan bukti sederhana bahwa di dunia ini tidak ada Tuhan!’ tukang cukur berbicara dengan cukup lantang.
Si pelanggan terdiam. Dalam hati, ia berpikir keras mencari jawaban.

Namun sayang, sampai cukuran selesai pun ia tetap tidak menemukan jawaban. Maka pembicaraan pun terhenti. Sementara si tukang cukur tersenyum sinis, seolah ia telah memenangkan perdebatan.

Akhirnya, saat cukuran itu selesai, si pelanggan bangkit dari kursi dan ia berikan ongkos yang cukup atas jasa cukuran. Tak lupa, ia berterima kasih dan pamit untuk meninggalkan tempat. Namun dalam langkahnya, ia masih tetap mencari jawaban atas perdebatan kecil yang baru ia jalani.

Saat berdiri di depan pintu barber shop, ia tarik tungkai pintu kemudian hendak melangkahkan kakinya keluar…. saat itu Allah Swt mengirimkan jawaban padanya. Matanya tertumbuk pada seorang pria gila yang berparas awut-awutan. Rambut panjang tak terurus, janggut lebat berantakan.

Demi melihat hal sedemikian, pintu barber shop yang tadi telah ia buka maka ditutup kembali. Ia pun datang lagi kepada tukang cukur dan berkata, ‘Pak, menurut saya yang tidak ada di dunia ini adalah TUKANG CUKUR!’ Merasa aneh dengan pernyataan itu, tukang cukur balik bertanya, ‘Bagaimana bisa Anda berkata demikian. Padahal baru saja rambut Anda saya pangkas!’

‘Begini pak, di jalan saya dapati ada orang yang kurang waras. Rambutnya panjang tak terurus, janggutnya pun lebat berantakan. Kalau benar di dunia ini ada tukang cukur, rasanya tidak mungkin ada pria yang berperawakan seperti itu!’ si pelanggan menyampaikan penjelasannya.
Tukang cukur tersenyum, sejenak kemudian dengan enteng ia berkata, ‘Pak… bukan Tukang Cukur yang tidak ada di dunia ini. Masalah sebenarnya adalah pria gila yang Anda ceritakan tidak mau hadir dan datang ke sini, ke tempat saya… Andai dia datang, maka rambut dan janggutnya akan saya rapihkan sehingga ia tidak berperawakan sedemikian!’

Tiba-tiba si pelanggan meledakkan suara, ‘Naaaahhhh…. itu dia jawabannya. Rupanya Anda juga telah menemukan jawaban dari pertanyaan yang Anda lontarkan!’ ‘Apa maksudmu?’ si tukang cukur tidak mengerti dengan pernyataan pelanggannya.
‘Anda khan bilang bahwa di dunia ini banyak manusia yang punya masalah. Kalau saja mereka datang kepada Tuhan, pastilah masalah mereka akan terselesaikan. Persis sama kejadiannya bila pria gila tadi datang kemari dan mencukurkan rambutnya kepada Anda!’”

Kyai Ahmad mengakhiri kisah yang ia sampaikan. Terlihat Fadlan menganggukkan kepala tanda mengerti.

“Jadi…, kamu hanya tinggal memohon saja apa yang kamu inginkan kepada Allah Swt., pasti Allah bakal berikan apa yang kamu pinta!” Kyai Ahmad berkata memberi garansi. Fadlan sudah mulai yakin, tapi ia masih mengejar dengan satu pertanyaan, “Pak Kyai, saya sudah niat untuk datang dan semakin mengakrabkan diri kepada Allah. Tapi bagaimana caranya ya pak Kyai agar saya bisa memohon nafkah yang cukup kepada Allah?”

Kemudian Pak Kyai membacakan ayat dalam Al Qur’an:

“Katakanlah: “Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup, dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)”. QS. Ali Imran : 26-27

“Bacalah ayat itu sesering mungkin dan perbanyak doa memohon nafkah serta rezeki yang halal dari Allah Swt. Yakinlah bahwa Allah Swt akan senantiasa menjamin penghidupanmu dan keluarga!” Kyai Ahmad mengakhiri pembicaraan dengan memberi pesan.

Usai pembicaraan dengan Kyai Ahmad, Fadlan merasa yakin bila dirinya hendak mencari nafkah, maka cara termudah yang dapat ia kerjakan hanyalah dengan ‘Datang dan Memohon kepada Pemilik Nafkah!’

Fadlan telah meyakini hal ini.

Wednesday, March 21, 2012

Menjadi Blogger yang produktif

Sore ini (21/3) pekerjaanku lagi banyak-banyaknya..disela mengerjakan tugas, aku sempatkan mencari informasi tentang blog. Iseng-iseng aku temukan tips bagaimana menjadi blogger yang produktif di sebuah situs ukm. Karena takut lupa..aku ambil aja ya artikelnya, ini tulisan dari situs www.bisnisukm.com.

Menjalankan peluang bisnis onlinememang menjanjikan untung yang sangat besar. Terlebih lagi saat ini perkembangan jumlah pengguna internet juga mengalami peningkatan yang cukup tajam, sehingga tidak heran bila setiap harinya muncul para blogger baru yang tertarik mendapatkan untung besar dari bisnis di dunia maya.
Meskipun sekarang ini jumlah blogger di seluruh dunia terus mengalami peningkatan, namun tidak semuanya bisa terus konsisten dalam menjalankan usahanya. Sebagian dari mereka banyak yang menyerah di tengah ketatnya persaingan pasar dan memilih mengakhiri bisnis online yang dijalankannya sebelum bisa mencapai puncak kesuksesannya. Tentu Anda tidak ingin menjadi bagian dari mereka bukan?
Karenanya, untuk membantu Anda sukses menjalankan bisnis online, berikut ini kami informasikan beberapa tips dan trik menjadi blogger yang produktif.

  1. Mulailah dengan mengatur jadwal posting artikel. Sebagai seorang blogger, wajib bagi Anda untuk mengupdate konten artikel secara rutin. Sebab, kegiatan tersebut menjadi salah satu faktor pendukung yang memperlihatkan keaktifan Anda dalam menjalankan bisnis online. Jadi, sebisa mungkin sisihkan waktu Anda untuk membuat artikel baik harian maupun mingguan, sehingga aktifitas blog Anda selalu terjaga.

  2. Selalu fokus pada niche dan minat yang Anda miliki. Faktor inilah yang sering kali dilupakan para blogger, banyaknya peluang bisnis yang bisa dijalankan di internet membuat para pelaku bisnis online mulai tergoda untuk mengambil semua peluang yang ada. Akibatnya mereka kurang fokus menjalankan usahanya sehingga hasil yang di dapatkan juga belum bisa optimal. Karena itu, pilihlah niche serta minat yang Anda sukai dan upayakan untuk selalu fokus mengerjakannya sampai tuntas hingga mencapai puncak kesuksesan.

  3. Ciptakan ide dan inovasi baru untuk meningkatkan loyalitas pengunjung Anda. Sebagai seorang blogger, penting bagi Anda untuk selalu berkreasi dan berinovasi menciptakan terobosan-terobosan baru guna memberikan nilai tambah bagi para pengunjung blog. Misalnya saja dengan membuatkan forum bagi para member Anda, atau memberikan konten menarik yang tentunya bisa di download gratis oleh para pengunjung. Hal-hal inilah yang perlu Anda perhatikan agar para pengunjung betah berlama-lama berada di blog Anda

  4. Jadikan kegiatan blogging sebagai passion Anda. Salah satu kunci kesuksesan seorang pelaku usaha adalah melibatkan passion dalam setiap kegiatannya. Oleh karena itu, nikmati semua kegiatan blogging yang Anda jalankan dan jangan pernah menjadikan tugas tersebut sebagai sebuah beban. Apabila Anda menjadikan kegiatan blogging sebagai beban, maka bisa dipastikan Anda akan cepat bosan dan menyerah di tengah jalan.

  5. Terkadang Anda juga perlu melakukan blog walking(berkunjung ke blog lain) untuk mempromosikan keberadaan situs blog Anda. Selain itu Anda juga bisa mempromosikannya dengan memasang iklan baris, iklan baner, ataupun melalui forum komunitas tertentu baik yang gratisan maupun yang berbayar. Semakin rajin Anda mempromosikan situs blog Anda, maka semakin besar pula kemungkinan Anda untuk meningkatkan popularitas blog tersebut.
    Sukses tidaknya blog yang Anda miliki tergantung pada niat, tekad, dan aktivitas yang Anda lakukan setiap harinya. Ketika Anda berusaha menjadi blogger yang produktif, maka pintu kesuksesan pun juga akan terbuka lebar bagi bisnis online yang Anda jalankan. Manfaatkan waktu sebaik-baiknya dan dapatkan untung berlimpah dari kegiatan blogging yang Anda kerjakan setiap bulannya. Selamat berkarya dan salam sukses.

Sunday, March 18, 2012

Temukan bakat, cari tahu untuk apa tujuan kita diciptakan.

Abah Royani, salah satu penemu alat untuk menemukan bakat, berkesempatan mengisi di kampus Universitas Al Azhar Indonesia. Beliau menggugah hadirin yang ada saat itu tentang “untuk apa tujuan kita diciptakan?”

Abah Rama, panggilan beliau memberi contoh dengan alat transportasi. Untuk memenuhi kebutuhan transportasi, manusia dengan kemampuan akalnya berupaya menciptakan berbagai moda atau alat transportasi. Jika kita kelompokkan berdasarkan alamnya, maka kita bisa bagi moda transportasi menjadi darat, air dan udara. Tentunya setiap moda memiliki kebutuhan yang berbeda, tergantung dimana ia digunakan, dan oleh karena itu setiap moda memiliki keunikan dan kelebihan tersendiri dibanding yang lain.

Demikian halnya dengan manusia. Allah menciptakan kita, manusia, sebagai khalifah di muka bumi ini. Setiap manusia diciptakan oleh Allah secara unik, berbeda, tidak menyerupai yang lain meskipun telah berjuta-juta jumlah manusia yang pernah ada di bumi ini. Selain unik, setiap manusia juga telah diberi oleh Allah fitur atau spesifikasi yang berbeda-beda.

Ada orang yang sejak lahir suka berkumpul dengan yang lain, ada juga yang suka menyendiri. Ada yang pintar berbicara, ada juga yang tidak pandai berbicara. Ada yang jenius untuk urusan hitung-menghitung, ada juga yang jenius menggubah lagu. Setiap orang punya kelebihan yang unik!

Disamping setiap orang diberikan kelebihan oleh Allah, setiap orang juga punya kekurangan, entah karena tidak punya kemampuan untuk mengerjakan sesuatu itu atau tidak punya minat untuk melakukannya. Berbeda dengan kelebihan tadi, ia berupa kemampuan yang Allah berikan kepada manusia tersebut dan manusia tersebut juga punya minat untuk melakukannya.

Agar kita bisa hidup sesuai tujuan Allah menciptakan kita, maka hendaklah setiap kita melihat kembali ke dalam diri lebih dalam lagi. Apa sesuatu yang betul-betul kita sukai, menjadi kekuatan dan kelebihan kita, dan yang jelas bernilai manfaat orang lain.

Setiap kita hendaknya mengenali dengan baik dirinya, melihat “bakat” yang selama ini terpendam, mungkin karena pendidikan yang kita jalani atau karena lingkungan yang tidak mendukung. Ada beberapa cara untuk menemukan bakat yaitu dengan tool talents mapping, strength statement dan strength typology.

Coba deh..satu tool diatas yaitu strength typology, kunjungi situsnya di www.temubakat.com. Isi dan jawab pertanyaan di situs tersebut. Dan..hasilnya pun keluar! Anda dapat melihat bakat anda dimana.

Monday, February 13, 2012

Rekreasi Unik di Taman Pemakaman

Pagi ini duka menyelimuti kantor kami. Teman kerja kami, pak Hasan, yang selama ini kami tunggu humor-humornya, telah dipanggil Allah hari Ahad kemarin. Aku bergegas pagi-pagi menuju kantor, tak ingin kehilangan moment terakhir mengantarkan teman kerja kami.

Alhamdulillah..kurang lima menit lagi, aku pasti ditinggal oleh rombongan bis kampus. Pagi ini tujuan kami adalah San Diego Hills, komplek pemakaman di Kerawang.

Perjalanan kali ini, suasana hati kami tak menentu. Antara, sedih, merasa kehilangan dan juga sedikit rileks karena rutinitas kerja di meja kantor hari ini berganti di jalan.

Sekitar 1 jam, akhirnya kami sampai di komplek pemakaman tersebut. Wah..melihat penaataan pemakamannya, komplek ini terkesan tidak seperti pemakaman, malah lebih layak seperti tempat rekreasi.

Sepertinya pengembang komplek pemakaman ini ingin mengubah image pemakaman yang identik dengan kesedihan, duka lara menjadi rekreasi dan ceria. Bahkan disediakan juga restoran dan tempat untuk melangsungkan pernikahan.

Memang bagi orang yang punya otak bisnis, semua usia bisa dijadikan ladang bisnis. Mulai dari janin di dalam perut ibu sampai dengan orang tua yang sudah tak bernyawa, semua bisa jadi bisnis.

Setelah prosesi pemakan dan lain-lain selesai sekitar setengah jam, aku baru menyadari bahwa aku berada di lokasi pemakaman. Astaghfirullah..aku lupa membaca doa masuk pemakaman. "Assalamu'alaikum ahladdiyari minal mu'miniin ...". Ya, saking indahnya pemandangan di pemakaman tersebut, aku sampai lupa kalau itu pemakaman.

Semoga ahli kubur yang sudah mendahului kita, khususnya orang-orang yang beriman, mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Amiin.



Sunday, February 12, 2012

Selamat Jalan Pak Hassan..

Di sebuah Ahad sore (12/2/12) yang tenang, seorang sahabat menelponku..bicaranya agak terburu-buru. Aku yang mendengarkan pun harus lebih perhatian. "Saya mau mengabarkan, pak Hasan teman kita meninggal". Setengah tak percaya aku berkata : "Ha..yang benar, kemarin aku masih ngomong-ngomong sama beliau".

Setelah cross check kesana kemari, akhirnya berita itu memang benar adanya. Ya Allah..pribadi santun, ramah dan suka senyum itu telah pergi meninggalkan kami, dan yang pasti Universitas Al Azhar Indonesia (UAI).

Pak Hasan, sejak awal UAI berdiri sudah ikut mengawal berbagai kegiatan kampus ini. Mulai dari promosi ke sekolah, persiapan kuliah, pembangunan gedung baru, menjadi wakil dekan, kepala biro telah beliau lewati.

Setelah pak Sulchan Hasjim, satu lagi punggawa loyal UAI pergi meninggalkan kita..Selamat jalan pak Hasan, selamat jalan orang baik..doa kami selalu menyertaimu..

Tuesday, June 28, 2011

Bagaimana Membuat Orang Membicarakan Merek Anda ?

Berikut ini ada artikel bagus tentang WOM (Word of Mouth) dari John Moore, seorang Marketing Strategist pada Brand Autopsy Marketing Practice dan Konsultan untuk WOMMA. Saya meng-alihbahasakannya secara bebas agar bisa lebih banyak orang yang dapat mengambil manfaat dari artikel ini.

Talkable brands atau bahasa sederhananya “merek yang bisa berbicara” tidak bergantung pada iklan yang mahal untuk meningkatkan penjualan. Merek yang Talkable ‘menyelinap’ ke dalam percakapan customer mereka sebagai kendaraan iklan utama mereka, tentu saja dengan harga yang murah bahkan free! Merek-merek seperti ini memanfaatkan penggunaan pemasaran ‘dari mulut ke mulut (WOM)’ yang tidak hanya meningkatkan kesadaran pelanggan terhadap merek, tetapi juga meningkatkan penjualan.

Starbucks Coffee adalah salah satu merek yang talkable. Begitu juga dengan Whole Foods Market. Bukan suatu kebetulan kedua merek ini berkembang dari bisnis lokal menuju merek regional dan akhirnya sampai menjadi ikon global. Kedua merek tersebut membuat beberapa keputusan dengan sengaja untuk ‘membakar’ pemasaran dari mulut ke mulut ke dalam cara mereka melakukan bisnis yang tidak hanya untuk satu hari saja, tetapi itu terjadi untuk setiap hari.

Sebagai seorang manajer pemasaran Starbucks di dalam tahun-tahun awal perkembangannya dan sebagai seorang direktur pemasaran Whole Foods, John Moore merasa beruntung dapat menyaksikan dan ambil bagian dalam berbagai metode yang digunakan oleh merek-merek ini untuk membuat para konsumen berbicara tentang merek mereka.
Membuat konsumen membicarakan merek anda bukanlah sesuatu yang sulit seperti yang anda bayangkan. Prosesnya dimulai dengan membuat keputusan untuk menjadi ‘obvious’ (jelas nyata), ‘remarkable’ (luar biasa) dan ‘conversational’ (bersifat percakapan), demikian jelas John Moore.

Merek yang talkable seperti Starbucks dan Whole Foods adalah nyata dalam hal sesuatu yang mereka wakili. Starbucks mewakili bolder (sesuatu yang berani, tegas, hebat), dengan kopi yang memiliki cita rasa lebih. Whole Foods mewakili toko bahan makanan yang alami dan organik. Dengan keputusan yang diambil sengaja untuk mewakili sesuatu, kedua perusahaan ini dikenal memiliki ‘sudut pandang’ yang unik.

Whole Foods Market tidak menjual produk-produk dengan bahan tiruan. Perusahaan tersebut secara ‘jelas dan nyata’ dalam pendiriannya menentang bahan-bahan tiruan. Di dalam websitenya, Whole Foods mencantumkan sebuah daftar panjang dari bahan-bahan yang ditolak dan tidak diizinkan untuk mereka jual.

Jika anda mondar mandir melewati gang soft drink di Whole Foods, maka anda tidak akan melihat merek-merek seperti Coca-Cola, Pepsi, atau Dr. Pepper. Setiap soda-soda best-selling tersebut dibuat dengan bahan tiruan. Sebagai ganti dari soda-soda populer tersebut, anda akan melihat merek-merek yang tidak ‘familiar’ seperti Izze, Maine Root, dan Blue Sky pada rak-rak di Whole Foods.

Dengan menjadi nyata pada sesuatu yang diwakili, Whole Foods Market tampak lebih orisinil. Dan itulah pelajaran yang dapat diambil oleh merek-merek lainnya – semakin nyata anda, semakin orisinil anda terlihat.

Pemasar terkenal dan pengarang Seth Godin mengatakan, “ Kamu adalah luar biasa atau tidak kelihatan. Ambillah pilihanmu”. Merek yang Talkable memutuskan untuk menjadi luar biasa dengan mendapatkan opini-opini dari pelanggannya.

Starbucks secara sengaja mencari opini-opini dari pelanggannya. Berpikir tentang kunjungan pertama anda ke Starbucks dan anda akan teringat menjadi bingung dengan nama-nama aneh mereka untuk “ukuran minuman dan barista (orang yang membuat minuman di kedai kopi) Starbucks berbahasa aneh yang digunakan untuk memanggil pesanan minuman. Sebagai contohsebutan “ a tall” adalah diperuntukkan untuk sesuatu yang sungguh kecil, dan “a venti” adalah sesuatu yang ekstra besar. Jangan berpikir sedetikpun anda tidak belajar bagaimana memesan minuman favorit anda dalam dialek Starbucks yang sempurna. Anda pasti belajar. Dan dengan pelanggan mempelajari untuk mengatakan “grande non-fat extra hot, two-pump vanilla, one-pump hazelnut, no-foam latte” adalah cara lain Starbucks untuk menjadi luar biasa dan menjadi merek yang Talkable.

Bahasa Starbucks yang unik adalah polarizing (polarisasi / peng-kutub-an). Beberapa orang menyukainya, dan yang lain membencinya. Starbucks mengetahui cara polarisasinya yang membuat seluruh proses pembelian secangkir kopi yang biasa menjadi tidak biasa. Sehingga sesuatu yang tidak biasa tersebut memicu perbincangan dengan sesama pelanggan.
Merek yang Talkable mengikuti perbincangan dimana saja customer berbicara. Customer sebagaimana yang kita ketahui, adalah “suatu kumpulan yang suka berbicara”. Keller Fay Group, sebuah perusahaan riset pemasaran, memperkirakan orang Amerika mengambil bagian dalam 125 perbincangan setiap minggu dengan teman-teman, keluarga dan teman sekerja mereka yang membahas produk dan servis. Dari semua percakapan tersebut, merek-merek spesifik disebutkan lebih dari 60 kali.

Hari ini, percakapan-percakapan yang terkait dengan merek-merek tersebut diperkuat melalui website media sosial seperti Facebook dan Twitter. Baik Starbucks dan Whole Foods secara aktif kedua-duanya berpartisipasi dalam percakapan online dengan para customer. (Starbucks memiliki lebih dari 23 juta fans di Facebook dan Whole Foods memiliki sekitar 2 juta pengikut di Twitter).

Starbucks dan Whole Foods tidak menggunakan Facebook dan Twitter sebagai saluran siaran untuk berbicara tentang promosi dan produk baru. Mereka justru menggunakan media utama berupa website-website media sosial sebagai saluran pendengar untuk menyediakan layanan pelanggan yang lebih baik.

Sebagai contoh, Whole Foods secara aktif merespon beberapa komentar dan pertanyaan orang-orang tentang perusahaannya di Twitter. Sembilan dari sepuluh tweets dari Whole Foods pada Twitter adalah tanggapan perusahaan terhadap seseorang yang mengirimkan tweet. Whole Foods memiliki strategi media sosial yang dirancang khusus yang dapat melibatkan kegiatan mendengar dan merespon daripada hanya sekedar berbicara.

Bisnis Anda dapat mulai menjadi merek yang lebih Talkable dengan memutuskan menjadi unik (unique), selanjutnya menjadi luar biasa (remarkable) setiap harinya dan dengan memutuskan untuk selalu menjadi perbincangan (conversational) melalui media sosial.

Monday, June 13, 2011

Mayoritas pemuda muslim Indonesia tolak poligami ?

Lembaga Survey Indonesia (LSI) bekerjasama dengan Goethe Institut, Friedrich Naumann Stiftung dan Fur Die Freiheit membuat survey untuk melihat sikap pemuda muslim terhadap poligami. Hasil survey tersebut mengungkapkan data bahwa 52,9 persen pemuda muslim menolak poligami dan 32,9 persen sangat menentang poligami. Total 85,9 persen yang menolak poligami, demikian disampaikan oleh Burhanuddin Muhtadi dari LSI (detik.com).

Survey tersebut dilakukan pada 1496 responden di seluruh Indonesia mulai usia 15 hingga 25 tahun. Pendidikan responden bervariasi mulai dari SD hingga universitas. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung dari tanggal 18-26 November 2010 dengan margin error sekitar 2,6 persen.

Benarkah para pemuda muslim tersebut menolak poligami ? Ataukah Lembaga Survey LSI yang salah bertanya kepada mereka ?

Poligami sebagaimana disebutkan dalam Al Qur'an surat An Nisa' ayat ke-3 adalah sebuah jalan keluar bagi muslim yang mampu berbuat adil, terutama kepada istri-istri mereka. Namun ayat tersebut menegaskan bahwa jika seorang muslim takut tidak bisa berlaku adil maka CUKUP SATU saja..Jadi pada dasarnya monogami adalah semangat dari ayat tersebut, khususnya bagi kebanyakan orang yang tidak mampu adil.

Kita tidak pernah tahu apa yang terjadi pada kita di kemudian hari. Barangkali sang istri atau suami mandul, atau sakit, atau tertimpa sesuatu yang jalan keluarnya adalah poligami maka Islam telah menyediakan jalan keluar tersebut. Namun yang kita lihat, banyak orang yang memanfaatkan ayat tersebut untuk berpoligami tanpa alasan yang jelas.

Sayangnya..tidak sedikit umat Islam, baik yang laki-laki apalagi perempuan menentang poligami. Perlu kita sadari bahwa bagaimanapun poligami telah menjadi bagian dari Islam. Karena ia menjadi bagian dari Islam, maka hendaklah orang muslim yang laki-laki dan perempuan tidak menentang aturan Islam yang itu berarti aturan Allah.

Allah berfirman dalam Qur'an bahwa "Tidaklah patut laki-laki muslim dan perempuan muslim jika Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan sesuatu dari urusan mereka, maka mereka memilih pilihan lainnya. Dan barang siapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh ia telah sesat sesesat-sesatnya.."

Saran saya..sebaiknya seorang muslim bersikap positif terhadap semua pesan dari Allah..jangan menggunakan perasaan, karena perasaan tidak selalu menunjukkan kebenaran. Bagi mereka yang tidak mampu berbuat adil, maka satu saja cukup bagi mereka..dan jika mereka merasa mampu berbuat adil, coba dipikir-pikir lagi apakah memang perlu berpoligami ?

Oya..kita juga perlu cermati statement pada hasil survey LSI tersebut. Mayoritas pemuda muslim Indonesia menolak poligami..Kesannya mayoritas muslim menentang poligami, padahal bisa saja mayoritas mereka hanya memilih untuk monogami, tapi bukan menentang poligami. Jadi hati-hati juga menafsirkan headline berita, apalagi survey..Namanya juga berita biar menarik..Barangkali judul diatas ada baiknya jika diganti dengan "Mayoritas pemuda muslim Indonesia memilih monogami", bagaimana menurut anda ?

Kata-Kata Cinta yang sayang untuk dibuang..

Pagi ini saat aku hendak berangkat ke kantor..ku lihat kembali undangan pernikahan anak Pak Asmawi, driver kantor, yang baru minggu lalu menikah. Aku bolak-balik undangan berwarna kuning itu dan mataku tertuju pada sebuah ungkapan doa yang cantik sekali...

Aku tuliskan disini agar aku dan orang-orang yang mengunjungi blog-ku bisa selalu mencintai Allah...sang Pemilik Kehidupan yang Penuh Kasih dan Sayang..

Allahu Robbi..
Aku minta izin bila suatu saat aku jatuh cinta
jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang
hingga membuat lalai akan adanya Engkau

Allahu Robbi..
Aku punya pinta bila suatu saat aku jatuh cinta
penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas
biar rasaku pada-Mu tetap utuh

Allahu Robbi..
Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta pilihkan untukku
seorang yang hatinya penuh kasih-Mu dan
membuatku semakin mengagumi-Mu

Allahu Robbi..
Pintaku terakhir adalah seandainya ku jatuh cinta
jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku
anugerahkanlah aku cinta-Mu..
cinta yang tak akan putus oleh waktu

Apa sebab Barat maju jauh meninggalkan umat Islam ?

Siang ini giliran Dr. Ade Djamal yang menyampaikan kultum di Masjid Agung Al-Azhar. Menarik pikirku..karena aku tahu bapak yang satu ini jarang bertindak sebagai penceramah karena latar belakang beliau di dunia komputer. Karena latar belakangnya itulah, kini beliau menjabat sebagai ketua program studi Teknik Informatika Universitas Al Azhar Indonesia.

Aku sempatkan diriku untuk duduk lebih lama mendengarkan kultum dari beliau. Tema yang beliau ambil kali ini cukup menarik. Mengapa Barat lebih maju daripada umat Islam saat ini ? Terus terang aku juga sudah lama ingin tahu mengapa ?

Ada orang yang mengatakan bahwa Barat saat ini maju adalah karena mereka meninggalkan ajaran agama mereka. Demikian halnya umat Islam saat ini mundur juga karena meninggalkan ajaran agama mereka. Perlu dicatat disini, yang ditinggalkan bukan agamanya, tapi ajarannya!

Beliau menjelaskan bahwa masyarakat di Eropa kini mulai banyak yang meninggalkan tempat ibadah mereka, hanya orang tua-orang tua yang masih terlihat mendatangi tempat ibadah mereka. Kebetulan beliau cukup lama tinggal di Eropa jadi cukup tahu kondisi masyarakat di Eropa sana. Beliau adalah lulusan dari Delft University di Belanda. Jadi cukup beralasan pernyataan diatas bahwa orang Barat meninggalkan ajaran mereka.

Namun tidak sama halnya dengan orang Islam. Saat ini kita bisa melihat masjid-masjid kita meskipun tidak penuh dengan jamaah, tapi setidaknya juga tidak kosong. Terlebih lagi jika pada hari Jumat, selalu kita kerumunan orang memenuhi masjid-masjid dimanapun berada.

Pak Ade, kita panggil saja begitu, ternyata tidak terlalu setuju dengan pernyataan tersebut. Beliau menganalisa bahwa bukan hanya itu sebab mengapa umat Islam tertinggal. Kalau beliau perhatikan penduduk di Eropa, ternyata masyarakat Eropa memiliki perilaku kehidupan yang baik, di Islam kita menyebutnya dengan Akhlak. Ya, akhlak atau dalam penerapannya bisa mencakup etika, moral, dan lain-lain istilah yang intinya berbuat baik telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Eropa. Masyarakatnya lho..bukan pemimpinnya! Karena boleh jadi pemimpin mereka tidak memiliki etika seperti yang dimiliki masyarakatnya.

Pak Ade memberi contoh akhlak masyarakat Eropa dengan menunjukkan betapa bersihnya kota-kota dan rumah-rumah mereka. Mereka menjaga kejujuran, menghindari berbuat curang dan patuh pada aturan yang berlaku.

Berbeda dengan umat Islam yang saat ini cenderung meninggalkan akhlak Islam. Padahal perintah untuk berakhlak baik banyak sekali tercantum dalam Al Qur'an. Bahkan Nabi Muhammad diutus ke muka bumi ini untuk menyempurnakan Akhlak sehingga beliau menjadi panutan, suri tauladan bagi orang-orang yang ingin memiliki akhlak yang mulia.

Di akhir kultumnya, Pak Ade menceritakan sebuah kejadian yang beliau alami langsung. Ketika beliau studi di Eropa, beliau mengajak anak istrinya untuk tinggal bersama beliau disana. Pada saat istri beliau datang pertama kali ke Eropa dengan membawa sejumlah uang yang disimpan dalam sebuah dompet, ternyata dompet istri beliau terjatuh. Padahal di dalam dompet itu isinya semua uang yang telah disiapkan dari Indonesia.

Segera beliau dan istri melaporkan kehilangan tersebut ke polisi. Keesokan harinya, Pak Ade ditelpon oleh polisi untuk mengambil dompet yang hilang kemarin. Pak Ade dan istri sudah menduga bahwa isinya pasti sudah habis..ya sudah pasrah saja. Ketika sampai di kantor polisi, ternyata dompet beserta isinya tidak ada yang hilang..tidak satu lembar pun uang yang hilang! Ternyata ada seorang ibu yang menemukan dompet tersebut dan melaporkannya pada polisi.

Bandingkan dengan di Indonesia! Jangankan dompet yang jatuh, bahkan dompet yang disimpan di saku celana saja dicopet. Saya bahkan sudah berulangkali dicopet..demikian ungkap pak Ade.

Ya, apa yang disampaikan oleh Pak Ade ini pelajaran, bahwa sudah cukup banyak ajaran agama kita yang kita tinggalkan, sehingga kalau saat ini kita jadi seperti saat ini, jangan menyalahkan siapa-siapa. Salahkan diri kita yang tidak berakhlak mulia sehingga tak pantas menjadi bangsa yang maju.

Kalau kita lihat kondisi bangsa kita saat ini, korupsi sudah terdistribusi merata, hampir di setiap lini kehidupan di negeri ini ada bau-bau korupsinya. Tak tahulah..akan menjadi seperti apa bangsa ini ke depan. Tapi setidaknya kita jangan ikut-ikutan seperti mereka yang rusak. Tetaplah berada di jalan yang Allah ridhoi. Dengan segenap kekuatan yang ada, kita harus berusaha untuk berbuat baik, mengamalkan akhlakul karimah, kepada siapa saja..dimana saja..kapan saja..

Semoga masih banyak orang-orang di negeri ini yang berakhlak baik, agar bangsa yang mayoritasnya adalah umat Islam dan ber-Tuhan tidak semakin tertinggal di banding bangsa-bangsa yang tidak memiliki Tuhan.

Friday, March 18, 2011

Tips menggapai Kebahagiaan dalam Keluarga

It’s nice Friday(18/3/11).. Khutbah jum’at kali ini berat banget mata rasanya..Selesai jum’atan, ternyata ada makan siang gratis, untuk para undangan pengajian karyawan. Oya, siang ini ada pengajian di kantor. Ya, bekerja di lingkungan Islami enak-nya ya seperti ini..Ada saja yang mengingatkan kita untuk selalu dekat dengan Sang Pencipta. Kalau waktu dzuhur datang, dengar adzan, bisa ke masjid. Setiap dua minggu sekali ada pengajian, dst..dst..Mungkin sangat berbeda dengan mereka yang bekerja di gedung-gedung pencakat langit, di perusahaan multinasional, sebagian besar energi digunakan totalitas untuk bekerja. Tapi dimana pun kita bekerja, semoga tak lupa niat kita bekerja mencari bekal untuk tempat kembali kita kelak.

Oya, nyambung lagi dengan pengajian karyawan di UAI minggu ini. Nara sumbernya kali ini adalah bapak H. Mahfudh Makmun, pimpinan Yayasan Pesantren Islam Al Azhar. Beliau mengangkat tema Keluarga Sakinah. Ga gampang lho menciptakan keluarga sakinah di zaman seperti ini. Tuntutan kehidupan yang tinggi seringkali memaksa suami istri untuk sama-sama bekerja. Akhirnya anak-anak terlantar atau diurus sama pembantu. Parahnya lagi kalau anak salah berteman, bisa narkoba sampai akhirnya over dosis. Banyak lagi masalah keluarga yang membuat suami, istri dan anak-anak mereka seperti berada di ‘neraka’ ketika di rumah, dan akhirnya masing-masing mereka mencari ‘surga’ di luar rumah. Naudzu billahi min dzalik..

Di kota-kota besar seperti Jakarta, tidak sedikit anak-anak yang curhat, mereka bilang saya ini punya ayah seperti tidak punya ayah, punya ibu seperti tidak punya ibu. Siapa yang bertanggungjawab kalau keadaannya sudah seperti ini ? Padahal apa sih tujuannya sebenarnya dari kita berkeluarga? Ujung-ujungnya pasti kita mencari kebahagiaan..lha mau cari apalagi kalau bukan kebahagiaan?

Nah..Rasulullah telah menyampaikan pada kita bahwa ada 4 hal yang membuat bahagia dalam sebuah keluarga. Empat hal tersebut adalah :
1. Istri yang shalihah (atau suami yang shalih)
2. Anak yang berbakti
3. Rezeki yang wasi’ (wasi’ artinya disaat butuh ada)
4. Lingkungan yang di dalamnya orang yang baik-baik

Hendaknya setiap keluarga berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai 4 hal diatas. Carilah istri atau suami yang baik. Kalau kita mau punya pasangan yang baik, kita-nya dulu yang mesti baik. Allah berfirman yang kurang lebih maknya seperti ini : “Laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik, laki-laki yang jahat untuk perempuan yang jahat”. Jangan asal pilih pasangan. Setidaknya ada 4 hal yang perlu diperhatikan dalam mencari pasangan : 1. Agamanya, 2.keturunannya,3.kecantikannya,4. Hartanya.

Selanjutnya, didiklah anak sebaik mungkin. Anak-anak kita tidak hanya perlu cerdas, tapi juga berbakti. Amat sayang kalau anak-anak kita pintar-pintar tapi tidak berbakti kepada orang tuanya. Ga sedikit lho anak macam ini..Anak-anak sekarang suka berulah, dititipin uang buat bayar sekolah malah ditilep buat beli macam-macam. Kasihan kan orang tuanya..Semoga anak-anak kita ga seperti itu ya..

Rezeki yang wasi’ juga menjadi keinginan kita semua. Wasi’ artinya luas. Dalam makna yang lebih luas, wasi’ diartikan sebagai rezeki dimana saat kita butuh selalu ada. Semoga Allah anugerahkan kita semua rezeki yang luas ya..

Terakhir adalah lingkungan yang berisi orang-orang baik. Wah..betul, kalau kita punya tetangga yang baik serasa hidup di ‘surga’-nya dunia kali ya..Saya punya pengalaman tinggal dengan tetangga yang suka ngomongin isinya ragunan. Kadang ibunya bilang “monyet”, dan lain-lainnya..Lama-lama anak-anak kita kan juga bilang ‘monyet’ juga..Kita sudah didik baik-baik di rumah, eh..malah dapat contoh yang jelek dari tetangga. Wah..banyak deh kalau mau diceritain, jadi buat ga betah saat itu. Makanya punya lingkungan yang baik akan sangat berpengaruh pada kebahagian sebuah keluarga.

Semoga Allah mudahkan kita untuk menggapai empat hal diatas ya..sehingga keluarga kita menjadi keluarga sakinah, yang di dalamnya berisi mawaddah (cinta secara fisik) dan rahmah (kasih sayang).

Thursday, March 17, 2011

VVC Plus, sebuah konsep alternatif tentang Kepemimpinan Utuh

Buku itu sudah cukup lama tersimpan di lemari buku saya..namun belum sempat terbaca. Kesibukan kuliah yang mengharuskan membaca puluhan jurnal dan buku teks membuat kesempatan membaca buku lainnya jadi tertunda. Buku itu berjudul ”Dua belas konsep kepemimpinan, More About Beyond Leadership” karya Prof. Dr. Djokosantoso Moeljono. Perlu dorongan kuat untuk membuka dan membaca halaman-halaman buku tersebut. Dorongan itu akhirnya muncul juga karena sebuah kesempatan yang saya ambil untuk membawakan materi leadership dalam sebuah mata kuliah JK3 (Penumbuhan Jiwa Kepemimpinan dan Karakter Korporasi).

Ya, akhir minggu ini saya kembali mendapatkan kesempatan mengajar setelah vakum selama 2 tahun karena studi. Dari sekian banyak konsep kepemimpinan yang diulas dalam buku tersebut, saya tertarik dengan konsep “Kepemimpinan Utuh”.

Pak Djoko, pengarang buku tersebut dan pernah menjadi atasan langsung penulis, menyampaikan bahwa seseorang yang ingin berhasil memimpin dengan baik, sebaiknya mempelajari kiat-kiat agar siap menjadi pemimpin unggul, melalui kepemimpinan utuh. Pak Djoko mengulas konsep kepemimpinan utuh yang disebut dengan VVC Plus. Adalah tiga orang pakar manajemen yaitu Neil Snyder, James J. Dowd Jr, dan Diane Morse Houghton merumuskan tiga formula tentang manajemen yang mereka tulis dalam bukunya VVC: Leadership for Quality Management (1994). Mereka menyatakan bahwa kepemimpinan yang unggul harus memiliki tiga pilar kepemimpinan, yaitu vision, value dan courage.

Seorang pemimpin wajib punya visi, sebuah arah dan jalan untuk sampai ke sebuah tempat yang menjadia tujuan organisasi. Dapat dibayangkan sebuah organisasi yang bergerak tanpa arah, mereka tak pernah tahu sudah sampai dimana, dan mereka tak akan tahu sudah ada dimana. Akibatnya mereka akan cepat merasa kelelahan. Berbeda dengan mereka yang mengerti arah jalannya kemana. Mereka pasti akan lebih lama merasa lelah karena mereka tahu apa yang mereka tuju. Dan seorang pemimpin adalah orang yang menunjukkan kemana arah tujuan perjalanan sebuah organisasi, dan ia sendiri yang akan memimpin pengikutnya.
Selain visi, seorang pemimpin harus punya value, atau nilai-nilai yang diyakini oleh semua orang di dalam organisasi. Nilai-nilai ini menjadi “bahan bakar” atau “roh” yang membuat orang menjadi bersemangat, punya “passion” atau gairah untuk melakukan sesuatu. Tentu saja nilai buat seseorang berbeda dengan orang lainnya. Sebagai seorang muslim, contoh nilai yang patut kita miliki adalah iman, islam dan ihsan. Dimana hidup yang kita jalani ini adalah merupakan penghambaan kita kepada Dzat yang kita yakini sebagai Tuhan, Pencipta Segalanya..Oleh karena itu kita menyerahkan sepenuhnya jiwa raga kita kepada-Nya. Sehingga kita bekerja dan beramal dalam hidup ini seolah-olah kita melihat Allah, tapi yakinlah kalau kita tidak bisa melihat Allah maka pasti Allah melihat kita. Dengan demikian kita meyakini bahwa semua pekerjaan kita pasti dibalas oleh Allah.

Visi dan Value adalah dua hal penting yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin, namun itu belum cukup. Arah dan Nilai perlu didukung oleh sesuatu yang bernama “courage” atau keberanian. Begitu banyak pemimpin yang punya visi dan nilai, namun karena tidak punya nyali untuk memutuskan langkah, banyak ide dan rencana yang tidak pernah menjadi aksi, hanya konsep belaka. Padahal kegiatan utama dari seorang pemimpin adalah “Mengambil Keputusan”, dan setiap keputusan pasti ada resikonya. Nah..tidak semua pemimpin yang siap mengambil resiko karena kurangnya keberanian.

Tiga pilar diatas perlu ditambah dengan dua dasar lagi sehingga konsep ini menjadi VVC Plus. Dua dasar tersebut adalah kompetensi dan karakter yang kuat.

Kompetensi sangat dibutuhkan agar seorang pemimpin punya “knowledge” atau pengetahuan untuk melakukan sesuatu. Dengan kompetensi, seorang pemimpin dapat bertindak dengan tepat karena ia memiliki disiplin ilmu. Bayangkan dengan seorang pemimpin yang tidak punya latarbelakang tentang suatu pekerjaan yang ia pimpin, ia akan banyak melakukan trial and error. Meskipun ia juga bisa mengurangi tindakan coba-cobanya dengan memiliki sfat ahli yang menguasi bidang yang ia pimpin. Namun alangkah lebih baiknya jika seorang pemimpin adalah orang yang mengerti dengan baik bidang yang ia pimpin.

Dasar terakhir dan bersifat fundamental adalah karakter yang kuat (strong character). Dalam sebuah terminologi, karakter didefinisikan sebagai sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang menjadi ciri khas seseorang. Seorang pemimpin semestinya memiliki sifat tegas jelas namun tetap humanis, lebih baik lagi kalau juga punya sifat humor. Jangan sampai menjadi pemimpin yang mencla mencle, omongannya tidak bisa dipegang, perbuatannya tidak bisa menjadi teladan dan sebagainya.

Inilah Konsep VVC Plus sebagai salah satu konsep alternatif Kepemimpinan yang Utuh. Selamat memimpin dengan sepenuh hati dan jadilah pemimpin yang utuh.

Sunday, March 13, 2011

Khasiat dan Kemampuhan si "Umbi Merah”, Buah Beet (Beetroot)

Akhir minggu lalu (5/3/11), memasuki usia kehamilan istri saya di bulan ke-8, dokter kandungan yang kami kunjungi merekomendasikan pada istri saya untuk mengkonsumsi buah beet (baca : bit). Awalnya saya bersama istri agak asing mendengar nama buah “buah apa dok..bit..buah apa itu ?”. Dokter menyarankan untuk bertanya saja ke toko buah, pasti mereka tahu.

Beberapa hari kemudian, saya mencoba mencari buah asing tersebut di sebuah toko buah besar di kawasan Ampera, yang banyak dikunjungi oleh ekspatriat, biasanya buah-buah aneh yang tak biasa kita temui pasti bisa kita dapatkan di toko buah seperti itu.

Akhirnya setelah bertanya kepada penjaganya, ia membawa saya ke tempat buah tersebut. Ohh..seperti ini rupanya bentuk buah beet.

seperti ini rupanya bentuk buah beet.

Buahnya seperti umbi-umbian, seperti bengkoang tapi warnanya merah. Rasa penasaran mulai datang mengusik, apa saja sih manfaat buah beet ini ? Setelah mencari-cari informasi di beberapa situs, ternyata buat beet ini sudah sejak abad 16 dikembangkan di Eropa Pusat dan Timur. Di Eropa, beetroot digunakan untuk mengobati kanker karena mengandung betanin yang tinggi dalam sayur. Di Roma, dahulunya beetroot ini digunakan sebagai zat perangsang.

Dari beberapa penulusuran penulis, terdapat cukup banyak nutrisi

yang terkandung dalam buah beet, diantaranya sebagai berikut :

· Vitamin A, B dan C

· Calcium

· Phosphorous

· Potassium

· Magnesium

· Iron

· Asam folik, folat

· Betanin

· Beta-carotene

· Lycopene

· Antioksidan

· Dan serat

Selain itu beetroot mempunyai kandungan boron yang secara langsung memproduksi hormon kelamin manusia. Beetroot efektif juga untuk memberantas demam dan memelihara tingkat kestabilan gula darah. Beberapa penelitian menunjukkan beetroot juga membantu untuk menghalangi pertumbuhan tumor, tapi juga mengurangi pertumbuhan kanker.

Banyak lagi kandungan beetroot yang dapat digunakan untuk mengobati beberapa penyakit, seperti :

§ Penangangan tekanan darah tinggi, depresi, alzheimer, dementia, dan penyakit yang berhubungan dengan digestif

§ Bermanfaat untuk pembentukan darah

§ Digunakan untuk diet, karena beetroot tidak mengandung lemak, sedikit kalori dan sumber serat yang istimewa

§ Akar dan daun hijaunya mengandung zat besi, kalium, folat dan vitamin C, bagus untuk asupan wanita hamil

§ Jus beetroot mengandung zat yang dapat membuat butir-butir darah merah

§ Penanganan gangguan menstruasi, minum tiga kali sehari, sebanyak setengah gelas setiap minum.

§ Gabungan beetroot dengan sari wortel, dengan perbandingan segelas wortel dan setengah gelas beetroot merupakan pembuat sel-sel butir darah merah.

§ Zat potassium (kalium) dan khlor di dalam beet membuat sari beetroot dapat digunakan untuk membersihkan hati, ginjal dan kandung empedu serta mengaktifkan kelenjar-kelenjar tubuh.

Beetroot berfungsi sebagai antioksidan alami. Meskipun begitu beetroot jangan diminum terlalu banyak sekali karena sifatnya adalah pembersih tubuh yang agak keras terutama membersihkan hati. Di dalam sehari jangan lebih dari setengah liter. Apabila diminum terlalu banyak, beetroot dapat membuat pusing.

Penelitian tentang Keampuhan Beetroot

Mau tahu keampuhan beetroot lainnya ? Menurut para peneliti dari University of Exeter dan the Peninsula Medical School, kunci meningkatkan stamina cukup sederhana, hanya dengan minum segelas jus buah beet.

Bahkan menurut peneliti, dengan mengkonsumsi jus beet setiap harinya dapat membantu kita berolahraga tanpa rasa capek. Disamping itu, setengah liter jus beet se

tiap hari efektif menurunkan tekanan darah dan memperbaiki kesehatan.

Masih menurut penelitian yang sama, jus bit memperlihatkan hasil yang menakjubkan karena manfaatnya melebihi rutinitas olahraga yang teratur dibawah pengawasan pelatih profesional. Ya meskipun rasanya kurang sedap, tapi pengaruhnya bisa dirasakan oleh banyak orang dari berbagai usia, mulai dari mereka yang masih aktif bekerja ke kantor sampai mereka yang pensiun tak punya kantor lagi..Penasaran ingin mencoba buat beet ? Tak ada salahnya jika Anda mencoba sendiri dan buktikan khasiatnya..siapa tahu Anda temukan sesuatu yang baru dalam hidup Anda dari “si umbi merah” ini..Selamat mencoba..

Sumber referensi:

http://elyzhawidi.blogspot.com/2009/09/buah-beet-beetroot.html

http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/

http://id.shvoong.com/medicine-and-health/1848508-khasiat-buah-merah/
http://WebMd.com






Website counter